News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gudang Petasan di Tasikmalaya Digerebek Polisi, Ternyata Pemiliknya Emak-Emak

Rumah emak-emak di Jalan Babakan Selako, Cihideung, Tasikmalaya itu digerebek lantaran diduga dijadikan gudang penyimpanan petasan. Petugas menyita jutaan petasan
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 26 April 2022 - 16:08 WIB
Polisi tunjukkan petasan sitaan dari rumah emak-emak di Tasikmalaya
Sumber :
  • Denden Ahdani

Tasikmalaya, Jawa Barat - Sebuah rumah berlantai 3 di Jalan Babakan Selako (Pasar Wetan), Kampung Aspar, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, digerebek aparat dari Satsabhara Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (26/04/22) siang. Rumah itu digerebek lantaran diduga dijadikan gudang penyimpanan petasan. Benar saja, setelah didobrak petugas, hampir seluruh ruangan di dalam rumah itu dipenuhi oleh berbagai jenis petasan.

Saat polisi mendatangi rumah itu, si penghuni yang merupakan emak-emak berinisial CC (49) enggan memberikan keterangan. Akhirnya petugas membuka secara paksa rumah itu, dan dilakukan penggeledahan. Alhasil, ditemukan ratusan ribu butir petasan dari beberapaa ruangan terpisah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota AKP Sunarto mengakan, penggerebekan itu dilakukan berkat adanya laporan dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar ditemukan jutaan butir petasan berbagai jenis. Pemiliknya merupakan seorang ibu rumah tangga berusia 49 tahun.

"Jadi bisa saya jelaskan, awalnya ada laporan yang masuk ke polres. Kemudian, setelah mendapat informasi, saya perintahkan perwira saya sama anggota untuk melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan penyelidikan, dinyatakan A1. Akhirnya hari ini, saya bersama tim cek ke TKP. Ternyata, si pemilik bernama Ibu CC, benar mengakui memiliki petasan sebanyak jutaan butir," kata Sunarto.

Hasil pemeriksaan sementara, petasan yang diduga akan diedarkan pada malam lebaran ini didapat CC dari wilayah Cirebon, Jawa Barat. Petugas menemukan petasan tersebut di dua tempat yang lokasinya berdekatan, tetapi masih satu pemilik.

"Ibu CC ini memperoleh petasan dari wilayah Cirebon. Ini pemiliknya masih sama, ibu Cucu. Namun, barangnya ini disimpan di dua gudang yang tempatnya berdekatan," tambah Sunarto

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jutaan butir petasan siap edar ini langsung dievakuasi petugas gabungan Polres Tasikmalaya Kota bersama Brimob Polda Jawa Barat menggunakan truk dalmas. 

"Ini setelah kita lakukan penyitaan, setelah itu kita angkut, kita amankan barang bukti berikut tersangka. Nanti sambil proses, kita akan musnahkan (hasil sitaan)," pungkasnya. (dai/act)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri

Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat. 
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Eks Rekan Layvin Kurzawa di PSG Jadi Kandidat Pemain Naturalisasi Anyar Timnas Indonesia?

Eks Rekan Layvin Kurzawa di PSG Jadi Kandidat Pemain Naturalisasi Anyar Timnas Indonesia?

Mitchel Bakker, bek kiri 25 tahun yang pernah memperkuat PSG bersama pemain anyar Persib, Layvin Kurzawa, kembali menjadi sorotan suporter Timnas Indonesia.
Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Persija Jakarta resmi mendatangkan penyerang muda Timnas Indonesia Mauro Zijlstra pada Rabu (4/2/2026). Perekrutan ini menjadi langkah konkret Macan Kemayoran -
Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Hujan deras menyebabkan 39 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam banjir, Rabu (4/2/2026).
Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menanggapi kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat bunuh diri. Ia menyinggung soal bansos.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT