News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Orang Tua Murid Mengamuk karena Anak Gagal Masuk Sekolah Negeri, Dedi Mulyadi: Ini Bukan Kesalahan Mereka!

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merespons viralnya orang tua yang marah karena anaknya terancam tidak diterima di sekolah negeri. Ia menilai persoalan ini muncul karena keterbatasan daya
Jumat, 12 Juni 2026 - 00:01 WIB
Orang Tua Murid Mengamuk karena Anak Gagal Masuk Sekolah Negeri, Dedi Mulyadi Ini Bukan Kesalahan Mereka!
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan seorang orang tua mendatangi Dinas Pendidikan karena anaknya terancam tidak diterima di sekolah negeri dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Menurut Dedi, masyarakat perlu melihat persoalan tersebut secara lebih utuh. Ia menilai luapan emosi yang ditunjukkan orang tua tersebut lahir dari rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap masa depan anaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini perjuangan orang tua yang ingin anaknya masuk ke sekolah negeri," ujar Dedi Mulyadi.

Ia menjelaskan bahwa dalam proses seleksi SPMB terdapat dinamika yang cukup kompleks. Persaingan tidak hanya terjadi di antara calon siswa dalam satu wilayah, tetapi juga melibatkan peserta dari berbagai daerah yang mendaftar ke sekolah-sekolah tertentu.

Akibatnya, posisi peringkat calon peserta didik dapat berubah sewaktu-waktu. Siswa yang sebelumnya berada dalam zona aman bisa saja tergeser ketika muncul pendaftar baru dengan nilai atau kriteria yang lebih tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Tanpa pemetaan, anaknya mendapat saingan dari para pendaftar baru dan anak-anak yang tidak masuk ke sekolah tujuan sebelumnya, kemudian mendaftar di sekolah tersebut.

Akibatnya anaknya mengalami penurunan peringkat sehingga orang tuanya merasa anaknya berpotensi tidak terpetakan di sekolah negeri," jelasnya.

Dedi mengungkapkan bahwa orang tua tersebut datang ke kantor Dinas Pendidikan untuk menyampaikan kekecewaannya. Namun ketika diminta memberikan data anak dan sekolah tujuan agar dapat ditelusuri lebih lanjut, yang bersangkutan memilih tidak menyerahkan informasi tersebut.

"Beliau bilang akan mencabut data, tetapi tidak memberikan data. Tapi tidak apa-apa. Pemerintah harus bersedia menerima emosi apa pun dari warganya. Yang penting, kita ingin memberikan layanan yang terbaik," katanya.

Dedi: Kemarahan Orang Tua Bukan Kesalahan Mereka

Dalam pandangan Dedi Mulyadi, kemarahan para orang tua tidak semestinya dipandang sebagai tindakan yang sepenuhnya keliru. Ia justru menilai persoalan utama terletak pada keterbatasan kapasitas pendidikan negeri yang masih belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, negara harus berani mengakui bahwa fasilitas pendidikan negeri saat ini belum cukup untuk menampung seluruh peserta didik yang ingin bersekolah.

"Hari ini apabila banyak orang tua marah karena anak-anaknya tidak terpetakan di sekolah negeri, bukan kesalahan orang tua, tetapi kesalahan kami sebagai penyelenggara negara," tegas Dedi.

Ia melanjutkan bahwa pemerintah belum sepenuhnya mampu menyediakan sekolah negeri maupun tenaga pendidik negeri yang dapat melayani seluruh masyarakat.

"Karena kami belum bisa menyiapkan sekolah negeri bagi seluruh rakyat, guru negeri bagi seluruh rakyat. Itu kesalahannya," lanjutnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan persoalan yang selama ini menjadi tantangan dalam dunia pendidikan Indonesia. Data Kementerian Pendidikan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah lulusan jenjang sebelumnya di sejumlah daerah sering kali lebih besar dibanding daya tampung sekolah negeri yang tersedia, khususnya di wilayah perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi.

Kondisi tersebut membuat banyak orang tua menjadikan sekolah negeri sebagai pilihan utama, sementara kuota yang tersedia terbatas. Akibatnya, persaingan dalam proses penerimaan siswa baru terus meningkat dari tahun ke tahun.

Soroti Sistem Penerimaan dan Solusi untuk Siswa

Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menanggapi usulan sebagian masyarakat yang menginginkan sistem penerimaan siswa kembali menggunakan nilai ujian atau NEM sebagai faktor utama seleksi.

Menurutnya, sistem yang sederhana memang dapat menjadi salah satu alternatif. Namun ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hanya menjalankan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Ketentuan tentang kelulusan dan ketentuan tentang masuk sekolah negeri semuanya sudah diatur oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami hanya mengikuti ketentuan dan menyelaraskan apa yang ditetapkan kementerian," ujarnya.

Bahkan, Dedi mengaku akan menyederhanakan proses penerimaan siswa apabila kewenangan penuh berada di tangan pemerintah daerah.

"Kalau diberikan kewenangan kepada saya, akan saya buat semudah-mudahnya," katanya.

Meski demikian, Dedi mengajak seluruh orang tua untuk tetap fokus pada keberlanjutan pendidikan anak. Ia mengingatkan bahwa sekolah negeri bukan satu-satunya pilihan untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

"Bagi yang tidak berkesempatan terpetakan di sekolah negeri, masih ada sekolah swasta," ujarnya.

Lebih lanjut, ia memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan dukungan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

"Bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjamin biaya pendidikan gratis untuk anak-anak miskin di sekolah-sekolah swasta," pungkasnya.

Pernyataan Dedi Mulyadi tersebut sekaligus membuka kembali diskusi mengenai tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia. Di satu sisi, tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri menunjukkan besarnya kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan pemerintah. 

Namun di sisi lain, kondisi itu juga menjadi pengingat bahwa kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan yang terjangkau dan berkualitas masih jauh lebih besar dibanding kapasitas yang tersedia saat ini. (udn)
 

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polri Tetapkan 13 Tersangka Kasus TPPO WNI Modus Tentara Bayaran Rusia, Satu Masih DPO

Polri Tetapkan 13 Tersangka Kasus TPPO WNI Modus Tentara Bayaran Rusia, Satu Masih DPO

Tim Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri dan Dirres PPA-PPO Polda jajaran menetapkan 13 tersangka dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus perekrutan WNI sebagai tentara bayaran di negara Rusia.
Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027, Pekan Depan Garuda Muda Bakal Hadapi Filipina

Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027, Pekan Depan Garuda Muda Bakal Hadapi Filipina

Asa Timnas Indonesia U-17 berburu tiket Piala Asia U-17 2027 segera dimulai. Garuda Muda dijadwalkan menjalani pertandingan pertama pada Rabu (11/11/2026).
Persija Jakarta Tak Didampingi Shin Tae-yong saat Hadapi PSMS Medan di League Cup, Ini Alasannya

Persija Jakarta Tak Didampingi Shin Tae-yong saat Hadapi PSMS Medan di League Cup, Ini Alasannya

Persija dipastikan tak akan didampingi Shin Tae-yong saat bersua PSMS di League Cup 2026/2027. Hal itu disampaikan langsung oleh sang asisten, Choi In-cheul.
Imigrasi Bandar Lampung Usut Dugaan Perkawinan Pesanan di Pesawaran, 4 WNA Tiongkok dan 2 WNI Diperiksa

Imigrasi Bandar Lampung Usut Dugaan Perkawinan Pesanan di Pesawaran, 4 WNA Tiongkok dan 2 WNI Diperiksa

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung mendalami dugaan praktik perkawinan pesanan yang melibatkan empat Warga Negara Asing (WNA) berkewarganegaraan Tiongko
BNPPDT Siap Luncurkan Program 'Bangun Beranda Negeri': Fokus Benahi Infrastruktur di Perbatasan

BNPPDT Siap Luncurkan Program 'Bangun Beranda Negeri': Fokus Benahi Infrastruktur di Perbatasan

Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) kini mulai tancap gas dalam memetakan kebutuhan mendasar di wilayah terluar Indonesia melalui program bertajuk "Bangun Beranda Negeri". 
Sering Jadi Tempat Konser, Gubernur Pramono Pastikan JIS Tetap Kandang Utama Persija

Sering Jadi Tempat Konser, Gubernur Pramono Pastikan JIS Tetap Kandang Utama Persija

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menepis kekhawatiran terkait nasib Jakarta International Stadium (JIS) yang belakangan mulai sering digunakan untuk perhelatan konser. 

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT