Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
- instagram poltekkes kemenkes
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi kampus untuk membantah dugaan bahwa perempuan dalam video merupakan mahasiswinya. Pihak institusi juga menjelaskan bahwa atribut pakaian yang terlihat dalam rekaman tidak sesuai dengan identitas resmi mahasiswa Poltekkes Bandung.
“Berdasarkan hasil penelusuran dan verifikasi mendalam yang telah dilakukan oleh pihak Poltekkes Kemenkes Bandung, individu yang terdapat dalam video tersebut bukan merupakan mahasiswi Poltekkes Kemenkes Bandung,” demikian bunyi klarifikasi tersebut.
Kampus kemudian menjelaskan sejumlah ketidaksesuaian yang ditemukan pada pakaian dalam video, termasuk desain seragam dan identitas visual yang dikenakan.
“Desain seragam, bentuk dan tata letak logo, serta identitas visual lainnya yang terlihat dalam video tersebut sama sekali tidak merepresentasikan seragam dan atribut resmi mahasiswa/i Poltekkes Kemenkes Bandung,” tulis pihak kampus.
Klarifikasi ini menegaskan bahwa dugaan yang menghubungkan pemeran video dengan mahasiswa Poltekkes Bandung tidak sesuai dengan hasil verifikasi institusi.
Pihak kampus juga menyayangkan beredarnya rekaman yang dinilai dapat memunculkan informasi keliru dan merugikan nama baik lembaga pendidikan tersebut.
“Poltekkes Kemenkes Bandung sangat menyayangkan beredarnya video yang tidak benar dan berpotensi merugikan nama baik Poltekkes Kemenkes Bandung,” sambung pernyataan itu.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak langsung mempercayai klaim mengenai identitas pemeran video tanpa memeriksa sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat Diminta Tidak Menyebarkan Video yang Belum Terverifikasi
Selain membantah keterkaitan pemeran video dengan mahasiswinya, Poltekkes Kemenkes Bandung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Kampus meminta publik tidak mengunduh, membagikan ulang, atau menyebarkan rekaman maupun informasi yang belum terverifikasi. Langkah tersebut penting untuk mencegah meluasnya informasi keliru dan mengurangi risiko kerugian bagi pihak-pihak yang namanya terseret dalam pemberitaan.
Dalam klarifikasinya, pihak kampus juga mengingatkan bahwa penyebaran konten dan informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan dampak negatif serta berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
“Penyebaran konten maupun informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan dampak negatif dan berpotensi melanggar ketentuan peraturan undang-undang yang berlaku,” tulis pihak Poltekkes Kemenkes Bandung.
Load more