GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Seorang Warga saat Bentrok Dua Kelompok Remaja Pecah di Ciputat

Pihak kepolisian melakukan penelusuran terkait aksi penyiraman air keras terhadap warga Jalan Suka Damai, Serua Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel)
Selasa, 21 Februari 2023 - 21:03 WIB
Ismail (kanan) selaku warga Serua Indah menjadi korban penyiraman air kera oelh dua kelompok yang bentrok. (Tvonenews.com/Rizki Amana)
Sumber :
  • Rizki Amana/tvOnenews.com

Banten, tvOnenews,com - Pihak kepolisian melakukan penelusuran terkait aksi penyiraman air keras terhadap warga Jalan Suka Damai, Serua Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat terjadinya tawuran antar dua kelompok remaja. 

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Aldo Primananda Putra mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Laporan sudah diterima di Polsek Ciputat Timur. Sedang dilakukan lidik," katanya saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Banten, Selasa (21/2/2023).

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Agung Nugroho mengatakan pihaknya masih menelusuri pelaku penyiraman air keras tersebut. 

Menurutnya hingga saat ini pihaknya belum mendapati ciri-ciri pelaku penyiraman air keras terhadap seorang warga tersebut. 

"CCTV yang kita dapat sementara itu, CCTV hanya mengarah pada jalan itu, maksud depan rumah. Cuma jalan itu memang ada kendaraan dari saling lawan arah, untuk peristiwa yang dimaksud tidak tergambar," ungkapnya saat dihubungi secara terpisah, Kota Tangsel, Selasa (21/2/2023).

Sebelumnya diberitakan, dua kelompok remaja yang digandrung bentrok di kawasan Jalan Suka Damai, Serua Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu (19/2/2023).

Bahkan, dalam aksi tawuran tersebut dua kelompok saling mempersenjatai diri dengan sejumlah senjata tajam (tajam) hingga cairan air keras. 

Akibatnya seorang warga sekitar bernama Ismail (58) menjadi korban penyiraman air keras dari dua kelompok remaja yang saling serang menggunakan berbagai sajam tersebut. 

Insiden penyiraman air keras yang dialaminya itu bermula dari dirinya yang hendak menuju masjid untuk melaksanakan ibadah salat subuh. 

"Jadi pada pukul 04.30 WIB sebelum Adzahn Subuh itu, saya mau salat subuh ke masjid biasa bawa motor tapi lagi pingin jalan saja. Keluar gang saya lihat ada beberapa anggota motor tuh saling serang menyerang antara kelompok lainnya," kata Ismail kepada awak media saat ditemui di lokasi, Kota Tangsel, Banten, Selasa (21/2/2023).

Saat ditemui di kediamannya, tangan kanan dan dada dari Ismail mengalami luka bakar akibat serangan penyiraman air keras itu. 

Menurutnya saat itu dirinya tak tahu menahu pelaku penyiraman air keras tersebut saat ia hendak berangkat menuju masjid di sekitar. 

Ia hanya mengetahui adanya aksi tawuran antar dua kelompok remaja yang mengakibatkan adanya penyiraman air keras secara acak. 

Bahkan, seorang pelaku tawuran itu sempat diselamatkan warga usai tersiram air keras di bagian wajahnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya jalan ke tepi, tiba-tiba itu ada satu pemotor saling berhadapan mereka langsung siram air keras (ke lawannya-red) saya enggak tahu kena muka atau mata. Yang pemotor itu saya juga kena bagian tubuh saya. Saya buka baju kokoh, kata istri kuning-kuning bajunya termasuk sarung kaya terbakar," ungkapnya. 

Adapun saat ini dirinya telah mengaku melaporkan insiden penyiraman air keras tersebut ke pihak Polsek Ciputat Timur. (raa/muu) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Baru Setengah Hari Jualan, Pedagang Burung Pipit Kantongi Rp17 Juta saat Hari Imlek

Baru Setengah Hari Jualan, Pedagang Burung Pipit Kantongi Rp17 Juta saat Hari Imlek

Pedagang burung pipit di Vihara Dharma Bhakti Jakarta Barat mengungkapkan bisa kantongi Rp17 juta dalam waktu setengah hari selama perayaan Hari Raya Imlek.
Singgung Isu Sandbagging saat Tes Pramusim F1 2026 di Bahrain, Charles Leclerc Curiga pada Mercedes yang Menurutnya...

Singgung Isu Sandbagging saat Tes Pramusim F1 2026 di Bahrain, Charles Leclerc Curiga pada Mercedes yang Menurutnya...

Setelah tes pramusim F1 2026 pertama yang berlangsung di Bahrain telah berakhir, peta persaingan tim pada musim ini nampaknya masih sulit untuk diprediksi.
Kapan Shalat Tarawih Pertama Muhammadiyah, NU, Pemerintah Indonesia Dilakukan pada Ramadhan 2026? Catat Waktunya

Kapan Shalat Tarawih Pertama Muhammadiyah, NU, Pemerintah Indonesia Dilakukan pada Ramadhan 2026? Catat Waktunya

Umat Islam di Indonesia menantikan pengumuman resmi penetapan 1 Ramadhan dari pemerintah melalui sidang isbat untuk menentukan kapan puasa dan shalat tarawih
Media Vietnam Ketar-ketir John Herdman akan Bawa Timnas Indonesia Balik ke Era Shin Tae-yong

Media Vietnam Ketar-ketir John Herdman akan Bawa Timnas Indonesia Balik ke Era Shin Tae-yong

Media Vietnam mulai khawatir John Herdman akan membawa Timnas Indonesia kembali ke era Shin Tae-yong dari segi penggunaan taktik di atas lapangan. Apa katanya?
Kronologi Pesaing Persib di ACL Two Dapat Sanksi WO oleh AFC, Ternyata Musim Lalu Sudah Untungkan Klub Singapura

Kronologi Pesaing Persib di ACL Two Dapat Sanksi WO oleh AFC, Ternyata Musim Lalu Sudah Untungkan Klub Singapura

Keputusan itu diambil AFC setelah CAHN terbukti menurunkan dua pemain yang tidak memenuhi syarat tampil.
Sebut Ditipu Vicky Prasetyo Rp700 Juta, Nunun sampai Cerai dengan Suaminya: Rumah Tangga Saya Hancur

Sebut Ditipu Vicky Prasetyo Rp700 Juta, Nunun sampai Cerai dengan Suaminya: Rumah Tangga Saya Hancur

Vicky Prasetyo terlibat kasus dugaan penipuan. Korban mengungkapkan sang artis meminjam uang Rp700 juta dan menjanjikan suaminya jadi cawabup Bandung Barat.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT