GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kunjungi SRMP 9 Bandung, Waka KSP Sebut Sekolah Rakyat Mampu Ubah Masa Depan Masyarakat Kecil

Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto mampu mengubah masa depan masyarakat kecil.
Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:18 WIB
Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto mampu mengubah masa depan masyarakat kecil.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto mampu mengubah masa depan masyarakat kecil. Hal ini disampaikan saat ia meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 di Sentra Wyata Guna, Kota Bandung, Rabu (27/8/2025).

Qodari menjelaskan, sejak awal Kantor Staf Presiden (KSP) terlibat aktif dalam persiapan program tersebut, mulai dari monitoring proses perintisan, renovasi gedung, penataan kelas dan asrama, hingga meninjau langsung kondisi calon siswa beserta keluarganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dan pada hari ini setelah kegiatan Sekolah Rakyat ini berjalan, maka kami merasa perlu untuk melihat bagaimana apa yang sudah direncanakan dulu berjalan pada hari ini. Dan kami mulai dari tempat ini,” ujar Qodari.

Qodari bersyukur program yang dirintis sejak awal kini sudah membuahkan hasil yang nyata dan positif.

“Alhamdulillah pada hari ini kita sudah melihat wujud nyata dari apa yang dulu direncanakan dan disiapkan. Dan menurut kami sangat-sangat baik ya. Tadi saya sudah ke kelas, kemudian juga ke asrama, juga sholat dengan siswa, makan siang juga dengan siswa,” ucapnya.

Lanjut Qodari, interaksi langsung dengan para siswa menjadi pengalaman berharga karena ia bisa merasakan semangat dan optimisme mereka.

“Di kelas tadi saya ketemu dengan anak-anak, saya tanya, semuanya senang, semuanya semangat, setiap anak punya cita-cita dan itu penting ya. Artinya kalau anak-anak sudah punya cita-cita, mereka punya tujuan dalam hidupnya,” bebernya.

Lebih lanjut Qodari menekankan, cita-cita yang dimiliki anak-anak akan menjadi motivasi kuat untuk belajar lebih rajin, beribadah dengan sungguh-sungguh, serta menatap masa depan dengan optimisme.

“Dan itu ya akan menjadi faktor pendorong bagi anak-anak ini untuk bisa belajar dengan rajin, belajar dengan sungguh-sungguh, beribadah dengan baik, dan mudah-mudahan apa yang dijalankan pada hari ini merupakan suatu langkah yang betul-betul akan menuju cita-cita yang diharapkan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Qodari juga menyempatkan diri berdialog dengan kepala sekolah, para guru, hingga para petugas kebersihan, keamanan, dan dapur.

Qodari menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh siswa dan tenaga pendidik, tetapi juga oleh seluruh ekosistem yang bekerja mendukung jalannya kegiatan.

“Ketemu juga tadi dengan ekosistem yang ada di tempat ini, ketemu dengan kepala sekolah, dengan guru, petugas kebersihan, petugas keamanan, petugas masak,” ucapnya.

tvonenews

Lebih jauh, Qodari menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan sebuah privilege bagi masyarakat lapisan terbawah, khususnya desil 1 dan 2, yang kini memiliki akses pada pendidikan berkualitas.

“Sekali lagi ini merupakan suatu privilege ya, bahwa masyarakat kita dari kalangan yang paling bawah, desil 1, desil 2, bisa mendapatkan program dari Presiden Prabowo, program yang betul-betul mampu memperbaiki status dan kondisi kebutuhan mereka, masa depan mereka yang tadinya sulit, pada hari ini insyaallah menjadi cerah,” paparnya.

Qodari menambahkan, program ini membuktikan komitmen Presiden Prabowo yang mampu diimplementasikan secara konkret. Meskipun bagi sebagian pihak program ini dianggap sulit dijalankan, berkat kerja sama lintas kementerian/lembaga serta komunikasi yang baik, hasilnya bisa terwujud dengan nyata.

“Dan sekali lagi kita melihat bagaimana pada hari ini program Pak Prabowo itu betul-betul bisa diimplementasikan dengan konkret, program-program yang mungkin bagi sebagian orang sulit atau bahkan tidak akan dilaksanakan, tapi dengan kerja sama berbagai KL, dengan komunikasi yang bagus, dengan kesungguhan, bisa terwujud dengan baik,” jelasnya.

Qodari juga menyoroti perubahan nyata pada para siswa. Anak-anak yang sebelumnya hanya bisa makan sekali sehari, kini sudah mendapatkan tiga kali makan bergizi setiap harinya. Hal ini membuat mereka terlihat lebih sehat, segar, dan penuh optimisme.

“Jadi yang tadinya makan sehari sekali, sekarang makan 3 kali sehari dan bergizi ya, semuanya sehat, segar, dan kemarin sudah sempat ada kegiatan break ya, pulang, apa namanya Pak? Pesiar gitu, dan ternyata gak sabar untuk pulang gitu,” ungkapnya.

Menurut Qodari, para siswa membawa cerita positif ketika pulang ke rumah, yang membuat orang tua mereka lebih optimis dan bahagia.

“Di rumah mereka cerita mengenai kondisi di sini dengan orang tuanya, dan ceritanya, cerita-cerita yang saya yakin akan membuat orang tuanya menjadi lebih optimis dan bahagia,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Qodari memberikan apresiasi kepada Kementerian Sosial yang telah melaksanakan program ini dengan baik. Ia berharap pengalaman positif di Bandung juga dapat terwujud di wilayah lain.

“Jadi selamat buat teman-teman dari Kementerian Sosial yang telah melaksanakan kegiatan ini sampai pada hari ini. Selanjutnya kami juga nanti akan jalan ke wilayah-wilayah yang lain untuk melihat perbedaan-perbedaan yang ada. Mudah-mudahan apa yang dilihat pada hari ini juga sama baiknya di tempat-tempat yang lain.” tutupnya.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ngadu Beasiswa Tak Kunjung Cair ke Dedi Mulyadi, Mahasiswa Uninus Ini Malah Dibiayai Kuliah sampai Lulus

Ngadu Beasiswa Tak Kunjung Cair ke Dedi Mulyadi, Mahasiswa Uninus Ini Malah Dibiayai Kuliah sampai Lulus

Aksi penertiban bangunan liar yang dipimpin Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Kota Bandung mendadak berubah haru setelah seorang mahasiswa menyampaikan curhatan.
Effendi Simbolon Anggarkan Rp10 M Benahi Kampus UHN: Kami Ingin Kampus Ini Jadi Persemaian Tunas-tunas Harapan Bangsa

Effendi Simbolon Anggarkan Rp10 M Benahi Kampus UHN: Kami Ingin Kampus Ini Jadi Persemaian Tunas-tunas Harapan Bangsa

Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, menegaskan yayasan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan sarana prasarana kampus.
Kapolri Lapor Pembangunan SPPG Polri ke Presiden: 33 Dibangun di Wilayah 3 T dan 47 Pakai Energi Terbarukan

Kapolri Lapor Pembangunan SPPG Polri ke Presiden: 33 Dibangun di Wilayah 3 T dan 47 Pakai Energi Terbarukan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri yang tersebar di seluruh Indonesia di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Resmi! Teja Paku Alam Masuk Pertimbangan John Herdman untuk Dipanggil ke Timnas Indonesia setelah Tampil Impresif di Persib

Resmi! Teja Paku Alam Masuk Pertimbangan John Herdman untuk Dipanggil ke Timnas Indonesia setelah Tampil Impresif di Persib

Teja Paku Alam resmi masuk pertimbangan John Herdman ke Timnas Indonesia setelah tampil impresif bersama Persib Bandung dengan catatan clean sheet terbanyak.
FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya.
LPG Mahal, KDM Ajak Warga Jabar Masak Pakai Kayu atau Gas dari Kotoran Sapi: Yang di Kota Pakai Kompor Listrik

LPG Mahal, KDM Ajak Warga Jabar Masak Pakai Kayu atau Gas dari Kotoran Sapi: Yang di Kota Pakai Kompor Listrik

Kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi yang terjadi belakangan ini memantik respons dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM ini menilai

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT