Mengenal Sekolah Maung, Program Pendidikan Unggulan Dedi Mulyadi: Ini Syarat Masuk, Jalur Seleksi, dan Daftar Sekolahnya
- Pemprov Jabar
tvOnenews.com - Belakangan ini, istilah Sekolah Maung ramai menjadi perbincangan masyarakat Jawa Barat. Program pendidikan unggulan yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut memunculkan banyak pertanyaan, mulai dari mekanisme penerimaan siswa hingga perubahan nama sejumlah sekolah favorit yang masuk dalam program tersebut.
Tidak sedikit masyarakat yang mengira Sekolah Maung merupakan sekolah baru yang akan menggantikan nama sekolah-sekolah negeri unggulan yang sudah lama dikenal publik.Â
Padahal, konsep yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat jauh lebih luas daripada sekadar pergantian identitas sekolah.Â
Program ini dirancang sebagai model pendidikan khusus untuk mencetak generasi unggul yang memiliki prestasi akademik, keterampilan vokasi, karakter kuat, dan daya saing global.
Sekolah Maung sendiri merupakan singkatan dari Sekolah Manusia Unggul. Sesuai namanya, program ini ditujukan untuk menyiapkan peserta didik terbaik Jawa Barat melalui sistem seleksi yang lebih ketat dibanding sekolah reguler.Â
Mulai tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 41 SMA dan SMK negeri di berbagai daerah akan menjadi penyelenggara program tersebut, tanpa mengubah nama resmi sekolah yang sudah ada selama ini.
Sekolah Maung Bukan Sekolah Baru, Nama Sekolah Tetap Sama
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa program Sekolah Maung tidak akan mengubah nama sekolah-sekolah negeri yang telah ditunjuk sebagai penyelenggara pendidikan unggulan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, KDM menjelaskan bahwa istilah Maung hanyalah sebuah konsep pendidikan, bukan identitas baru bagi sekolah yang bersangkutan.
"Jadi sekolahnya tetap SMA 3 Bandung, SMA 5 Bandung, itu, dan nanti di tempat lain mungkin kan ada SMA Negeri 1 Purwakarta, SMA Negeri 1 Subang, SMA Negeri 1 Indramayu. Nanti tidak ada perubahan istilah SMA 3 Maung Bandung, SMA 5 Maung Bandung, enggak ada istilah begitu," kata KDM dalam unggahannya, Minggu (17/5).
Menurutnya, kata "Maung" merupakan akronim dari Manusia Unggul. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan sekolah yang secara khusus menyeleksi siswa berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik.
Penegasan serupa disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto. Ia memastikan sekolah-sekolah yang masuk program ini tetap menggunakan nama resmi masing-masing.
Load more