KDM Kesal Lihat Pedagang Jualan hingga Pasang Tenda di Trotoar, Langsung Berdebat hingga Sentil Camat
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Pedagang kopi tersebut justru menyatakan dirinya bersedia. Hal ini membuat mantan anggota DPR RI itu juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta untuk sejumlah pedagang dengan syarat harus membongkar lapaknya.
Di momen itu, KDM juga memperhatikan pendidikan dari salah satu anak pedagang. Ia mendapat penjelasan bahwa ada anak berhenti sekolah sehingga mendorong dirinya ikut membantu bagian hal ini.
"Kamu balik lagi ke Garut ya, kamu sekolah dan biayanya kita tanggung," ucap dia.
Dedi Mulyadi Sentil Camat
Selain itu, KDM juga menyentil camat setempat. Hal ini tak lepas saat dirinya menemukan sebuah mobil rusak di tengah kegiatan peninjauan tersebut.
Ia terkejut mobil rusak tersebut terparkir di tepi jalan selama kurang lebih satu bulan. Ia merasa heran kendaraan itu sama sekali tidak ditindak oleh aparat setempat.
Menurut Gubernur Jabar itu, camat dan lurah setempat sudah sangat lalai. Ia tidak habis pikir permasalahan hal ini harus ditangani oleh dirinya.
"Ini bagaimana sih? Masa iya gubernur lagi yang menangani? Siapa? Camat itu harus keliling mengecek setiap hari. Malu, seharusnya sampai gubernur ngurusin kayak beginian," kata KDM.
Amarah KDM langsung memuncak saat menilai permasalahan beberapa pedagang melanggar aturan hingga kendaraan terbengkalai di trotoar bisa menjadi masalah besar. Ia menegur camat setempat tidak berani mengeksekusi persoalan tersebut.
"Kalau ibu enggak berani eksekusi, ya jangan menjadi camat. Setiap orang kan ada fungsinya. Camat itu berfungsi, kelurahan berfungsi, kalau camat dan kelurahan berfungsi, gubernurr pasti enggak usah mengurus yang beginian. Ini bukan tugas gubernur," jelasnya.
Pria berusia 55 tahun mendesak pemerintah daerah harus lebih aktif. Setidaknya jajaran Pemda turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan secara rutin.
"Pedagang yang melanggar tidak apa-apa ditegur dari awal. Jangan sampai begini karena jadinya malu, Bu. Ini Kota Bandung!," perintah Dedi Mulyadi.
Ia meyakini hasil dari penataan kawasan sekitar Gedung Sate. Hal ini bisa menjadi awal peningkatan kedisiplinan aparat memperkokoh ketertiban di area publik.
Load more