News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marak Belanja Online, Omset Pedagang Konveksi di Pasar Kota Rembang Anjlok 70 Persen

Tak hanya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, dampak maraknya toko online juga dirasakan pedagang konveksi di Pasar Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Rabu, 20 September 2023 - 16:41 WIB
Kios pedagang konveksi di pasar kota Rembang, Jawa Tengah sepi pembeli, Rabu (20/9/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Rembang, tvOnenews.com - Tak hanya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, dampak maraknya toko online juga turut dirasakan sejumlah pedagang konveksi di Pasar Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Pedagang mengaku  mengalami penurunan omset hingga 70 persen. Akibatnya banyak pedagang yang menutup kiosnya karena sepi pengunjung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak maraknya toko online atau ecommerce, membuat suasana Pasar Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah trelihat sepi pengunjung.

Hal tersebut disebabkan dampak Pandemi Covid-19 dan saat ini masyarakat banyak beralih belanja ke toko online. Dampaknya penjualan pedagang sepi, bahkan kios kios terpaksa tutup dan ada juga yang gulung tikar.

Seperti yang dialami salah satu pedagang pakaian, Sutono. Ia sudah berdagang pakaian selama 15 tahun. Kini penjualannya merosot hingga 70 persen karena maraknya toko online

“Saat ini pedagang di pasar Rembang khsususnya konveksi kalau bisa menangis mungkin kami akan menangis bahkan menjerit, karena situasi saat ini betul betul prihatin. Saya kira yang paling memberatkan pedagang yaitu tadi karena marak penjualan online,” kata Sutono, Rabu (20/9/2023).

“Perkiraan kami penurunan omset ada di atas 60 persen. Karena yang dulunya paling tidak berangkat ke pasar harapannya laku, tapi kini nggak laku sama sekali, bahkan dua hari berturut turut,” lanjutnya.

Karena sepinya pembeli, Sutono mengaku kini tidak lagi mempekerjakan karyawan di kiosnya karena tidak mampu membayar gaji karyawan.

“Sebelum ada penjualan online ya paling tidak bisa mendapatkan penghasilan secara pribadi juga bisa membayar para karyawan. Namun kini penghasilan nggak pasti, bahkan sehari bisa tidak laku sama sekali,” keluhnya.

Kondisi serupa juga dialami oleh pedagang konveksi lainnya, Sri Astuti. Sepinya pembeli membuat dia harus mencari alternatif jualan lainnya.

“Berdampak sangat sangat sekali, pasar jadi sepi pedagang banyak yang tidak laku. Bahkan ada yang tiga hari berturut turut tidak laku, ada yang laku satu potong sehari. Penurunan omset ada 70 sampai 80 persen. Kalau punya karyawan kan habis buat membayar gaji karyawan. Kios di pasar banyak yang tutup,” ungkapnya.

“Mengatasi kondisi sepi seperti ini ya pada mencari sampingan lain. Seperti saya kalau pagi jualan ayam, terus jualan sayur. Ya cari profesi lain, kalau mengandalkan jualan pakaian nanti anaknya ya nggak sekolah,” lanjut dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pedagang berharap pemerintah bisa mengkaji ulang kebijakan belanja live di toko online di media sosial. Menurutnya, cara berjualan dan berbelanja seperti itu merugikan pedagang yang bekerja secara tradisional.

“Dari kami pedagang berharap kepada pemerintah mestinya hadir dan mengetahui kondisi di pasar tradisional saat ini khususnya kota rembang, imbas maraknya penjualan online,” harapnya. (arm/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hari Kesehatan Mental Sedunia: 5 Manfaat Musik bagi Kesehatan Mental, dari Mengenali Emosi hingga Mengelola Stres

Hari Kesehatan Mental Sedunia: 5 Manfaat Musik bagi Kesehatan Mental, dari Mengenali Emosi hingga Mengelola Stres

Musik dapat membantu mengenali emosi, mengurangi tekanan, dan membuat seseorang merasa tidak sendirian. Simak lima perannya bagi kesehatan mental menurut psikolog.
Tak Cukup Jualan di Daerah, Begini Cara UMKM Herbal Membidik Pasar Nasional Lewat Digital

Tak Cukup Jualan di Daerah, Begini Cara UMKM Herbal Membidik Pasar Nasional Lewat Digital

Media sosial dan marketplace membuka peluang UMKM herbal memperluas pasar. Belajar dari praktik internasional, pemasaran digital dengan memperhatikan legalitas
Masih Ingat “Demi Waktu”? Konser 30 Tahun UNGU, Lagu yang Menyimpan Kenangan Cinta hingga Masa Muda

Masih Ingat “Demi Waktu”? Konser 30 Tahun UNGU, Lagu yang Menyimpan Kenangan Cinta hingga Masa Muda

Lagu-lagu UNGU seperti “Demi Waktu” dan “Tercipta Untukku” menemani perjalanan hidup pendengar selama 30 tahun. Simak kisah di balik konser perayaan tiga dekade
Emil Audero Dapat Apresiasi di Liga Spanyol, Kiper Timnas Indonesia Jalani Guard of Honour Usai Bawa Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Emil Audero Dapat Apresiasi di Liga Spanyol, Kiper Timnas Indonesia Jalani Guard of Honour Usai Bawa Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Emil Audero dapat sambutan istimewa dari rekan setimnya di Rayo Vallecano setelah mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
IPO Lintas Negara hingga Dual Listing, Peluang RI-Singapura Ini Bisa Buka Akses Modal Global bagi Perusahaan Indonesia

IPO Lintas Negara hingga Dual Listing, Peluang RI-Singapura Ini Bisa Buka Akses Modal Global bagi Perusahaan Indonesia

Ibas bertemu SGX untuk membahas peluang kerja sama pasar modal Indonesia-Singapura, mulai dari IPO lintas negara, dual listing, ETF regional, hingga akses
Anak Yatim Bisa Mandiri Setelah Bantuan Berakhir? 4 Pilar Ini Menentukan Masa Depannya

Anak Yatim Bisa Mandiri Setelah Bantuan Berakhir? 4 Pilar Ini Menentukan Masa Depannya

Bagaimana anak yatim bisa mandiri setelah bantuan berakhir? Kenali empat pilar penting, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga dukungan sosial

Trending

Klarifikasi Betrand Peto Soal Video Viral di Medsos Dugem dan Pesta Minuman Keras

Klarifikasi Betrand Peto Soal Video Viral di Medsos Dugem dan Pesta Minuman Keras

Penyanyi muda Betrand Peto akhirnya melancarkan klarifikasi tegas terkait beredarnya potongan video viral berkonotasi miring di media sosial yang memunculkan ..
Detik-detik Istri Pergoki Suami Hendak Cabuli Anak Kandung, Terbongkar Sang Anak Kini Hamil

Detik-detik Istri Pergoki Suami Hendak Cabuli Anak Kandung, Terbongkar Sang Anak Kini Hamil

Kasat Reskrim Polres Tapteng, Iptu Dian Agustian Perdana, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan ibu kandung korban, MM (42), Minggu (29/9/2026)
Viral, Bayi 9 Bulan Naik Gunung, Hebohkan Media Sosial hingga Picu Perdebatan

Viral, Bayi 9 Bulan Naik Gunung, Hebohkan Media Sosial hingga Picu Perdebatan

Aksi menggemaskan sekaligus menakjubkan dari seorang bayi laki-laki berusia sembilan bulan mendadak gegerkan jagat media sosial China. Tanpa rasa takut, bayi -
Xiaomi vs Samsung Flagship 2026: Gaji UMR Jakarta Cukup Beli HP Rp20 Juta? Ini Hitung-hitungan Worth It-nya!

Xiaomi vs Samsung Flagship 2026: Gaji UMR Jakarta Cukup Beli HP Rp20 Juta? Ini Hitung-hitungan Worth It-nya!

Xiaomi vs Samsung flagship 2026, mana lebih worth it untuk gaji UMR Jakarta? Simak perbandingan harga, kamera, performa, baterai, dan biaya membeli HP premium
Viral Tradisi Pernikahan Bugis, Satu Tante Satu Emas! Netizen Takjub, Ternyata Ada Makna Kekeluargaan di Baliknya

Viral Tradisi Pernikahan Bugis, Satu Tante Satu Emas! Netizen Takjub, Ternyata Ada Makna Kekeluargaan di Baliknya

Viral tradisi pernikahan Bugis satu tante satu emas di Instagram. Simak momen pengantin dibanjiri perhiasan, filosofi Baju Bodo, dan makna budaya di baliknya
5 Cara Cari Cuan dari AI pada 2026, Modal Laptop dan Skill! Gen Z Bisa Mulai dari ChatGPT

5 Cara Cari Cuan dari AI pada 2026, Modal Laptop dan Skill! Gen Z Bisa Mulai dari ChatGPT

Lima cara menghasilkan uang dari AI pada 2026 yang realistis untuk Gen Z dan milenial. Manfaatkan ChatGPT, Gemini, desain AI, affiliate, dan otomatisasi bisnis
Cardinale Suntikkan Dana 50 Juta Euro, AC Milan Bakal Makin Ugal-ugalan di Bursa Transfer Januari Nanti

Cardinale Suntikkan Dana 50 Juta Euro, AC Milan Bakal Makin Ugal-ugalan di Bursa Transfer Januari Nanti

Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, dikabarkan menyuntikkan dana sebesar 50 juta euro untuk memperkuat ekuitas pemegang saham klub.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT