KORIKA dan AI Singapore Luncurkan Project NUSA, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis AI
- tim tvone - tim tvone
Denpasar, tvOnenews.com - KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial) dan AI Singapore (AISG) meluncurkan Project NUSA (Network for Unified, Secure AI), sebuah inisiatif kolaboratif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) yang aman, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan lokal.
Melalui kolaborasi industri, perusahaan teknologi, dan institusi pendidikan, inisiatif ini bertujuan meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang ekonomi baru.
Sejalan dengan strategi nasional AI yang dikembangkan masing-masing negara, Project NUSA berupaya mempercepat pemanfaatan AI melalui pengembangan pondasi tata kelola dan pengetahuan lokal yang dapat digunakan bersama. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu dunia usaha dan berbagai institusi mengembangkan solusi AI yang sesuai dengan kebutuhan mereka sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya kepercayaan dalam mendorong pemanfaatan AI secara luas.
“AI harus mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pemanfaatan AI secara luas membutuhkan kepercayaan. Melalui Project NUSA, KORIKA dan ekosistem AI Indonesia bersama AI Singapore berupaya membangun fondasi AI yang terpercaya melalui tata kelola yang kuat serta pengetahuan yang relevan dan dapat diandalkan. Kami berharap Project NUSA dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis AI yang menghadirkan layanan lebih baik, lebih banyak lapangan kerja, dan sumber pendapatan baru, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045,” ujar Airlangga.
Project NUSA dikembangkan di atas dua pondasi utama, yaitu Open-Source AI Governance dan Open Data and AI-Ready Knowledge. Open-Source AI Governance berfokus pada tata kelola AI yang aman dan bertanggung jawab, mencakup pengaturan akses, pengawasan aktivitas AI agents, serta akuntabilitas penggunaannya.
Sementara itu, Open Data and AI-Ready Knowledge mengolah data yang secara hukum dapat dibagikan menjadi pengetahuan 2 of 9 terpercaya agar AI dapat memahami bahasa, regulasi, dan konteks lokal dengan lebih baik.
Kedua fondasi tersebut dirancang untuk mempermudah organisasi mengembangkan dan mengadopsi solusi AI tanpa harus membangun seluruh komponen teknologi dari awal, sekaligus mempercepat inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Ketua Umum KORIKA, Prof. Dr. Hammam Riza, menjelaskan bahwa Project NUSA bertujuan menjembatani strategi nasional AI dengan penerapannya di berbagai sektor.
“Strategi nasional AI perlu didukung kolaborasi dan pondasi teknologi yang memungkinkan pemanfaatannya secara nyata. Melalui Project NUSA, kami ingin mempertemukan kemampuan riset, inovasi teknologi, dan kebutuhan industri untuk mengembangkan AI yang aman, terpercaya, serta memahami konteks lokal. Dengan pondasi yang dapat digunakan bersama, kami berharap inovasi dapat berkembang lebih cepat dan membuka peluang ekonomi baru,” ujar Prof. Dr. Hammam.
Pemanfaatan AI berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat layanan, mendukung pengambilan keputusan, serta mendorong pengembangan produk dan layanan baru. Selain meningkatkan produktivitas, pengembangan ekosistem AI diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi talenta digital, menarik investasi, dan memperkuat daya saing industri di pasar domestik maupun internasional. Penerapannya tetap memperhatikan keamanan data, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengawasan manusia untuk keputusan berisiko tinggi.
Untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut, Project NUSA melibatkan kolaborasi lintas industri, teknologi, dan pendidikan. Pada tahap awal, 20 (dua puluh) pihak tercantum sebagai bagian dari ekosistem Project NUSA, yaitu 6Estates, AISII (AI Safety Institute Indonesia), Astra Graphia Information Technology (AGIT), AWS, BCA, BINUS, CATAPA, Datasaur, EY Indonesia, GDP Venture, ITB, ParagonCorp, Sime (Malaysia), Sinarmas Financial, Solutionlabs, SQE, UGM, UI, Xecura, dan Xignature.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghubungkan kebutuhan industri dengan kemampuan riset, pengembangan teknologi, dan talenta AI, sehingga mempercepat lahirnya solusi yang relevan sekaligus membuka peluang bisnis dan investasi baru.
3 of 9 Deputy Director of AI Products, AI Singapore, Dr. William Tjhi, menilai kolaborasi KORIKA dan AI Singapore dapat memperkuat ekosistem AI kedua negara sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi di pasar yang lebih luas.
“Pengembangan AI yang memberikan manfaat nyata membutuhkan tata kelola yang terpercaya, pengetahuan yang relevan, serta kolaborasi yang kuat. Melalui Project NUSA, kami ingin mendukung implementasi strategi nasional AI masing-masing negara melalui pengembangan fondasi bersama yang dapat dimanfaatkan berbagai organisasi. Kami berharap kerjasama ini dapat mempercepat inovasi, memperkuat talenta lokal, serta membuka peluang ekonomi di pasar regional dan global,” ujar Dr. William.
Sebagai langkah awal, Project NUSA akan berfokus pada pengembangan solusi praktis di Indonesia dan Singapura serta pengukuran manfaat ekonominya. Solusi yang menunjukkan hasil positif selanjutnya berpotensi diperluas ke kawasan Asia Tenggara dan pasar global.
Melalui kolaborasi yang digerakkan oleh industri dan terbuka terhadap dukungan pemerintah, Project NUSA diharapkan dapat mendukung implementasi strategi nasional AI sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui layanan yang lebih baik, penciptaan lapangan kerja, dan sumber pendapatan baru.
Load more