Tembok Penahan Tebing Setinggi 10 Meter di Rancakalong Sumedang Longsor Menimpa Rumah Warga Hingga Jebol
- Lutfi Setia Rafsanjani
Kabupaten Sumedang, Jawa Barat - Akibat tidak mampu menahan debit air hujan yang deras, Tembok Penahan Tebing (TPT) setinggi 10 meter dengan lebar 20 meter longsor, dan menimpa dua rumah warga di Dusun Selaawi RT 01 RW 07, Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Selasa (19/4/22) petang.
Rabu (20/4/22) siang, pantauan tvonenews.com di lokasi, sejumlah warga tampak bergotong royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah Abdul Holik dengan peralatan seadanya.
Keluarga pemilik rumah, Dodo mengatakan, peristiwa terjadi pada Selasa petang saat cuaca di wilayah tersebut diguyur hujan deras, membuat TPT di belakang rumah ambruk dan menjebol dinding ruang tengah dan dapur.
"Awal kejadiannya pas hujan gede dan tidak berhenti-berhenti dari sore. Tiba-tiba TPT yang ada di belakang longsor, pas dilihat sudah pada jebol tembok ruang tengah dan dapur kena hantaman material longsor," kata Dodo.
Saat kejadian, kata Dodo, pemilik rumah dan anaknya beruntung tidak berada di rumah. Saat itu, anaknya tengah bersama kakeknya hingga tidak mengakibatkan korban jiwa dan semuanya selamat.
"Harapannya mudah-mudahan pihak terkait bisa menolong untuk memperbaiki rumah, agar bisa di tempati kembali," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Selaawi 2, Nurohim Faturohman mengatakan, kejadian longsor di Dusun Selaawi terdapat 4 titik longsoran. Namun, yang cukup parah menimpa rumah milik abdul holik.
"Kejadian kemarin saat hujan turun yang cukup deras, kebetulan yang longsor TPT itu merupakan jalur akses warga RT 01 RW 07 pas debit airnya tinggi dan tidak tertampung sehingga tebing jalan longsor dan terkena rumah," kata Nurohim.
Warga yang terdampak, kata Nurohim, sudah diungsikan ke rumah kerabatnya masing-masing. Rumah terdampak ada dua rumah milik Pak RT 01 di sebelah atas dan rumah yang berada di pinggirnya.
"Warga yang terdampak saat ini kebetulan sudah diungsikan ke rumah tetangganya untuk mengantisipasi adanya longsor susulan," ucapnya.
Nurohim mengimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi saat ini, meski tidak ada korban jiwa namun dalam peristiwa tersebut kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Load more