BPBD Pandeglang Catat Sembilan Kecamatan Terdampak Banjir
- Antara
Pandeglang, Banten - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Banten, mencatat sembilan kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian antara 50 sampai 100 centimeter.
Â
"Banjir terjadi di sembilan kecamatan, hingga kini belum ada aporan korban jiwa," kata Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati saat dihubungi di Pandeglang, Rabu (02/03/2022).
Banjir di sejumlah kecamatan Kabupaten Pandeglang akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sejak Senin (28/02/2022) sampai Selasa (01/03/2022), sehingga sejumlah sungai meluap.
Â
Warga terdampak banjir tersebut sempat mengungsi sementara di Desa Teluk Labuan, namun saat ini sudah surut dan mereka kembali ke rumah masing-masing.
Â
Sembilan kecamatan terdampak banjir itu adalah Patia, Cisata, Pagelaran, Mandalawangi, Panimbang, Carita, Pucung, Cigelis dan Labuan.
Â
Warga yang terdampak banjir sebanyak 1.165 kepala keluarga ( KK). Selain itu juga terjadi longsor di dua titik di Kecamatan Cadasari.
Â
"Kami minta masyarakat di daerah itu agar tetap mewaspadai banjir susulan sehubungan peluang hujan masih tinggi, " kata Lilis.
Â
Menurut dia, BPBD Pandeglang kini menyalurkan logistik berupa bahan pokok, lauk pauk, mi instan, minuman kemasan dan makanan.
Â
Penyaluran bantuan itu diprioritaskan agar masyarakat yang terdampak bencana tidak kerawanan pangan, karena banyak lumbung pangan mereka terdampak banjir.
Â
Selain itu, posko-posko kesehatan di sembilan kecamatan untuk mengantisipasi penyakit menular, seperti gatal gatal dan batuk.
Â
"Kami terus berkolaborasi dengan Dinkes, Polri, TNI dan relawan untuk menangani pascabencana banjir," katanya.
Â
Sementara itu, Amin, seorang warga Cisata Kabupaten Pandeglang mengaku kini sudah kembali ke rumah setelah banjir pagi surut.
Â
"Kami bersama warga membersihkan sampah yang numpuk ke pemukiman dan rumah akibat banjir itu," katanya.
(ant/ fis)
Load more