News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

14 Orang Masih Belum Ditemukan, Basarnas: Pencarian Korban Gempa Cianjur Terkendala Cuaca

Perwakilan dari badan SAR Nasional Joshua Banjarnahor mengatakan pencarian korban gempa Cianjur terkendala cuaca hingga pencarian korban hilang menjadi lambat.
Sabtu, 26 November 2022 - 20:04 WIB
Prajurit Korps Marinir TNI AL dan SAR Gabungan melakukan pencarian korban hilang akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Sabtu, (26/11/2022).
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta - Perwakilan dari badan SAR Nasional Joshua Banjarnahor mengatakan pencarian korban gempa Cianjur terkendala cuaca sehingga membuat pencarian korban hilang menjadi lambat.

“Untuk temuan baru, kami menemukan sebanyak delapan orang korban jiwa dalam kondisi meninggal dunia dan sudah diserahkan ke RSUD untuk proses identifikasi,” ujar Joshua dalam taklimat media secara daring di Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendala yang dialami di lapangan diantaranya hujan dan juga adanya kebocoran pipa PDAM yang jebol. 

Sehingga pihak Basarnas membuat tanggul terlebih dahulu mencegah air PDAM yang bocor tersebut mengalir ke tempat yang dapat menghambat proses pencaharian.

“Sampai saat ini, kami terus melakukan pencaharian terhadap korban hilang dalam peristiwa gempa Cianjur,” terang dia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat sebanyak 318 orang meninggal dunia hingga hari keenam gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Hingga saat ini, korban jiwa yang hilang sebanyak 14 korban jiwa. Sementara korban yang mengalami luka sebanyak 7.729 orang yang terdiri dari 595 mengalami luka berat dan 7.134 mengalami luka ringan. 

Sementara korban luka berat yang dirawat di rumah sakit sebanyak 108 orang.

Untuk penyintas gempa yang masih mengungsi sebanyak 73.693 jiwa. Sementara kerugian materil akibat gempa yakni 58.049 rumah rusak. 

Kemudian 25.186 rumah mengalami rusak berat, rusak sedang 12.496, dan rumah yang mengalami rusak ringan 20.367 rumah. 

Infrastruktur yang rusak diantaranya 368 sekolah, 144 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, dan 16 gedung atau perkantoran.

Hari Ini Ditemukan 8 Orang

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kembali bertambah Sabtu (26/11/2022).

Tim evakuasi gabungan berhasil menemukan delapan orang korban meninggal dunia. Hal itu disampaikan Deputi 3 Tanggap Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setiyawan. 

Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur bertambah menjadi 318 orang. 

“Korban jiwa yang meninggal dunia 318 orang. Adapun hasil pencarian hari ini 8 jiwa per 17.00 WIB. Sedangkan, untuk korban hilang atau status pencarian ada 14 jiwa,” kata Fajar saat konferensi virtual pada Sabtu, 26 November 2022. 

Adapun, Fajar merinci 24 jiwa yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan, sekarang dikurangi 8 orang pencarian atau ditemukan pada hari ini oleh tim evakuasi gabungan. 

Termasuk, kata dia, dua orang diantaranya yang ditemukan di sekitar Warung Sate Shinta, Cijedil. 

Sementara, Fajar menambahkan korban luka dari awal kejadian pada Senin, 21 November 2022, sebanyak 7.729 orang. Dengan rincian luka berat 595 orang dan luka ringan 7.134 orang. 

Sedangkan, korban luka berat yang masih dirawat saat ini di rumah sakit sebanyak 108 orang. 

“Untuk korban luka ringan yang sudah tertangani, mereka kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya. 

Di samping itu, Fajar menyebut warga yang mengungsi akumulasi sejak hari pertama sampai hari ini sebanyak 73.693 orang. 

Kerugian material totalnya rumah rusak 58.049 unit, dinyatakan rusak berat 25.186 unit, rusak sedang 12.496 unit dan rusak ringan 20.367 unit. 

“Infrastruktur rusak untuk sekolah 368 unit, tempat ibadah 144 unit, fasilitas kesehatan 14 unit, gedung atau perkantoran 16 unit. Kecamatan yang terdampak 16 kecamatan, atau 146 desa,” ujarnya.

Tim Gabungan Berhasil Evakuasi 5 Korban Gempa Cianjur

Sebelumnya Tim gabungan K9 Polri, Basarnas, dan TNI berhasil mengevakuasi korban hilang yang tertimbun tanah usai gempa Cianjur, Jawa Barat (Jabar). Kali ini, evakuasi menemukan lima jenazah di wilayah Kecamatan Cugenang.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, evakuasi korban kali ini harus melewati medan yang cukup menantang.

Selain karena gundukan tanah licin karena hujan turun rintik-rintik sejak pagi, tetapi area pemukiman yang tidak luas juga harus dilewati.

“Jadi karena cuaca hari ini di Cianjur sudah hujan rintik-rintik sejak pagi, medan pencariannya sangat perlu kehati-hatian karena licin. Begitu juga saat evakuasi jenazah setelah ditemukan, harus melewati gang sangat sempit dan itu anggota estafet kantong jenazahnya agar bisa sampai ke ambulans,” kata Dedi dalam keterangan resminya, Sabtu (25/11).

Dedi merinci, penemuan pertama pukul 08.00 WIB, berjenis kelamin laki-laki di Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang. Ditemukan di longsoran bawah dekat kali.

Kemudian, penemuan kedua pukul 09.20 WIB di longsoran atas Desa Cijendil, Kec.Cugenang, Kab. Cianjur. Ditemukan dua jenazah, yakni laki-laki dan satu balita perempuan berusia sekitar dua tahun.

Lalu, penemuan ketiga pukul 09.30 WIB di longsoran atas dekat kali Desa Cijendil, Kec.Cugenang, Kab. Cianjur. Ditemukan jenazah seorang laki-laki.

Terakhir, pada pukul 10.55 WIB di pinggir kali longsoran atas Jalan Cariu, Desa Cijendil, Kec. Cugenang, Kab. Cianjur. Ditemukan satu jenazah laki-laki dewasa.

“Selanjutnya, seluruh jenazah dibawa ke RSU Sayang untuk proses identifikasi oleh DVI,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi memastikan, evakuasi korban masih akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama stakeholder lainnya.

Meski demikian, diakuinya, cuaca dan medan yang tak mudah masih menjadi tantangan bagi tim gabungan menemukan korban hilang akibat gempa Cianjur.(chm/viva/muu)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masih Ngambek, Cristiano Ronaldo akan Absen untuk Kedua Kalinya Bersama Al Nassr

Masih Ngambek, Cristiano Ronaldo akan Absen untuk Kedua Kalinya Bersama Al Nassr

Cristiano Ronaldo dikabarkan siap meninggalkan Al-Nassr setelah menolak bermain lagi akibat minimnya aktivitas transfer. Ia menuntut jaminan ambisi klub demi gelar.
Anggota DPRD DKI Geram RDF Rorotan Masih Ganggu Keseharian Warga, Pertanyakan Klaim Perbaikan oleh Pengelola

Anggota DPRD DKI Geram RDF Rorotan Masih Ganggu Keseharian Warga, Pertanyakan Klaim Perbaikan oleh Pengelola

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Solidaritas Indonesia (PSI) Josephine Simanjuntak menyoroti soal masalah Refuse Derived Plant (RDF) di Rorotan.
Apa Kabar Ratu Voli Korea? Usai Pensiun, Kini Kim Yeon-koung Beraksi Lagi di Mongolia

Apa Kabar Ratu Voli Korea? Usai Pensiun, Kini Kim Yeon-koung Beraksi Lagi di Mongolia

Mantan rival berat Megawati Hangestri, Kim Yeon-koung, ratu voli Korea yang baru saja pensiun, kini tetap aktif di dunia voli. Legenda ini terlhat di Mongolia.
Ambrol saat Dilewati, Jembatan Darurat di Ponorogo Runtuh Tengah Malam

Ambrol saat Dilewati, Jembatan Darurat di Ponorogo Runtuh Tengah Malam

Jembatan darurat di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, ambrol pada bagian pondasinya sehingga mengakibatkan akses penghubung antardesa terputus total.
Viral! Mahasiswa Keperawatan di Yogyakarta Diduga Aniaya Pacar, Fakta Terungkap Lewat Unggahan Sang Kakak

Viral! Mahasiswa Keperawatan di Yogyakarta Diduga Aniaya Pacar, Fakta Terungkap Lewat Unggahan Sang Kakak

Jagat media sosial (medsos) dihebohkan oleh dugaan kasus penganiayaan dalam hubungan berpacaran yang menyeret nama seorang mahasiswa keperawatan di Yogyakarta.
Garis Kemiskinan Naik 5,30 Persen, BPS: Pengeluaran Rumah Tangga Capai Rp3.053.269 per Bulan

Garis Kemiskinan Naik 5,30 Persen, BPS: Pengeluaran Rumah Tangga Capai Rp3.053.269 per Bulan

BPS mengungkap jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2025 tercatat sebanyak 23,36 juta orang atau setara 8,25 persen dari total populasi.

Trending

Terungkap! Siswa SD Bunuh Diri di NTT Ternyata Terdaftar PIP tapi Tak Bisa Cair, Bupati Ngada: KTP Orang Tua Bukan Warga Sini

Terungkap! Siswa SD Bunuh Diri di NTT Ternyata Terdaftar PIP tapi Tak Bisa Cair, Bupati Ngada: KTP Orang Tua Bukan Warga Sini

Sebagai informasi, PIP adalah bantuan tunai pendidikan untuk peserta didik usia 6-21 tahun yang berasal dari keluarga miskin/rentan miskin, pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau peserta PKH. 
Baru Juga Datangkan Mauro Zijlstra, Persija Dikabarkan Selangkah Lagi Gaet Gelandang Brasil Eks Rekan Messi

Baru Juga Datangkan Mauro Zijlstra, Persija Dikabarkan Selangkah Lagi Gaet Gelandang Brasil Eks Rekan Messi

Persija kembali jadi pusat perhatian bursa transfer awal 2026. Baru datangkan Mauro Zijlstra, Macan Kemayoran sudah dikaitkan dengan satu nama baru, Jean Mota.
Blak-blakan 5 Pemain Asing Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Ada Bintang Grade A Eropa

Blak-blakan 5 Pemain Asing Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Ada Bintang Grade A Eropa

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membuka peluang besar bagi kehadiran pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. 5 pemain asing ini siap jadi WNI?
Atalia Bergetar Soroti Anak SD Gantung Diri di NTT, Singgung Dampak Besar Kemiskinan: Prihatin Saja Tidak Cukup!

Atalia Bergetar Soroti Anak SD Gantung Diri di NTT, Singgung Dampak Besar Kemiskinan: Prihatin Saja Tidak Cukup!

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya menyikapi tragedi pilu anak SD, YBR (10) bunuh diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026).
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 6 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 6 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 6 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces, membahas peluang finansial, kondisi zodiak, dan angka hoki harian.
AFC Turun Tangan Selamatkan FAM, Sepak Bola Malaysia Terancam Diskors FIFA!

AFC Turun Tangan Selamatkan FAM, Sepak Bola Malaysia Terancam Diskors FIFA!

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyusul skandal serius yang menyeret proses naturalisasi pemain.
Murka Orang Nomor Satu di NTT Meledak, Sesalkan Pemda Ngada Imbas Siswa SD Bunuh Diri Diterpa Ekonomi: Lamban

Murka Orang Nomor Satu di NTT Meledak, Sesalkan Pemda Ngada Imbas Siswa SD Bunuh Diri Diterpa Ekonomi: Lamban

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena secara emosional geram Pemda Kabupaten Ngada menganggap remeh tragedi siswa SD bunuh diri akibat kesulitan ekonomi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT