News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Banyumas Jadi Percontohan Pengolahan Sampah Tanpa TPA Berbasis TP3SR

Hingga saat ini, permasalahan sampah masih menjadi suatu polemik di Indonesia. Terlebih dampak sampah bagi lingkungan juga sangat besar.
Sabtu, 1 April 2023 - 17:07 WIB
mesin pemilah sampah
Sumber :
  • Ist

Jakarta, tvOnenews.com - Hingga saat ini, permasalahan sampah masih menjadi suatu polemik di Indonesia. Terlebih dampak sampah bagi lingkungan juga sangat besar.

Setiap daerah di Indonesia memiliki jumlah tabungan sampah organik maupun sampah anorganik yang jumlahnya sangat banyak, bahkan ada yang hingga jutaan ton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepanjang tahun 2022, menurut data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), terdapat 19 juta ton sampah per tahun yang dicatat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari 164 Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Dengan persentase total pengurangan sampah sebanyak 25,98 persen atau berjumlah 5 juta ton per tahun dan pengelolaan sampah sebanyak 50,83 persen atau sebesar 9,8 juta ton per tahun.

Dari pengelolaan sampah tersebut, sebanyak 76,81 persen atau sebesar 14,9 ton sampah per tahun telah terkelola, namun terdapat juga sampah yang tidak terkelola dengan jumlah yang cukup besar yakni 23,19 persen atau sebesar 4,5 juta ton per tahunnya.

Disamping itu, TPA di rata-rata kabupaten/kota di Indonesia telah penuh dan bahkan terancam tutup, dengan sekitar 89 persen kabupaten/kota yang memiliki masalah krisis TPA.

Sampah plastik dan sampah rumah tangga merupakan salah satu penyumbang sampah yang cukup banyak, sehingga perlu adanya pengelolaan sampah dengan mesin pengolah sampah plastik ataupun mesin pengolahan sampah rumah tangga.

Berawal dari riset dengan partnernya Albert Tan, Lulusan ITB Teknik Elektro bernama Merakarno Rahusna Taruno menciptakan inovasi mesin pemilah sampah secara otomatis yang disebut Gibrik.

Prinsip kerja gibrik adalah memisahkan segala jenis sampah fresh masuk untuk menjadi dua output secara otomatis yaitu bubur organik dan sampah plastik di kedua sisi mesin.

Gibrik ini dapat membantu mempercepat pemilahan dan efektivitas hasilnya jauh lebih baik dibandingkan dengan pemilahan manual di TPS3R.

Disamping itu, gibrik juga mampu memilah sampah dengan kapasitas 3 ton/jam dengan output yang cukup fantastis yaitu 98 persen murni organik sehingga bisa langsung menjadi pakan maggot atau pupuk organik atau bisa pula untuk bahan bakar BBJP.

Sementara itu, untuk mengurangi dampak sampah plastik, gibrik membuat sampah plastik yang terpilah menjadi kering dan cukup bersih sehingga dapat diproses untuk menjadi bahan bakar RDF atau bahkan menjadi material bangunan.

Saat ini, Gibrik menjadi mesin pengolah sampah di Indonesia yang telah tersebar dan digunakan lebih dari 50 unit di TPS3R pada beberapa kabupaten di seluruh Indonesia.

Merakarno Rahusna yang saat ini menjadi direktur Waste to Wealth, perusahaan rintisan pengolahan sampah dari sumber hingga zero to landfill, memiliki impian agar sampah di Indonesia terutama di kabupaten/kota dapat selesai dekat dengan sumber, dengan mengaktifkan TPS3R dan dioptimalisasi dengan teknologi sehingga nantinya kabupaten tersebut bisa meminimalisir sampah yang masuk ke TPA.

Selain itu, dapat meningkatkan sirkulasi ekonomi untuk warga sekitar yang ikut mengelola di TPS3R tersebut sehingga memiliki penghasilan tambahan dan kegiatan dari pengelolaan sampah.

Waste To Wealth, perusahaan yang dibentuk Merakarno secara khusus berfokus pada pengembangan teknologi pengolahan sampah hulu ke hilir mulai dari conveyor, mesin pemilah sampah, pengering sampah, untuk menjadi briket, mesin penghancur sampah dan pemusnah sampah lengkap untuk paket-paket kabupaten yang ingin sampahnya habis tanpa TPA.

Anggaran yang perlu disiapkan pemerintah daerah juga tidak banyak, cukup sekitar Rp400-500 juta untuk satu TPS3R yang mampu mengolah hingga 30 ton sampah perhari untuk dua shift kerja, baik sampah organik maupun sampah anorganik.

Inspirasi pengolahan sampah ini adalah dari Kabupaten Banyumas yang telah berhasil menyelesaikan sampah di kabupatennya tanpa TPA dengan mengaktifkan seluruh TPS3R dan dioptimalisasi dengan teknologi. Bagi kabupaten yang ingin belajar pengolahan sampah tuntas dapat berkunjung ke Kabupaten Banyumas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Harapan kedepannya, sistem dari Waste to Wealth ini dapat membantu semakin banyak daerah di seluruh Indonesia yang memiliki permasalahan sampah, dengan cara mengolah sampah dari hulu ke hilir,” kata Merakarno Rahusna.

“Kemudian tentunya dengan bantuan divisi R&D dari Waste to Wealth pun kedepannya akan lebih banyak tercetus mesin-mesin yang mampu semakin mendukung sistem pengolahan sampah, yang dapat diterapkan dan menyelesaikan permasalahan sampah setiap daerah pada kondisi apapun.” tutupnya. (ebs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ucapan Santai Thom Haye soal Kemungkinan Persib Juara di Liga Super

Ucapan Santai Thom Haye soal Kemungkinan Persib Juara di Liga Super

Persib Bandung kini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar Liga Super 2025-2026. Hingga pekan ke-25, Maung Bandung masih ...
Polisi Beberkan Fakta Baru yang Mencengangkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras di Bekasi

Polisi Beberkan Fakta Baru yang Mencengangkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras di Bekasi

Polisi bocorkan fakta baru yang mencengangkan di balik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi
Respons Pedas Ono Surono Terkait Rumahnya Digeledah KPK

Respons Pedas Ono Surono Terkait Rumahnya Digeledah KPK

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono lontarkan respons pedas terkait rumahnya digeledah KPK saat mengunjungi Sumedang, Jumat (3/4/2026).
Cerita Pelatih Persis Solo soal Pemain Asingnya Keracunan jelang Hadapi PSM

Cerita Pelatih Persis Solo soal Pemain Asingnya Keracunan jelang Hadapi PSM

 Persis Solo akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas PSM Makassar pada pekan ke-26 Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan ber-
Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Siap-siap Warga Jabar, Dedi Mulyadi Segera Ubah Wajah Transportasi Jadi Angkot Listrik, Ini Rencananya

Siap-siap Warga Jabar, Dedi Mulyadi Segera Ubah Wajah Transportasi Jadi Angkot Listrik, Ini Rencananya

Dedi Mulyadi siapkan program angkot listrik di Jawa Barat. Rencana transportasi umum modern ini diungkap saat bertemu sopir angkot berusia 76 tahun.

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Terungkap, Isi Pembahasan Pertemuan Seskab Teddy dengan Wapres Gibran

Terungkap, Isi Pembahasan Pertemuan Seskab Teddy dengan Wapres Gibran

Terungkap, isi pembahasan pertemuan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. 
Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Respons cepat Dedi Mulyadi saat diajak Melanie Subono bahas nasib gajah Sumatera di Bandung Zoo menuai pujian. Fokus pada perbaikan kesejahteraan satwa.
Eropa Mulai Ikat Pinggang untuk Hadapi Krisis Energi

Eropa Mulai Ikat Pinggang untuk Hadapi Krisis Energi

Eropa mulai ikat pinggang dalam menghadapi krisis energi berkepanjangan seiring pasokan minyak dan gas yang semakin ketat akibat konflik geopolitik yang belum
Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) lontarkan jawaban menohok saat ditanya terkait perkembangan terbaru soal permohonan keadilan restoratif atau restorative
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT