News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tradisi Mapag Tamba, 9 Mata Air Suci Dibawa Keliling Desa Ritual Terhindar Dari Wabah

"Mapag Tamba adalah salahsatu bagian dari rangkaian budaya agrari pada kalender tani di desa-desa khususnya Indramayu," kata Kuwu/Kepala Desa Cempeh Carkana,
Sabtu, 12 Februari 2022 - 10:24 WIB
Warga sedang berdoa saat gelar tradisi Mapag Tamba, 9 Mata Air Suci Dibawa Keliling Desa
Sumber :
  • tim tvOne - Opih Riharjo

Indramayu, Jawa Barat - Salah satu Tradisi rutin yang dilakukan setiap tahun sebagai salahsatu warisan leluhur yang hingga kini terus dilestarikan khusunya masyarakat desa yang mayoritas warganya sebagai petani, yaitu Mapag Tamba.

Seperti yang dilakukan masyarakat desa Cempeh kecamatan Lelea kabupaten Indramayu Jawa barat, bersama sejumlah perangkat desa mengelilingi desa mereka dengan membawa batang bambu yang berisi air tambah atau air obat yang berasal dari 9 mata air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mapag Tamba adalah salahsatu bagian dari rangkaian budaya agrari pada kalender tani di desa-desa khususnya Indramayu, dimulai dari sedekah bumi, Mapag Tamba dan ditutup dengan Mapag Sri yang sudah ada sejak jaman dulu" jelas Kuwu/Kepala Desa Cempeh Carkana, kepada tvonenews.com, Sabtu (12/2/2022)

Menurut Kuwu Carkana, Tradisi Mapag Tamba merupakan ritual yang dilakukan setelah tanaman padi berumur 40 hari setelah masa tanam. Dan Mapag Tamba juga bisa disebut tolak bala.

Kuwu Carkana menceritakan, pada prosesi Mapag Tamba yang dilakukan, setiap perangkat desa membawa bilah bambu yang diisi air dari 9 mata air. pada umumnya masyarakat menyebutnya dengan air suci, yang sebelumnya diambil dari sumur tua termasuk air laut.

Lanjut Carkana, sejumlah perangkat desa yang bertugas membawa air Tamba/air suci dibagi beberapa kelompok dan disebar ke berbagai penjuru desa. Masing-masing kelompok akan berjalan dengan menempuh jarak yang sebelumnya telah ditentukan secara bersama-sama, sampai seluruh desa khususnya areal pesawahan terkelulingi semua.

"Air dalam bilah/ batang bambu dibawa pamong desa atau disebut wadiyabala nibakena Tamba dan selama prosesi berlangsung tidak diperkenankan berbicara dan tidak boleh menengok kebelakang" jelas Carkana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Carkana menambahkan, tujuan Mapag Tamba ini sebenarnya menyangkut hajat hidup orang banyak. Yaitu sebagai ucap syukur, sekaligus memohon doa keselamatan bagi warga termasuk untuk tanaman padi para petani jauh dari hama dan bencana supaya pertaniannya berhasil.

"Mari kita jaga dan lestarikan adat serta budaya yang sudah ada turun temurun, agar anak cucu kita bisa merasakan adat,budaya  dan kearifan lokal yang ada" imbuhnya. (Opih Riharjo/ito)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bicara di Akun Resmi Lille, Calvin Verdonk Buka Suara Usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bicara di Akun Resmi Lille, Calvin Verdonk Buka Suara Usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Calvin Verdonk tak punya banyak waktu untuk larut dalam euforia setelah membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

Ramalan keuangan dan karier 12 shio besok, 11 Oktober 2026. Shio Naga, Monyet, dan Kuda berpeluang dibanjiri rezeki serta peluang baru.
Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Persaingan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026 kini berjalan semakin ketat dengan bangkitnya Marc Marquez dan Ducati.
Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghidangkan kuliner khas Sunda saat menjamu para delegasi investor Jepang. KDM juga berbincang-bincang mengenai filosofi kebahagiaan dan ritme kerja antara orang Sunda dan orang Jepang.
Cara Tepat Mencegah Sakit Influenza A, Satu Kebiasaan Baik Ini Jangan Dilupakan

Cara Tepat Mencegah Sakit Influenza A, Satu Kebiasaan Baik Ini Jangan Dilupakan

Ternyata ada cara tepat untuk mencegah influenza A. Hal ini dijelaskan oleh Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni.
Pastikan Jajal Yordania, Suriah Dikaitkan Jadi Lawan Kedua Timnas Indonesia di FIFA Matchday Edisi November 2026

Pastikan Jajal Yordania, Suriah Dikaitkan Jadi Lawan Kedua Timnas Indonesia di FIFA Matchday Edisi November 2026

Yordania telah lebih dahulu mengumumkan jadwal pertandingan di FIFA Matchday edisi November dengan menjamu Timnas Indonesia dan Australia.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT