News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polresta Banyumas Musnahkan Ribuan Liter Minuman Keras Hasil Operasi Pekat 2024

Polresta Banyumas, Jawa Tengah, memusnahkan berbagai barang bukti yang disita dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2024
Kamis, 4 April 2024 - 15:12 WIB
Pemusnahan ribuan botol minuman beralkohol sitaan Polresta Banyumas, Kamis (4/4/2024).
Sumber :
  • ANTARA

Banyumas, tvOnenews.com - Polresta Banyumas, Jawa Tengah, memusnahkan berbagai barang bukti yang disita dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2024 yang digelar pada 6-25 Maret maupun Operasi Keselamatan Candi 2024 yang dilaksanakan pada 4-17 Maret 2024.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa minuman beralkohol berbagai merek sebanyak 4.025 botol, minuman jenis ciu sebanyak 4.250,5 liter, minuman jenis tuak sebanyak 3.945 liter, dan knalpot brong sebanyak 387 buah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan di komplek Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (4/4/2024). 

Pemusnahan barang bukti minuman beralkohol dilakukan dengan cara menggilas botol minuman tersebut menggunakan stoom walls serta menuangkan jeriken berisi tuak maupun ciu ke selokan, sedangkan knalpot brong dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan gergaji mesin.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu mengatakan, pihaknya akan terus memberantas penyakit masyarakat maupun penggunaan knalpot brong di Kabupaten Banyumas.

"Kami berkomitmen untuk memberantas penyakit masyarakat yang ada di Kabupaten Banyumas, termasuk penggunaan knalpot brong yang memang sangat mengganggu," kata Kapolresta.

Bahkan, kata dia, pihaknya tidak akan berhenti untuk melakukan tindakan meskipun tidak ada operasi yang digelar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hal ini, lanjut dia, pihaknya ada kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) maupun patroli.

"Apabila menemukan kegiatan seperti ini, kami akan melakukan baik itu kegiatan pre-emtif, kemudian kegiatan represif, tentunya ini untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat," pungkasnya. (ant/buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Man City Mulai Ancang-ancang Antisipasi Kepergian Pep Guardiola, Eks Pelatih Real Madrid Masuk Kandidat Utama

Man City Mulai Ancang-ancang Antisipasi Kepergian Pep Guardiola, Eks Pelatih Real Madrid Masuk Kandidat Utama

Rumor kepergian Pep Guardiola kian menguat. Manchester City disebut menyiapkan Xabi Alonso, Enzo Maresca, hingga Cesc Fabregas sebagai calon pelatih baru musim depan.
DPR Nilai Kinerja Menpar 50: Anggaran Habis di Seminar Internal

DPR Nilai Kinerja Menpar 50: Anggaran Habis di Seminar Internal

Kebijakan pariwisata, oleh DPR, dinilai belum mampu menjadi mesin penggerak ekonomi hingga ke pelaku wisata di tingkat bawah.
Daftar Tujuan Cristiano Ronaldo Jika Hengkang dari Al Nassr, MU Termasuk?

Daftar Tujuan Cristiano Ronaldo Jika Hengkang dari Al Nassr, MU Termasuk?

Cristiano Ronaldo dikabarkan ingin hengkang dari Al-Nassr usai tak puas dengan manajemen klub. Klausul Rp860 miliar membuka peluang CR7 kembali ke Eropa atau hijrah ke MLS.
KPK OTT Kantor Bea Cukai Kemenkeu Jakarta

KPK OTT Kantor Bea Cukai Kemenkeu Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (4/2/2026). OTT ini dilakukan di kantor Bea Cukai Kemenkeu, Jakarta.
Dokter Oky Lapor Polisi Usai Alami Teror hingga Ancaman dalam Karangan Bunga

Dokter Oky Lapor Polisi Usai Alami Teror hingga Ancaman dalam Karangan Bunga

Polda Metro Jaya tengah mengusut kasus dugaan teror terhadap dokter Oky yang mengaku menirima kiriman karangan bunga bermuatan fitnah dan pencemaran nama baik.
Menpar Widi Kena Sentil Lagi Gara-gara Jawab Pertanyaan DPR Lewat Medsos

Menpar Widi Kena Sentil Lagi Gara-gara Jawab Pertanyaan DPR Lewat Medsos

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyentil Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana yang dinilai menjawab pertanyaan lewat medsos.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT