Kualitas Udara Semakin Memburuk, Individu Diingatkan Akan Kesadaran Jaga Kelestarian Bumi
- Istimewa
Tangsel, tvOnenews.com - Memburuknya kualitas udara yang banyak disesbabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan.
Hal ini disampaikan dalam talkshow bertajuk 'Lingkungan Dalam Perspektif Islam pada kegiatan MemBumi' yang digelar Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat Timur, Kota Tangsel.
Head of Program NGO Bicara Udara, Primadita Rahma Ekida menyoroti persoalan kualitas udara yang semakin memburuk akibat berbagai aktivitas manusia salah satunya praktik pembakaran sampah.
Menurutnya hubungan manusia dengan alam tidak dapat dipisahkan dari perannya sebagai khalifah yang bertanggungjawab menjaga kelestarian bumi.
Karenanya, kata Primadita, kesadaran lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembakaran sampah masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk Tangerang Selatan. Banyak masyarakat yang melakukan pembakaran sampah tanpa mengetahui kandungan berbahaya dari material yang dibakar,” kata Primadita, Jumat (6/6/2026).
Primadita menegaskan bahwa udara merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipilih seperti makanan.
Ia menekankan setiap orang menghirup udara yang sama sehingga kualitas udara menjadi isu kesehatan yang harus mendapat perhatian serius.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UMJ, Sularno menilai bahwa saat ini terjadi pergeseran pemahaman masyarakat terhadap lingkungan.
Menurutnya, penghijauan dan keberadaan tanaman masih sering dianggap hal yang sepele.
Sedangkan, kata Sularno, dampak kelalaian tersebut sangat besar terhadap kualitas lingkungan dan udara yang dirasakan saat ini.
“Generasi berikutnya memiliki tugas untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeliharaan lingkungan dan penanaman pohon,” ujarnya.
Sularno menjelaskan bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada sektor pertanian dan keberadaan tumbuhan.
Ia menyebut sekitar 95 persen kehidupan manusia bergantung pada hasil pertanian sehingga kepedulian terhadap tanaman dan pohon harus menjadi perhatian bersama.
Sularno menekankan UMJ memiliki tanggung jawab untuk menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kampus memang penting, tetapi upaya pelestarian lingkungan tidak boleh diabaikan.
“Tidak perlu menunggu melakukan hal besar. Mulailah dari langkah-langkah sederhana untuk melindungi lingkungan,” katanya.(raa)
Load more