GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cuaca Buruk, Dinas Perikanan Lebak Imbau Nelayan Tak Melaut

Dinas Perikanan Kabupaten Lebak mengimbau nelayan tak melaut akibat cuaca buruk ditandai angin kencang dan tinggi gelombang Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia mencapai 4 meter.
Selasa, 13 Agustus 2024 - 11:43 WIB
Di pesisir pantai selatan Banten, kondisi cuacanya sangat buruk dan membahayakan bagi nelayan tradisional juga wisatawan dilarang berenang
Sumber :
  • Antara

Rangkasbitung, tvOnenews.com - Dinas Perikanan Kabupaten Lebak mengimbau nelayan tak melaut akibat cuaca buruk ditandai angin kencang dan tinggi gelombang Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia mencapai 4 meter. 


"Kita berharap nelayan tidak melaut guna menghindari kecelakaan laut," kata Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah di Rangkasbitung, Lebak, Selasa (13/08/2024).
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dinas Perikanan Kabupaten Lebak sejak dua pekan terakhir ini cuaca buruk melanda Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia.

Nelayan tradisional agar tidak melaut menghadapi cuaca buruk tersebut, karena berpotensi menimbulkan kecelakaan laut
 
Karena itu, pihaknya menyampaikan di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun agar nelayan tidak melaut.
 
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada tanggal 13-14 Agustus 2024 diprakirakan tinggi gelombang perairan selatan Banten dan Samudera Hindia berkisar antara 2,5 meter sampai 4,0 meter.
 
Selain itu juga kecepatan angin hingga 30 knot dan bergerak dari arah barat.
 
"Kami minta nelayan tidak melaut untuk menghindari kecelakaan laut itu," kata Rizal.
 
Ia mengatakan, dari 3.600 nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak mulai Pantai Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Suka Hujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk dan Sawarna kebanyakan nelayan tradisional menggunakan perahu mesin motor tempel.
 
Kondisi perahu itu, kata dia, dipastikan tidak kuat menahan tinggi gelombang 4,0 meter dan tiupan angin 30 knot.
 
"Kami berharap nelayan tradisional bisa mematuhi peringatan imbauan itu agar mereka selamat ketimbang melaut," katanya menjelaskan.
 
Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun, Kabupaten Lebak, Wading mengatakan sejak beberapa pekan terakhir ini nelayan tradisional tidak melaut karena tinggi gelombang 4,0 meter juga tiupan angin cukup kencang dan bergerak dari arah barat.
 
"Kami minta anggota koperasi yang semuanya nelayan agar tidak melaut dulu, karena cuaca sangat buruk dan bisa membahayakan keselamatan nelayan kecil," kata Wading.
 
Ia mengaku sudah dua pekan terakhir itu tinggi gelombang di perairan selatan Banten dan Samudera Hindia mencapai 4,0 meter.
 
Bahkan, belum lama ini hampir saja nelayan mengalami kecelakaan laut saat hendak menyandarkan perahu ke Pelabuhan Pangkalan Ikan (PPI) Binuangeun.
 
Beruntung, nelayan berhasil menyelamatkan diri dengan berlindung di belakang karang untuk menghindari terjangan gelombang besar. "Kami minta nelayan agar tidak melaut," katanya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lahir dan Tumbuh Besar di Jakarta, Bek Jerman Didikan Xabi Alonso Ini Bisa Main untuk Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi

Lahir dan Tumbuh Besar di Jakarta, Bek Jerman Didikan Xabi Alonso Ini Bisa Main untuk Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi

Tidak perlu lagi pakai naturalisasi, pemain kelahiran Jakarta yang kedua orang tuanya asli Jerman ini bisa langsung dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia.
Jose Mourinho Menampik Klaim Vinicius Junior Jadi Korban Rasisme di Laga Benfica Kontra Real Madrid

Jose Mourinho Menampik Klaim Vinicius Junior Jadi Korban Rasisme di Laga Benfica Kontra Real Madrid

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menampik klaim Vinicius Junior, yang menyebut dirinya sebagai korban rasisme. Itu terjadi saat Benfica menjamu Real Madrid di Estadio da Luz.
Fakta-Fakta Kasus Mayat dalam Koper di Brebes, Jari Terlihat dari Celah Resleting hingga Motif Pelaku Kesal saat Ditagih Utang

Fakta-Fakta Kasus Mayat dalam Koper di Brebes, Jari Terlihat dari Celah Resleting hingga Motif Pelaku Kesal saat Ditagih Utang

Fakta-fakta kasus mayat dalam koper di Brebes, Jawa Tengah, akhirnya terkuak. Hal ini bermula dari ditemukannya koper misterius di sebuah rumah kosong pada Senin (16/2/2026) lalu. 
Deretan Fakta Terbaru Kasus Kematian Mahasiswi di Apartemen Cikarang, Buntut Tewas Diduga Tenggak Obat Aborsi

Deretan Fakta Terbaru Kasus Kematian Mahasiswi di Apartemen Cikarang, Buntut Tewas Diduga Tenggak Obat Aborsi

Berikut fakta terbaru hasil penyelidikan kasus kematian mahasiswi, PAF (20) yang ditemukan tewas di Apartemen Riverview Tower Mahakam, Cikarang Utara, Bekasi..
Jelang Ramadan, BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan Ringan Hingga petir Hari Ini

Jelang Ramadan, BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan Ringan Hingga petir Hari Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Rabu.
Emas Pegadaian Rontok Berjamaah, Galeri24 Balik ke Level Rp2,94 Juta per Gram

Emas Pegadaian Rontok Berjamaah, Galeri24 Balik ke Level Rp2,94 Juta per Gram

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan perdagangan Selasa pagi

Trending

Detail Kontrak Joao Felix di Al Nassr Bikin Chelsea Ketiban Durian Runtuh, Kok Bisa?

Detail Kontrak Joao Felix di Al Nassr Bikin Chelsea Ketiban Durian Runtuh, Kok Bisa?

Status kontrak Joao Felix dengan Al Nassr sedang menjadi perbincangan. Salah seorang junalis Arab Saudi membongkar detail kontrak pemain Portugal tersebut.
Nyaman Tinggal Bareng Ruben Onsu, Kata Betrand Peto saat Serumah dengan Sarwendah: Lebih Banyak Sendiri

Nyaman Tinggal Bareng Ruben Onsu, Kata Betrand Peto saat Serumah dengan Sarwendah: Lebih Banyak Sendiri

Betrand Peto ungkap perbandingan saat dirinya tinggal dengan Sarwendah dan Ruben Onsu. Seperti apa? Simak informasi selengkapnya dalam artikel di bawah ini!
Jangan Makan Bahan Ini saat Sahur, Tips Badan Sehat dan Ideal saat Puasa ala Ade Rai

Jangan Makan Bahan Ini saat Sahur, Tips Badan Sehat dan Ideal saat Puasa ala Ade Rai

Tips puasa Ramadhan ala Ade Rai, hindari makan bahan ini saat sahur dan berbuka, tubuh akan sehat dan badan ideal.
Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.
Apakah Tanggal 18 Februari 2026 Masih Libur? Simak Fakta Terbaru Jelang Ramadhan 1447 H

Apakah Tanggal 18 Februari 2026 Masih Libur? Simak Fakta Terbaru Jelang Ramadhan 1447 H

Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. Dari SKB 3 Menteri, tidak ada Libur Nasional & Cuti Bersama pada Rabu, 18 Februari 2026.
Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan zodiak besok, 19 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Simak prediksi cinta, karier, dan keuangan hari ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT