News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nekat Curi Tiang Listrik Beton, Empat Pelaku Dibekuk Polres Blora

Kapolres Blora mengatakan bahwa pencurian tiang listrik ini merupakan kasus yang unik dan terjadi pada 9 September 2023 dan dilaporkan pada 29 September 2023.
Sabtu, 7 Oktober 2023 - 11:12 WIB
Para tersangka saat diamankan di Polres Blora, Sabtu (7/10/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Agung Wibowo

Blora, tvOnenews.com - Pelaku pencurian tiang listrik di Blora, Jawa Tengah tak berkutik saat ditangkap aparat kepolisian setempat. Dia ketahuan sebagai dalang hilangnya sejumlah tiang listrik yang berupa beton dengan tinggi 9 meter yang berada diwilayah Blora.

Kapolres Blora AKBP Agus Puryadi melalui Kasat Reskrim AKP Selamet mengatakan pencurian tiang listrik ini merupakan kasus yang unik dan terjadi pada 9 September 2023 dan dilaporkan pada 29 September 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Berawal ada laporan masyarakat terkait adanya gangguan listrik di wilayah Japah, terus vendor yaitu bagian piket vendor merapat kelokasi diduga ada gangguan. Di sana ditemukan ada beberapa orang yang menaikan tiang listrik yang sudah dilepas sebanyak 5 buah,” kata AKP Slamet, pada Jumat (06/10/2023) kemarin. 

Dia menjeskan, atas kecurian para vendor tersebut, kemudian menghubungi dan menanyakan kepada pihak PLN Blora terkait adanya pekerjaan di lapangan atau tidak. 

“Selanjutnya pihak vendor itu menghubungi PLN Perwakilan Blora, dan apakah ada kerjaan di Japah ternyata tidak ada. Selanjutnya oleh yang piket tadi dikejar, namun disuruh berhenti tidak berhenti dan langsung tancap gas menggunakan kendaraan grand max nopol ada,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yangg didapatkan bahwa tidak ada pekerjaan, Selanjutnya di identifikasi yang piket itu, dikejar tidak bisa ditemukan, dan akhirnya melaporkan kejadian itu ke satreskrim polres Blora.

“Setelah ditindaklanjuti, karena sudah ada bukti terkait dengan nomor polisi kendaraan itu, langsung dari tim gabungan resmob kami melaksanakan pencarian dan penyelidikan, akhirnya ditemukan di wilayah Pati. Ternyata disana sudah ada sejumlah barang yang diduga hasil kejahatan juga sebanyak  20 biji dan yang sudah terpasang 5,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi kerugian akibat kejadian itu, dinilai sebesar 60 juta rupiah. Jadi satu batangnya diharga 3 juta rupiah,” tambah AKP Slamet.

Tersangka berinisial H, R, M dan S dan satu lagi masih dalam pencarian. Para terduga pelaku merupakan Warga Pati, Kudus dan Grobogan, status mereka adalah subkon dari vendor. Mereka bukan karyawan atau pegawai PLN. Atas perbuatannya, kini pelaku terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara. (Agw/Dan)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Geger! Siswa SMP di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah, Densus 88: Terpapar Ideologi Ekstremis True Crime Community

Geger! Siswa SMP di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah, Densus 88: Terpapar Ideologi Ekstremis True Crime Community

Siswa kelas IX SMPN 3 Sungai Raya Kalimantan Barat membuat geger setelah meledakkan bom molotov di area sekolahnya, hingga sebabkan seorang mengalami luka.
Titel Juara Bertahan, Iran Targetkan Kemenangan dari Irak di Semifinal Piala Asia 2026

Titel Juara Bertahan, Iran Targetkan Kemenangan dari Irak di Semifinal Piala Asia 2026

Pelatih Iran, Vahid Shamsaee, menegaskan timnya datang dengan status juara bertahan sekaligus pemilik rekor mentereng di ajang Piala Asia Futsal.
Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Belum Tuntas, Bos Persib Konfirmasi Kehadiran Pemain Spanyol

Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Belum Tuntas, Bos Persib Konfirmasi Kehadiran Pemain Spanyol

Umuh Muchtar sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) buka suara membeberkan identitas pemain baru Persib, Sergio Castel.
Kecewa dengan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Pulang Kampung ke Portugal

Kecewa dengan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Pulang Kampung ke Portugal

Cristiano Ronaldo pulang kampung ke negaranya, Portugal. Namun kepulangan megabintang berjuluk CR7 itu bukan sekadar agenda pribadi, melainkan diduga kuat ber-
Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Fenomena longsoran tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dinilai memerlukan penanganan segera. Ahli Geologi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Bambang Setiawan, menyarankan pengalihan aliran air permukaan sebagai langkah jangka pendek untuk memperlambat pergerakan tanah di lokasi tersebut.
Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Kalimat “Fulham adalah ujian sesungguhnya bagi Michael Carrick” pun menggema di hari-hari awal masa tugasnya. Pertanyaannya bagaimana Setan Merah membongkar pertahanan

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT