Muktamar VIII IPHI Digelar di Bali, Fokus pada Ekonomi Umat, Kedaulatan Pangan, dan Pendidikan
- tim tvOne
Ia menambahkan, kunci mengelola organisasi terletak pada tiga hal: jaringan (networking), dukungan politik, dan kebijakan publik.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Muktamar VIII IPHI, H. Anshori, S.H., M.H., menekankan bahwa agenda krusial muktamar ini bukan sekadar memilih figur ketua umum baru, melainkan menyusun program kerja masa depan yang relevan.
“Kalau figurnya, sesuai AD/ART akan dipilih oleh peserta muktamar, baik secara aklamasi musyawarah mufakat maupun voting. Tentu saja ukurannya adalah kapasitas dan kapabilitas,” pungkas Anshori.
Sementara itu, Pembina IPHI, Dr. H. A. Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa Muktamar VIII tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin organisasi.
Ia mendorong forum ini menjadi titik konsolidasi gerakan “Haji Mabrur Sepanjang Hayat”. Menurutnya, esensi kemabruran harus bertransformasi dari kesalehan ritual pribadi menjadi kesalehan sosial.
“Haji mabrur bukan sekadar status spiritual, tetapi harus menjadi energi sosial. Ukurannya adalah sejauh mana seorang haji mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungannya, sebagaimana hadis Rasulullah SAW: Khoirunnaas anfa’uhum linnaas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama,” ujar Iskandar menjelang pembukaan muktamar. (gol)
Load more