News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kapolres Demak Patroli, Cek TPS Pilkades Serentak 2023

Kapolres Demak, AKBP Muhammad Purbaya mengimbau warga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Pemilihan Kepala Desa Serentak Gelombang II 2023 di Kabupaten Demak.
Minggu, 8 Oktober 2023 - 18:17 WIB
Kapolres Demak, AKPB Muhammad Purbaya melakukan patroli Ke TPS Pilkades 2023 untuk memetakan 6 desa rawan konflik.
Sumber :
  • tim tvOne - Syamsul Arifin

DemaktvOnenews.com -  Kapolres Demak, AKBP Muhammad Purbaya mengimbau warga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang II Tahun 2023 di Kabupaten Demak.

Sebanyak 54 desa dari 14 Kecamatan yang menggelar Pilkades pada hari ini, Minggu (8/10/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hari ini, kami melakukan patroli bersama pengecekan TPS di sejumlah wilayah yang menggelar Pemilihan Kepala Desa," kata AKBP Muhammad Purbaya.

Ia menjelaskan, patroli tersebut didampingi pejabat utama Polres Demak dan anggota BKO dari Brimob Polda Jateng untuk mengantisipasi konflik di titik rawan yang sudah dipetakan.

"Untuk kerawanan sudah kami petakan. Ada 6 desa yang masuk kategori sangat rawan, 35 desa kategori rawan, dan 13 desa kategori aman. Kami juga antisipasi konflik di titik rawan dengan menambah kekuatan personel," ujarnya.

Menurutnya, pencegahan melalui kegiatan patroli merupakan cara bertindak yang tepat dalam pelaksanaan tindakan secara preventif untuk mencegah tindakan yang mengganggu.

"Kehadiran anggota Polri harus dapat terlihat oleh masyarakat. Untuk itu, tujuannya pun harus jelas. Masyarakat harus dapat melihat dan merasakan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat sehingga dapat menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun menegaskan kepada seluruh masyarakat maupun tim sukses untuk bisa menahan diri dan tidak terpancing berita bohong yang dapat memecah belah persaudaraan. Polri dan TNI akan terus mengawal jalannya pesta demokrasi di tingkat desa tersebut.

"Kami akan terus mengawal jalannya tahapan Pilkades serentak 2023. Kepada seluruh masyarakat, terutama tim sukses, jika menemui adanya kesalahan untuk melapor dengan jalur yang benar," pinta Purbaya. (San/Ard)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persib Konfirmasi Rumor Mariano Peralta Hingga Ragnar Oratmangoen

Persib Konfirmasi Rumor Mariano Peralta Hingga Ragnar Oratmangoen

Persib Bandung hanya merekrut dua pemain baru, Layvin Kurzawa dan Dion Markx serta memanggil kembali Dedi Kusnandar yang sempat dipinjamkan ke Bhayangkara FC. 
Sehari KPK OTT Dua Lokasi di Jakarta dan Banjarmasin

Sehari KPK OTT Dua Lokasi di Jakarta dan Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Banjarmasin. OTT ini dilakukan di hari yang sama, Rabu (4/2/2026).
Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung

Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung

Kepolisian Sektor Senduro Lumajang Jawa Timur, akhirnya berhasil menemukan pelaku pembuang bayi laki-laki di sebuah warung gorengan Desa Kandangan Kecamatan Senduro Lumajang, pada Rabu (4/2) pagi.
Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Kasus anak bunuh diri di NTT, negara seharusnya tidak boleh kecolongan hanya karena jalur komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tersumbat, baik secara administratif maupun sosial.
Bahar bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar bin Smith minta penundaan pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Banser Kota Tangerang hari ini.
Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Prabowo Subianto menurunkan instruksi penggunaan genteng untuk program 3 juta rumah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) seluruh

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT