News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

TInggal di Gubug Reyot 3x3 Selama 7 Tahun, Keluarga Miskin Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Mereka berempat tak hanya harus berbagi ruang di tempat yang sempit, namun juga sangat tidak nyaman. Jika hujan rumahnya bocor, saat kemarau terasa gerah, sedangkan saat ada angin kencang dinding gubug tak mampu menahannya.
Rabu, 9 Maret 2022 - 13:35 WIB
Dodi, warga Bandung yang tinggal di gubuk reyot ukuran 3x3 bersama istri dan 3 anaknya
Sumber :
  • Suhendar

Kabupaten Bandung, Jawa Barat - Hampir tujuh tahun ini keluarga Dodi Hermawan (35) beserta istri dan dua anaknya tinggal di gubuk reyot berukuran 3x3 meter. Gubuknya berada di pinggiran Kampung Baru, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Mereka berempat tak hanya harus berbagi ruang di tempat yang sempit, namun juga sangat tidak nyaman. Jika hujan rumahnya bocor, saat kemarau terasa gerah, sedangkan saat ada angin kencang dinding gubug tak mampu menahannya. Mereka hanya bisa pasrah dengan kondisi ini karena penghasilan Dodi sebagai penjual cilok goreng tak cukup untuk memperbaiki atau membangun rumah yang lebih layak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Untuk sehari-hari pekerjaan saya tidak menentu berjualan cilok telor dengan penghasilan bersih 20 ribu rupiah perharinya.  Saya juga tidak punya pekerjaan lain,” kata Dodi kepada TvOne news.com Rabu, 9/3/2022.

Sebagai kepala rumah tangga, Dodi punya mimpi untuk membahagiakan istri dan anaknya. Membangun rumah yang layak huni dan jadi tempat istirahat yang nyaman. Meski termasuk dalam keluarga miskin, mereka tak pernah tersentuh program Rutilahu atau rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni dari pemerintah. 

”Hingga saat ini tidak ada bantuan renovasi rumah dari pemerintah, mau di bangun sendiri tidak ada biaya,” keluhnya.

Heni Sumarni (37) istri Dodi berharap ada donatur atau pemerintah dapat membantu memperbaiki rumah mereka.

”Saya hanya berharap pemerintah bisa membantu membangun rumah. Saya sungguh bingung saat pandemi Covid -19, saya pun belum mendapat bantuan," ungkap Heni.

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Supriatna menuturkan, pihaknya sudah memerintahkan dinas terkait untuk segera mendatangi rumah Dodi dan merenovasinya. 

”Saya sudah perintahkan kepada dinas perumahan pemukiman dan pertamanan untuk segera melakukan langkah cepat merenovasi rumahnya," tutur Dadang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dadang berjanji proses renovasi rumah akan dilakukan dalam waktu cepat. 

”Insya Alloh secepatnya rumah Dodi akan segera dibedah rumah,” janji Dadang. (Suhendar/Hdi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi soal upaya Presiden ke-7 RI Jokowi yang kembali melakukan safari politik ke sejumlah daerah.
Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT