GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelaku UMKM di Pati Keluhkan Aturan Pembelian Gas Elpiji 3 Kilogram Pakai KTP

Kebijakan pembelian gas melon atau gas elpiji 3 kilogram menggunakan KTP yang diterapkan pemerintah mulai tanggal 1 Januari 2024, dikeluhkan pelaku UMKM di Pati
Kamis, 4 Januari 2024 - 10:49 WIB
Tabung gas elpiji 3 kilogram.
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, tvOnenews.com - Kebijakan pembelian gas melon atau gas elpiji 3 kilogram menggunakan KTP yang diterapkan pemerintah mulai tanggal 1 Januari 2024, dikeluhkan oleh warga ekonomi menengah ke bawah disejumlah daerah.

Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pelaku UMKM mengeluhkan pemberlakuan kebijakan tersebut karena dianggap menyulitkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembelian gas elpiji bersubsidi 3 kilogram yang wajib menggunakan KTP mulai diterapkan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sejak 1 Januari 2024. Namun, aturan ini disoroti oleh sejumlah pelaku UMKM, termasuk penjual nasi.

Salah seorang penjual nasi di jalan RA Kartini, Kecamatan Pati Kota, Yuni, mengatakan, bila pemerintah menerapkan kebijakan itu, akan membuat pelaku UMKM seperti dirinya kesulitan untuk membeli gas elpiji bersubsidi tersebut.

“Sekarang itu nggak kayak yang dulu, beli gas penuh aturan jadi ya menyusahkan masyarakat kecil. Kalau kita beli di RT kita kan penjualnya sudah kenal semua dengan yang beli, seharusnya kan nggak usah pakai KTP. Kecuali kalau kita belinya di Margorejo itu lain lagi,” kata Yuni, Kamis (4/1/2024)

Yuni mengaku kesulitan dalam mendapatkan gas elpiji 3 kilogram dan jika pun tersedia jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan penggunaan gas setiap harinya.

“Menurut saya ya gimana ya, kalau pakai ktp itu susahnya itu kadang ada kadang nggak ada (stok LPGnya). Padahal untuk gas 3 kg untuk pedagang, untuk kaum menengah ke bawah,” keluhnya.

Dalam sehari Yuni menggunakan 1 hingga 3 tabung gas, tetapi dengan kebijakan ini dia hanya mendapatkan satu tabung gas per hari.

Untuk memenuhi kebutuhan gas setiap hari, Yuni mengaku harus mencari ke RT lain meskipun dengan harga yang lebih mahal. Harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan adalah Rp 15.500/ tabung, namun ketika sampai di pengecer bisa mencapai Rp 20 ribu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Harapannya ya dipermudah untuk beli gas 3 kg. Seandainya kita beli di RT kita sendiri ya dipermudah, jangan dikit dikit habis dikit dikit habis tapi dikasihkan ke warga lain yang lebih mampu mungkin,” ujar dia.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santoso mengatakan terkait dengan kebijakan penggunaan KTP untuk pembelian gas elpiji 3 kilogram, pemerintah sedang melakukan penyasaran tahap kedua setelah pendataan sebelumnya untuk dicocokan dengan data Dinas Sosial.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Arsene Wenger Yakin Arsenal Pantas Juara Liga Champions, PSG Dapat Peringatan Keras

Arsene Wenger Yakin Arsenal Pantas Juara Liga Champions, PSG Dapat Peringatan Keras

Arsene Wenger yakin Arsenal pantas juara Liga Champions saat menghadapi PSG, demi menuntaskan sejarah yang belum lengkap di Emirates Stadium musim ini.
Berisikan Banyak Pemain Bintang, Media Korea Ungkap Pink Spiders 'Pekerjaan Rumah' Pink Spiders di V League Musim Depan

Berisikan Banyak Pemain Bintang, Media Korea Ungkap Pink Spiders 'Pekerjaan Rumah' Pink Spiders di V League Musim Depan

Tim yang berasal dari Kota Incheon yakni Pink Spiders digadang-gadang menjadi salah satu kandidat kuat juara V League 2026/2027 mendatang.
Distribusi Makanan Telat, Jamaah Haji Disebut Makan Mie Instan

Distribusi Makanan Telat, Jamaah Haji Disebut Makan Mie Instan

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Marwan Dasopang menyoroti soal tidak pastinya jadwal distribusi makanan jemaah haji saat menuju Arafah.
Polisi Selidiki Makanan Terakhir yang Dikonsumsi Satu Keluarga yang Tewas di Tenda Posong ke Labfor Polda Jateng

Polisi Selidiki Makanan Terakhir yang Dikonsumsi Satu Keluarga yang Tewas di Tenda Posong ke Labfor Polda Jateng

Polisi menyelidiki makanan terakhir satu keluarga yang meninggal di tenda Posong Temanggung. Barbeque yang dibawa korban diperiksa Labfor Jateng.
Pascal Struijk Beri Jawaban Mengejutkan soal Timnas Indonesia, Kode ke Piala Dunia 2030?

Pascal Struijk Beri Jawaban Mengejutkan soal Timnas Indonesia, Kode ke Piala Dunia 2030?

Pascal Struijk memberi respons soal ajakan membela Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030, membuat peluang naturalisasi kini kembali ramai dibahas suporter.
Media Korea Tiba-tiba Singgung Cedera Megawati Hangestri Setelah Tahu Megatron Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia

Media Korea Tiba-tiba Singgung Cedera Megawati Hangestri Setelah Tahu Megatron Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia

Keputusan Megawati Hangestri mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia ternyata mencuri perhatian media Korea Selatan.

Trending

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
‎Thom Haye dan Shayne Pattynama Tetap Ikut TC Timnas Indonesia Meski Absen di FIFA Matchday, Ternyata Ini Alasannya

‎Thom Haye dan Shayne Pattynama Tetap Ikut TC Timnas Indonesia Meski Absen di FIFA Matchday, Ternyata Ini Alasannya

Dua pemain keturunan, Thom Haye dan Shayne Pattynama terpantau mengikuti latihan bersama Timnas Indonesia. Keduanya turut hadir di TC perdana meski sejatinya absen dalam FIFA Matchday Juni 2026.
Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Bek Persib Bandung, Frans Putros memberikan reaksi mengejutkan. Hal itu terjadi setelah ponsel diduga miliknya yang hilang saat pawai juara berhasil ditemukan.
Fabio Grosso Ingin Bawa Jay Idzes ke Fiorentina, Segini Mahar yang Perlu Dikeluarkan untuk Bek Timnas Indonesia

Fabio Grosso Ingin Bawa Jay Idzes ke Fiorentina, Segini Mahar yang Perlu Dikeluarkan untuk Bek Timnas Indonesia

Laporan dari Italia mengatakan bahwa Jay Idzes bisa dibawa Fabio Grosso ke Fiorentina. Sang bek Timnas Indonesia bisa direkrut oleh La Viola pada bursa transfer musim panas.
Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Daftar kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati pada Mei 2026, mulai dari Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati dan KH Abdul Khalim Fadlun, pengasuh Ponpes di Pekalongan.
Belum Debut di Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Masuk Jajaran Pevoli Putri Terpopuler Dunia, Bersanding dengan Sang Idola

Belum Debut di Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Masuk Jajaran Pevoli Putri Terpopuler Dunia, Bersanding dengan Sang Idola

Megawati Hangestri kembali mendapat pengakuan dunia meski belum menjalani debut di Hyundai Hillstate. Pevoli asal Jember itu kini masuk jajaran pevoli putri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT