Internet Gratis Tersebar di Seluruh Tangsel, Diskominfo Beberkan Titik-titiknya
- Pexel/Roberto Nickson
Tangerang Selatan, tvOnenews.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi mengoperasikan 5.000 titik internet gratis yang tersebar di berbagai ruang publik dan fasilitas ibadah.
Langkah strategis ini diambil guna menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin bergantung pada ekosistem digital sekaligus mempersempit kesenjangan akses informasi di wilayah tersebut.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin, menegaskan program ini bukan sekadar penyediaan infrastruktur jaringan, melainkan bagian dari transformasi pelayanan publik yang inklusif.
Menurutnya, internet kini telah bergeser menjadi kebutuhan dasar masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
“Kami memahami bahwa internet hari ini sudah menjadi kebutuhan dasar. Dengan 5.000 titik internet gratis ini, kami ingin memastikan setiap warga Tangsel tanpa terkecuali memiliki akses yang sama terhadap informasi, pendidikan, peluang usaha, dan layanan pemerintah,” ujar Asep dilansir Sabtu (28/2/2026).
Menjangkau Taman hingga Rumah Ibadah
Layanan internet gratis tersebut telah menjangkau titik-titik krusial seperti taman warga, balai warga, masjid, gereja, taman kota, hingga lapangan olahraga.
Kehadiran jaringan di fasilitas ibadah disebut menjadi simbol bahwa transformasi digital harus berjalan berdampingan dengan nilai kebersamaan masyarakat.
“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang menghadirkan kemudahan dan manfaat nyata bagi warga. Kami ingin ruang-ruang publik di Tangsel menjadi ruang yang terkoneksi, produktif, dan memberdayakan,” tambahnya.
Dari sisi teknis, Diskominfo memastikan kualitas koneksi tetap stabil melalui sistem pemantauan terpusat.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan akses sekaligus mencegah penyalahgunaan jaringan publik.
Bagian dari Strategi SPBE
Program ekspansi konektivitas ini merupakan pilar dari strategi besar Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kota Tangerang Selatan.
Selain penyediaan Wi-Fi publik, Pemkot juga tengah memacu integrasi layanan melalui pengembangan pusat data (data center), optimalisasi command center, hingga integrasi aplikasi antar perangkat daerah.
Kehadiran 5.000 titik internet gratis ini sekaligus mempertegas posisi Tangerang Selatan sebagai kota yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
“Pemerintah daerah berharap infrastruktur ini mampu meningkatkan daya saing warga di tengah persaingan global yang semakin terkoneksi,” kata Asep.
Dampak Nyata bagi Warga
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh berbagai lapisan masyarakat. Rina (17), pelajar SMA di kawasan Pamulang, mengaku fasilitas tersebut sangat membantu aktivitas belajarnya.
“Sekarang saya sering belajar dan mengerjakan tugas di taman dekat rumah karena ada Wi-Fi gratis. Sangat membantu, apalagi kalau kuota di rumah habis,” tuturnya.
Dampak positif juga dirasakan sektor ekonomi kerakyatan. Ahmad (34), pelaku UMKM kuliner di Ciputat, kini lebih giat memanfaatkan pemasaran digital.
“Saya bisa langsung upload produk dan promo ke media sosial tanpa khawatir kuota. Penjualan jadi lebih lancar. Ini sangat membantu kami yang usaha kecil,” ujarnya.
Sementara itu, Dedi (45), warga yang rutin berolahraga di ruang terbuka, menilai keberadaan Wi-Fi publik membuat kawasan publik menjadi lebih fungsional.
“Sambil istirahat setelah olahraga, kita tetap bisa akses informasi atau kerja ringan. Rasanya Tangsel makin modern,” katanya.
Menanggapi berbagai testimoni tersebut, Asep menegaskan bahwa transformasi digital harus menghadirkan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Diskominfo, kata dia, tidak hanya fokus pada pembangunan jaringan, tetapi juga memastikan kualitas koneksi, stabilitas layanan, serta keamanan akses melalui sistem pemantauan terpusat.
“Pengelolaan jaringan dilakukan secara profesional dengan pemeliharaan berkala dan penguatan sistem keamanan untuk mencegah penyalahgunaan,” tegasnya.
Melalui ketersediaan 5.000 titik internet gratis ini, Pemkot Tangerang Selatan mempertegas komitmennya sebagai kota yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing di era digital.
Load more