Indonesia Rendezvous 2026 di Bali Bahas Ketahanan Industri Asuransi dan Perlindungan Petani
- tim tvOne
Nusa Dua, tvOnenews.com – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menggelar The 30th Indonesia Rendezvous 2026 di Nusa Dua, Bali. Forum industri asuransi dan reasuransi yang berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 tersebut membahas penguatan kerja sama internasional, pertumbuhan berkelanjutan, serta pengembangan perlindungan asuransi terhadap risiko perubahan iklim.
Mengusung tema “Building Confidence: Driving Sustainable Growth and Resilience in the Insurance & Reinsurance Landscape”, penyelenggaraan tahun ini memasuki tahun ke-30. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri asuransi dan reasuransi dari berbagai negara.
Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, Indonesia Rendezvous menjadi salah satu forum untuk memperkuat hubungan industri asuransi nasional dengan pasar internasional.
"Penyelenggaraan ke-30 Indonesia Rendezvous ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konektivitas industri asuransi dan reasuransi nasional dengan pasar internasional. Kami ingin membangun kepercayaan serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan tangguh di tengah dinamika ekosistem global," terang Budi Herawan, Ketua Umum AAUI dalam sesi Konferensi Pers yang berlangsung di Bali International Conventions Center (BICC) Nusa Dua, Rabu sore (14/10/2026).
Dalam konferensi pers tersebut, Budi didampingi sejumlah pengurus AAUI, yakni Muhammad Iqbal, Heddy Supriyadi, dan Cipto Hartono.
AAUI mencatat sebanyak 873 peserta dari 22 negara mengikuti Indonesia Rendezvous 2026. Jumlah negara peserta meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti perwakilan dari 20 negara.
Peserta berasal dari sejumlah negara di Asia dan Pasifik, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, India, Mongolia, dan Australia.
Partisipasi juga datang dari Uni Emirat Arab, Bahrain, Siprus, Nigeria, Britania Raya, Jerman, Prancis, Swiss, Belarus, dan Amerika Serikat.
Penyelenggara turut mencatat keterlibatan 27 sponsor, serta penyediaan 14 hospitality suites dan 34 stan pameran. Fasilitas tersebut digunakan untuk mempertemukan peserta dan perusahaan yang bergerak di sektor asuransi, reasuransi, serta bidang terkait.
Forum ini menjadi ruang bagi pelaku industri untuk membahas perkembangan pasar, menjajaki peluang kerja sama, dan bertukar informasi mengenai tantangan yang dihadapi industri asuransi dan reasuransi.
Selain kerja sama internasional, AAUI juga mengembangkan produk asuransi pertanian berbasis parametrik untuk memberikan perlindungan finansial kepada petani terhadap risiko iklim dan gagal panen.
Budi Herawan menyebut pengembangan produk tersebut sebagai salah satu program kerja asosiasi. Bali menjadi salah satu daerah yang dituju untuk pengembangan skema asuransi tersebut.
“Program kerja kami di AAUI salah satunya adalah asuransi pertanian berbasis parametrik yang saat ini sedang terus kita galakkan. Bali menjadi salah satu daerah tujuan utama pengembangan skema ini,”paparnya menjawab pertanyaan wartawan.
Asuransi parametrik menggunakan indikator atau parameter yang telah ditetapkan dalam polis sebagai dasar pembayaran klaim. Dalam asuransi pertanian, parameter tersebut dapat berupa kondisi cuaca atau indikator iklim tertentu yang berkaitan dengan risiko terhadap hasil panen.
Budi menjelaskan, skema tersebut menetapkan ambang batas parameter iklim atau cuaca yang menjadi dasar pemberian kompensasi. Dengan mekanisme itu, pembayaran klaim didasarkan pada terpenuhi atau tidaknya parameter yang telah disepakati dalam perjanjian asuransi.
Pengembangan asuransi pertanian berbasis parametrik menjadi salah satu upaya industri asuransi dalam menyediakan perlindungan terhadap risiko yang berkaitan dengan kondisi iklim. Penerapannya bergantung pada parameter, ketentuan polis, dan skema perlindungan yang ditetapkan dalam produk asuransi. (gol)
Load more