News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bansos PKH dan Program Sembako: Sepenggal Harapan dalam Balut Berkah Ramadhan

Sesuai julukannya sebagai kota hujan, Bogor senantiasa berkelindan dengan mendung, dan rintik hujan. Bagi warganya, justru akan jadi tidak biasa bila tidak hujan dalam hari-harinya.
Kamis, 13 Maret 2025 - 15:20 WIB
Warga penerima Bansos di Bogor.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Sesuai julukannya sebagai kota hujan, Bogor senantiasa berkelindan dengan mendung, dan rintik hujan. Bagi warganya, justru akan jadi tidak biasa bila tidak hujan dalam hari-harinya. Tiap tetes hujan dimaknai warga Bogor membawa harapan dan berkah. Hal yang sama berlaku di Kantorpos Cabang Utama (KCU) Bogor. 

Seperti pagi yang mulai gerimis di di awal Maret ini serasa tetesan asa dan berkah bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bogor. Bantuan sosial (bansos) Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI, yang disalurkan PT Pos Indonesia (Persero) atau yang dikenal dengan brand PosIND, diterima langsung di tangan mereka tepat waktu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih dari sekadar angka, bantuan ini selain melakoni jargonnya sebagai jaring pengaman sosial atau sematan sebagai penguat di tengah beratnya beban ekonomi, bantuan tunai ini menjadi sangat berarti  bagi warga penerima karena berbarengan dengan bulan suci Ramadan.

Mengawali hari Ramadan 1446 hijriah, gelombang warga datangi Kantorpos Bogor. Gelombang warga yang mendapat undangan ini berbaris mengular dengan tertib. Ya, ratusan warga yang datang di Kantorpos ini adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima Bantuan Sosial (bansos) Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH). Pada triwulan pertama tahun 2025 ini, PosIND menyalurkan bantuan tunai ini dengan alokasi untuk 32.743 KPM di seluruh wilayah Bogor. Di balik penyaluran bansos PKH dan Program Sembako ini, tersimpan cerita perjuangan, dedikasi, dan kerja sama berbagai pihak.

Cerita Penerima Manfaat
Asri Suhati, warga Bogor Timur, mengungkapkan proses perjalanannya mendapatkan bantuan ini. 

"Saya ingat betul, prosesnya dimulai dua tahun lalu saat saya mendaftar di kelurahan. Dengan bantuan RT dan RW, saya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kalau nggak salah dulu waktu itu ada survei. Sudah gitu, setelah menunggu sekian lama, dua tahunan akhirnya saya bisa dapat (Bansos) Sembako dan uang PKH sebesar 875 ribu," ujar Asri. 

Uang tersebut ia gunakan untuk biaya pendidikan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMA dan SMP. Asri yang pernah mengambil bansos melalui komunitas yaitu di rumah ketua RW, kali ini mengambil bansosnya di Kantorpos. Menurutnya pelayanan di Kantorpos relatif cepat dan lancar. 

“Enggak terkendala apa-apa, hanya mungkin saya datangnya udah siang juga (jadi mengantre),” kata Asri.

Bantuan uang ini sangat berarti bagi Asri khususnya untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya.

"Rasanya seperti beban sedikit terangkat," tambahnya tersenyum.

Sementara itu, Susanti, yang menerima Bansos PKH sebesar Rp1.325.000 untuk periode tiga bulan, berbagi cerita tentang berartinya manfaat bantuan ini baginya. 

Mirip dengan Asri Suhati, proses Susanti mendapatkan bansos ini terbilang cukup lama. “Prosesnya lumayan lama, karena saya baru juga, apa namanya dari RT, RW  terus di minta KTP dan KK. Setelah itu dari pengurus desa juga yang menyampaikan saya waktu itu dapat PKH,” tutur Susanti.

Kebutuhan sekolah anak juga jadi prioritas Susanti ketika ditanya penggunaan uang bantuan yang diperolehnya.

"Uang ini sangat membantu untuk kebutuhan sekolah anak-anak dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Saya berharap program ini bisa terus berjalan, karena banyak keluarga seperti saya yang sangat terbantu," ungkapnya.

Warga penerima Bansos di Bogor.
Warga penerima Bansos di Bogor.
Sumber :
  • Istimewa

 

Cerita lain datang dari Bu Heni Yuliasari, warga Kecamatan Tanah Sareal, yang menerima Rp600 ribu. 

"Setiap tiga bulan saya mendapatkan bantuan ini. Uang tersebut saya manfaatkan untuk kebutuhan anak-anak, terutama biaya sekolah. Semoga program ini terus berlanjut dan membantu lebih banyak keluarga," katanya​.

Husen, yang menerima bantuan melalui metode door-to-door, mengungkapkan rasa syukurnya kepada petugas PosIND yang mendatangi rumahnya. 

"Saya tidak bisa keluar rumah karena kondisi kesehatan saya. Alahmdulillah, sedikit-sedikitnya bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan makan dan obat-obatan sedikit. Syukur, syukur ke Allah supaya langgeng lah bantuan nya gitu dan orang-orangnya supaya sehat-sehat semua bersyukur sekali, semoga program ini terus ada," tuturnya dengan penuh harap.

Husen yang mendapat Rp600 ribu sebelumnya masih bekerja membuat benang untuk dijadikan bahan sol sepatu, kini sudah tidak bekerja lagi. Ia hanya mengandalkan uang bansos ini untuk kesehariannya. Uang bantuan yang diantarkan petugas PosIND langsung ke rumahnya sangat disyukuri Husen. 

“Untuk pemerintah, Kantorpos yang sudah menyelurkan bantuannya, terima kasih. Alhamdulillah ya, nyalurkan bantuannya jadi ada tunjangan-tunjangan sedikit-sedikit. Jadi ada harapan, gitu. Jadi sudi juga ngantarin ke rumah karena sudah gak bisa ke mana-mana. Terima kasih, alhamdulillah,” kata Husen.

KPM yang mendapatkan bansos dengan layanan antar ke rumah atau door to door lainnya adalah Kasminem.Kasminem yang sudah lanjut usia ini mengucap syukur dapatbanutan uang.

Yang menarik dari Kasminem, di usianya yang sudah lanjut membuatnya tidak terlalu memikirkan kebutuhan sehari-hari seperti idealnya pengunaan uang bantuan tersebut bagi orang lain. Baginya ramadan adalah bulan penuh berkah, sehingga menurutnya uang bantuan itu bukan hanya miliknya.

“Kebetulan, Ibu ingin jariah, ingin buat amal jariah. Mau dijariahkan separuh, sama untuk belanja separuh. Sudah segitu saja. Terima kasih banyak atas bantuannya,” pungkas Kasminem.

Juru Bayar: Kerja Sekaligus Ladang Amal 
Atik, salah seorang petugas PosIND atau tepatnya juru bayar door-to-door di KCU Bogor, menceritakan pengalamannya yang penuh tantangan. 

"Kami sering harus berjalan jauh, bahkan di tengah hujan, untuk memastikan bantuan sampai ke tangan KPM. Dalam sehari, biasanya kami melayani 75 hingga 80 KPM, tergantung cuaca dan kondisi lapangan," jelasnya. 

"Cuaca yang tidak menentu memang menjadi tantangan sendiri. Nggak jelas (cuacanya). Kalau lagi panas, ya panas banget, kalau lagi hujan, nggak ada berentinya, gitu kan. Sementara kan kita harus menyampaikan bantuan ini ke KPM sekarang juga, gitu loh. Nggak jarang kalau misalkan kita sebagai juru bayar itu nggak yang mesti, walaupun hujan itu kita bisa pakai jas hujan aja. Yang penting uang dan bantuan ini nyampe ke KPM, gitu loh. Jadi nggak harus nunggu hujan dulu, sementara yang harusnya kita dapat sehari 50 KPM, misalkan kita cuma 30 gara-gara cuaca, gimana nanti. Jadi cuaca itu nggak bisa dibikin alasan. Karena bagi kita, KPM paling pertama yang kita prioritaskan, gitu loh,” tutur Atik penuh semangat.

Baginya, kebahagiaan KPM adalah sumber semangat baginya. 

"Melihat mereka tersenyum karena bantuan yang kami antar, itu adalah kebahagiaan yang tidak ternilai," tambahnya​.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Atik, metode door-to-door sangat positif karena selain KPM nya gak perlu ke luar rumah untuk mengambil atau mendapatkan haknya, juga memungkinkan tim untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. 

"Kami bisa memastikan penerima masih tinggal di alamat yang tercatat atau tidak, sehingga bantuan tidak salah sasaran. Kalau untuk kita, kita bisa ngecek, ini orang memang benar-benar ada di tempat atau tidak, gitu kan. Karena kan banyak penemuan-penemuan tuh di wilayah tuh pas door-to-door itu. Apa orang yang udah masih di situ, apa udah pindah, apa udah meninggal, atau belum, gitu loh. Kita pas door-to-door, gitu loh.," katanya​ Atik.(chm)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ulasan Menyakitkan Jurnalis Vietnam Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026: Memalukan!

Ulasan Menyakitkan Jurnalis Vietnam Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026: Memalukan!

Timnas Indonesia harus mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2026 setelah gagal menembus semifinal. Skuad Garuda hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura.
Mantan Penyidik KPK Ajak Publik Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Agar Penyidik Objektif

Mantan Penyidik KPK Ajak Publik Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Agar Penyidik Objektif

Yudi mengatakan penyidik perlu menelusuri seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut tanpa memandang jabatan maupun latar belakang.
3 Fakta Kasus Mutilasi di Depok: Polisi Masih Cari Potongan Tubuh Korban

3 Fakta Kasus Mutilasi di Depok: Polisi Masih Cari Potongan Tubuh Korban

Berikut 3 fakta kasus mutilasi di Depok: Terbaru, hingga kini polisi masih mencari potongan tubuh korban.
Febrie Adriansyah Siap Hadirkan Saksi dan Ahli Meringankan dalam Kasus TPPU yang Menjeratnya

Febrie Adriansyah Siap Hadirkan Saksi dan Ahli Meringankan dalam Kasus TPPU yang Menjeratnya

Febri Diansyah mengatakan pihaknya akan menghadirkan saksi dan ahli yang meringankan dalam pemeriksaan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie.
Reaksi Ketum PSSI Erick Thohir usai Timnas Indonesia Gugur di Piala AFF 2026: Segera Evaluasi

Reaksi Ketum PSSI Erick Thohir usai Timnas Indonesia Gugur di Piala AFF 2026: Segera Evaluasi

Timnas Indonesia harus akhiri perjalanan di Piala AFF 2026 setelah gagal menembus semifinal. Ketua PSSI Erick Thohir memastikan evaluasi akan segera dilakukan.
Jadwal Uji Coba Serie A Hari Ini: Big Match Juventus vs Inter dan AC Milan Tantang Chelsea di Jakarta

Jadwal Uji Coba Serie A Hari Ini: Big Match Juventus vs Inter dan AC Milan Tantang Chelsea di Jakarta

Sejumlah klub Serie A menjalani laga pramusim pada Sabtu (8/8/2026). Dua pertandingan mencuri perhatian adalah Juventus vs Inter Milan dan AC Milan vs Chelsea.

Trending

Ini Respons Kepala BGN Usai Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi

Ini Respons Kepala BGN Usai Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kembali terjadinya kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Perguruan tinggi terus berperan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan berbagai program yang direalisasikannya.
Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menilai perjalanan hidup dan kiprah Bahlil Lahadalia merupakan gambaran nyata tentang 'Indonesian Dream' yakni terbukanya kesempatan bagi setiap anak Indonesia untuk menggapai prestasi, meraih cita-cita, dan menjadi tokoh di tingkat nasional.
Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Upaya memperkuat ketahanan air, sanitasi, pengelolaan sampah, energi bersih, hingga transformasi kota cerdas menjadi salah satu fokus utama yang mengemuka.
Putra Kelahiran Pacitan Sukses Jegal Langkah Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026

Putra Kelahiran Pacitan Sukses Jegal Langkah Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026

Putra Kelahiran Pacitan, Jawa Timur, sukses menjegal langkah Timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar. Sosok tersebut adalah Ilhan Fandi.
Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Polisi masih mencari kaki milik K (51) yang menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi oleh Saepullah (26) di kawasan Tanah Merah, Jalan Kapling Depkes, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Selasa (4/8).
80 Ribu Air Bersih Disalurkan AHY di Madura

80 Ribu Air Bersih Disalurkan AHY di Madura

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) salurkan 80.000 liter air bersih untuk masyarakat dan pondok pesantren di Madura.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT