Bukan Cuma Eks Lokalisasi Prostitusi Saritem, Polisi Bakal Sisir Permukiman yang Masuk Target Operasi Peredaran Barang Haram
- Rubby Jovan-Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Bukan cuma eks lokalisasi prostitusi Saritem, Kota Bandung, pihak kepolisian juga bakal menyisir permukiman-permukiman lainnya yang masuk target operasi peredaran penyalahgunaan narkoba.
Lokasi-lokasi yang dinilai rawan sebagai lokasi transaksi barang haram pun turut ditindak.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan penindakan yang terjadi di Saritem bukanlah penindakan sesaat.
“Nanti akan terus berlanjut tentunya ke kampung-kampung ataupun permukiman yang sudah masuk target operasi yang mana dinilai rawan terhadap peredaran narkotika di wilayah hukum Polrestabes Bandung,” katanya di Bandung, Jumat (9/10/2026).
- Cepi-tvOne
Terkait penggerebekan di Saritem, Polrestabes Bandung menyebut eks lokalisasi prostitusi itu terindikasi menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Dari penggerebekan itu, 21 orang berhasil diamankan. Adapun hasil tes urine puluhan orang yang diamakan menunjukkan indikasi positif mengonsumsi metamfetamin atau sabu.
Sementara itu, orang yang hasil tes urinenya negatif akan mendapat pendekatan preventif melalui penyuluhan yang melibatkan Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polrestabes Bandung dan jajaran polsek.
“Polrestabes Bandung merilis hasil operasi dalam rangka menindaklanjuti arahan Kapolri untuk memberantas kampung narkoba. Kami menerjunkan kekuatan kurang lebih 300 personel melakukan penggeledahan,” ujarnya.
Dedi mengatakan gang-gang permukiman disisir hingga sejumlah barang bukti diamankan, termasuk belasan alat isap yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana menambahkan 21 orang terindikasi positif metamfetamin terdiri atas 18 laki-laki dan tiga perempuan.
“Untuk orang-orang yang telah kami amankan ini kami bawa ke mako untuk dimintai keterangan guna menentukan mana yang memang sebagai pengguna saja atau mungkin terikat jaringan, sehingga dapat kami telusuri sampai ke akar-akarnya,” terangnya.
Menurutnya, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendalami keterlibatan masing-masing orang.
Pihaknya juga perlu memastikan apakah mereka hanya sebagai pengguna atau memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika. (ant/nsi)
Load more