Warga Jabar Harap Waspada, KDM Siapkan Mitigasi Kemarau Ekstrem Agustus-September 2026
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Gubernur menambahkan bahwa dalam APBD Perubahan mendatang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berfokus penuh pada tiga sektor utama di level akar rumput, yakni perbaikan jalan desa, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) desa, serta penyediaan fasilitas air bersih dan tata kelola sampah.
Terkait dengan ancaman lumpuhnya TPA Sarimukti yang membayangi wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Pemprov Jabar secara resmi mendukung rencana TNI untuk membangun infrastruktur pengolahan sampah modern berbasis waste to fuel.
Melalui metode Pirolisis, tumpukan sampah plastik nantinya akan diolah secara higienis menjadi bahan bakar minyak (BBM).
Langkah serupa juga direncanakan menyasar wilayah penyangga lain seperti Cirebon Raya, Bogor Raya, dan Tasikmalaya melalui pendekatan jangka pendek sosialisasi pengurangan sampah dari skala rumah tangga, serta jangka panjang lewat pemanfaatan teknologi waste to energy dan waste to fuel.
Kinerja taktis dan keseriusan KDM ini menuai pujian langsung dari Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. KASAD menilai KDM sebagai kepala daerah yang paling matang dan serius dalam melakukan mitigasi bencana multi-sektor ini.
“Gubernur yang paling serius melakukan mitigasi masalah sampah dan ancaman kemarau. Kami laporkan jika TNI sudah membangun sedikitnya 500 titik distribusi air bersih, namun memang belum terdata dengan baik, kami akan segera lakukan pendataan untuk antisipasi kemarau khususnya di Jabar,” tutur Jenderal Maruli.
Sejauh ini, keterlibatan nyata TNI telah dibuktikan lewat pembangunan proyek waste to fuel di beberapa titik krusial, seperti di TPA Bantar Gebang dan TPA Sumur Batu Bekasi, TPA Galuga Bogor, hingga TPA Sarimukti KBB.
Teknologi di Sarimukti dilaporkan siap mengolah sampah eksisting sebanyak 10 juta ton, atau hampir separuh dari total kapasitas terpasang saat ini sebesar 25 juta ton.
Selain itu, sistem pengolahan dengan insinerator bersuhu tinggi di atas 800°C dengan kapasitas pembakaran masif sebesar 800 ton per hari juga telah resmi beroperasi di Ciwastra, Kota Bandung sejak Mei lalu.
TNI menyatakan siap memperluas pembangunan fasilitas ini ke wilayah Bogor, Tasikmalaya, hingga Karawang selama lahan penunjang telah siap disediakan oleh pemerintah daerah setempat.
Load more