Kubu UIN Jakarta Tanggapi Video Viral Soal Kegiatan Visitasi dan Sosialiasi di Pamulang
- Tangkapan layar video viral
Kota Tangsel, tvOnenews.com - Viral di media sosial video adanya sekelompok orang yang bersitegang dengan Rektorat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat kegiatan visitasi dan sosialisasi di lingkungan Triguna dan SDIP Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dalam video yang diunggah akun instagram @jabodetabek24info peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (4/6/2026).
Terlihat sekelompok orang tersebut menghalangi Rektorat UIN Jakarta yang akan melakukan kegiatan visitasi dan sosialisasi tersebut.
Kuasa hukum UIN Jakarta, Alwani mengatakan bahwa video tersebut memutarbalikkan fakta oleh eks pimpinan yayasan yang ilegal.
Alwani membantah berbagai tuduhan mengenai adanya penyerbuan, pengerahan massa oleh pihak kampus, hingga dugaan kekerasan yang menyebabkan korban luka berat tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
“Video yang beredar secara utuh justru memperlihatkan kronologi yang sebenarnya. Kegiatan visitasi dan sosialisasi dilakukan secara terbuka dan resmi oleh pihak Rektorat UIN dan Kementerian Agama. Video itu jelas meluruskan sejumlah informasi yang berkembang agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang,” kata Alwanih kepada Alwani, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Alwanih menuturkan tuduhan bahwa pihak rektorat melakukan penyerbuan tidak berdasar.
Ia menjelaskan, Rektor UIN Jakarta beserta jajaran datang secara baik-baik untuk melakukan sosialisasi dan visitasi terkait status satuan pendidikan yang berada di bawah UIN Jakarta.
Dalam rekaman video, kata Alwani, rombongan rektorat terlihat memasuki lokasi dengan cara yang santun dan bahkan menyapa yang merupakan mantan ketua yayasan.
“Dalam video terdengar jelas adanya perintah yang disampaikan oleh Ilham Aufa dengan kalimat, ‘Perintah saya tidak boleh dibuka’, yang kemudian diikuti dengan penutupan akses,” ujar Alwanih.
Ia juga membantah narasi yang menyebut pihak kampus mengerahkan massa.
Berdasarkan fakta di lapangan, justru terdapat puluhan orang yang menghadang kegiatan sosialisasi dan menutup akses gerbang sekolah.
“Orang-orang tersebut bukan bagian dari civitas akademika maupun pihak yang memiliki kepentingan langsung terhadap kegiatan sosialisasi. Mereka menghalangi kegiatan resmi yang dilakukan oleh rektorat,” katanya.
Akibat penutupan akses tersebut, lanjut Alwani, sejumlah wali murid dan pihak yang berada di dalam area sekolah sempat mengalami kesulitan keluar dari lokasi.
Load more