GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kekeringan di Pati Meluas, 37.114 Jiwa di 61 Desa Terdampak Kekeringan

Memasuki pekan kedua bulan September, belum ada tanda-tanda turun hujan. Akibat kemarau panjang ini, kekeringan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terus meluas.
Jumat, 15 September 2023 - 12:26 WIB
Warga di Pati, Jawa tengah, antre air bersih dari BPBD Pati.
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, tvOnenews.com - Kemarau panjang membuat kekeringan yang terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus meluas. Memasuki pertengahan bulan September ini, sebanyak 37 ribuan jiwa yang tersebar di 61 Desa terdampak kekeringan.

Memasuki pekan kedua bulan September, belum ada tanda-tanda turun hujan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Akibat kemarau panjang ini, kekeringan di Pati, Jawa Tengah, terus meluas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data dari BPBD Pati, hingga hari Jumat (15/9/2023) sebanyak 37.114 jiwa di 61 Desa terdampak kekeringan. Warga terdampak kekeringan ini tersebar di 9 Kecamatan dari sebelumnya 7 kecamatan.

“Kalau dihitung jumlah kepala keluarga yang terdampak kekeringan itu ada 7.949 KK dan jiwanya sudah 37.114,” kata Kepala Pelaksana harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, Jumat (15/9/2023).

Karena sumber air dari sumur, program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) maupun embung atau waduk kecil penampung air yang ada di desa-desa mengering, warga kini mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk membantu warga yang kekurangan air bersih di puncak musim kemarau ini, BPBD Pati setiap air mendistribusikan 9 hingga 12 tangki air kapasitas 5 ribu liter ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih.

Kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Pati ini juga berimbas pada kekeringan lahan pertanian. Saat ini sebanyak 11.200 hektar areal persawahan tidak bisa ditanami karena petani kesulitan mendapatkan irigasi pengairan.

Terkait kondisi tersebut, Martinus Budi Prasetya mengatakan, pihaknya akan segera mengajukan penetapan status darurat bencana kekeringan kepada Pj Bupati Pati.

Hal ini merujuk pada Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Perbup Pati Nomor 36 Tahun 2013 tentang Pedoma Penentuan Status Keadaan Darurat Bencana.

Dalam Perbup itu, di pasal 11 tentang penentuan status keadaan darurat bencana untuk bencana kekeringan meliputi beberapa faktor. Di antaranya, cakupan lokasi bencana berupa adanya kekeringan di kawasan atau lokasi pada kurun waktu tertentu.

Kemudian, korban bencana dan atau kerugian, meliputi paling sedikit 1200 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan, serta paling sedikit 3 desa mengalami kekeringan air minum, dan atau kerugian harta benda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Setelah situasi ini sampai dengan minggu kedua September ini ternyata sudah cukup memenuhi syarat untuk penetapan status tanggap darurat kekeringan, maka langkah kami selanjutnya adalah mengacu pada peraturan Bupati nomor 36 tahun 2013 nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan kita yang ada di kabupaten untuk segera menetapkan status tanggap darurat kekeringan,” pungkasnya.

Selain embung atau waduk kecil penampung air yang ada di desa-desa saat ini sudah mengering, dua waduk besar peninggalan belanda di Pati, yakni Waduk Gembong dan Gunungrowo sudah menghentikan penggelontoran air untuk pertanian, karena debit air hanya tersisa untuk pembasahan waduk agar bangunan waduk tidak mengalami kerusakan. (Arm/Dan)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rumor Bursa Transfer Liga Inggris: Masa Depan Mo Salah Masih Tanda Tanya

Rumor Bursa Transfer Liga Inggris: Masa Depan Mo Salah Masih Tanda Tanya

Sejumlah pemain baru yang direkrut Liverpool musim lalu diharapkan tampil lebih matang pada musim kedua mereka di Anfield.
PDIP Bantah Puan Dukung Penutupan Minimarket: Tidak Ada Pernyataan Resmi, Itu Disinformasi

PDIP Bantah Puan Dukung Penutupan Minimarket: Tidak Ada Pernyataan Resmi, Itu Disinformasi

Sekretaris Fraksi PDIP Dolfie OFP menegaskan informasi terkait Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung penutupan Alfamart dan Indomaret adalah berita bohong.
Tak Mau Buru-buru Ungkap Bukti Nikah Siri, Inara Rusli Sebut Wardatina Mawa Punya Niat Terselubung

Tak Mau Buru-buru Ungkap Bukti Nikah Siri, Inara Rusli Sebut Wardatina Mawa Punya Niat Terselubung

Inara Rusli ungkap alasan belum tunjukkan bukti nikah sirinya dengan Insanul Fahmi. Ia curiga Wardatina Mawa punya niat tersembunyi.
Genre Horor Komedi, Film Ghost in the Cell Garapan Sutradara Joko Anwar Tayang 16 April 2026 di Layar Lebar

Genre Horor Komedi, Film Ghost in the Cell Garapan Sutradara Joko Anwar Tayang 16 April 2026 di Layar Lebar

Bergenre horor komedi, Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar tayang 16 April 2026 di layar lebar. 
Amnesty: Pelajar Tewas di Tual Tambah Daftar Pembunuhan di Luar Hukum, Reformasi Polri Dipertanyakan

Amnesty: Pelajar Tewas di Tual Tambah Daftar Pembunuhan di Luar Hukum, Reformasi Polri Dipertanyakan

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia nilai kematian pelajar AT (14) di Kota Tual, Maluku, oleh anggota Brimob jadi bagian dari praktik pembunuhan.
Komisi V Tegaskan Berita Pihaknya Dukung Minimarket Indomaret dan Alfamart Tutup adalah Hoaks

Komisi V Tegaskan Berita Pihaknya Dukung Minimarket Indomaret dan Alfamart Tutup adalah Hoaks

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus membantah bahwa pihaknya pernah mengeluarkan pernyataan yang mendukung untuk menutup gerai minimarket Alfamart dan Indomaret.

Trending

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Nama Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto colek semboyan polri dalam kasus anggota Brimob aniaya siswa di Tual, Maluku. Seperti diketahui, siswa tersebut adalah pelajar MTs
Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan hangat usai dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora potensial. Sosok Luke Vickery, winger Australia berdarah Medan disebut selangkah lagi bela Garuda.
Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

BEM UGM mengirimkan surat ke UNICEF terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga siswa SD di NTT yang bunuh diri gara-gara tak mampu beli alat tulis seharga Rp10 ribu.
Bak Bumi dan Langit! Duel Statistik Ole Romeny vs Striker Eropa Berdarah Jakarta yang Masuk Radar Timnas Indonesia

Bak Bumi dan Langit! Duel Statistik Ole Romeny vs Striker Eropa Berdarah Jakarta yang Masuk Radar Timnas Indonesia

Di tengah sorotan terhadap performa Ole Romeny yang belum maksimal, muncul nama Jelte Pal, penyerang berdarah Jakarta yang sedang tampil tajam di Liga Belanda.
Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah mengkritisi soal program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT