News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bangunan Roboh di Kab.Semarang, 4 Orang Tertimbun 1 Meninggal Dunia

Warga dusun Topogunung, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dikejutkan dengan robohnya sebuah rumah milik seorang warga pada Minggu (6/10/2024) malam
Senin, 7 Oktober 2024 - 16:58 WIB
Puing puing rumah yang roboh dan menimpa penghuninya, Senin (7/10/2024)
Sumber :
  • Tim tvOne - Aditya Bayu

Semarang, tvOnenews.com - Warga dusun Topogunung, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dikejutkan dengan robohnya sebuah rumah milik seorang warga pada Minggu (6/10/2024) malam sekira pukul 19.15 WIB.

Empat orang yang sedang berada di dalam rumah tertimbun material beton dan butuh waktu hingga 30 menit bagi warga dan tim relawan dari BPBD untuk mengevakuasi para korban. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu orang dikabarkan meninggal dunia dalam kejadian ini, sementara 3 lainnya mengalami luka yang cukup serius pada bagian kepala. Belum diketahui secara pasti penyebab robohnya rumah tersebut, namun diduga akibat patahnya salah satu tiang penyangga rumah.

Kepala BPBD Alexander Gunawan mengatakan, dugaan penyebab bagunan ambruk karena pondasi pembangunan tidak kuat menopang bangunan dua lantai ini.

" Kejadiannya justru sebelum hujan. Bagunan berada di bawah jalan. Tanah juga perengan. Kondisi rumah cor-coran tapi mungkin kurang kokoh dan beban diatas lebih berat. Sehingga tulangan bagunan patah kemudian menimpa korban," kata Alexander Gunawan saat dihubungi, Senin (7/10/2024).

Akibat kejadian ini, 4 orang tertimbun material beton yang menjadi lantai dari tumah model panggung ini. Saat dievakuasi 1 orang dalam keadaan sadar sementara 3 lainnya tidak sadarkan diri.

" Korban rata rata cedera pada bagian kepala. Kita bawa ke IGD RSUD Ungaran. Kami diberitahu oleh petugas IGD bahwa satu orang yang tidak sadarkan diri, sudah dalam keadaan meninggal. Sementara yang dua masih dalam lerawatan intensif karena luka kepala yang cukup serius," imbuhnya.

Dikatakan lebih lanjut oleh Alex, bahwa untuk memastikan kejadian ambruknya rumah warga ini, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Sementara itu, dijumpai di lokasi kejadian, Ngaimin, salah seorang warga sekitar mengatakan bahwa penghuni bangunan tersebut ada 2 orang. Sementara 2 orang lainnya adalah teman atau tamu pemilik rumah.

" Malam itu belum turun hujan, namun memang angin lebih kencang dari biasanya. Tiba tiba ada suara runtuhan. Terus masih ada yang sadar dan teriak minta tolong langsung pada datang,"ungkapnya.

Dikatakan oleh Ngaimin, proses evakuasi terkendala beton yang menimpa korban besar besar dan berat. Perlu beberapa waktu untuk bisa mrnyelematkan para korban.

" Untuk 3 korban kita temukan dalam satu lokasi. Mungkin ruang tamu, sementara yang satu agak terpisah. Mungkin mereka sedang ngobrol usai bekerja, jadi ada di satu lokasi," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikatakan juga oleh Ngaimin bahwa bangunan ini sudah ada sejak 4 lalu dan dibangun secara bertahap oleh pemilik rumah. 

" Selain sebagai tempat tinggal. Dibagian bawah rumah merupakan gudang untuk menampung rosok. Karena usaha pemilik rumah ini jual beli rosok," tutupnya. (abc/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Polisi mengungkap motif tiga orang pelaku lakukan penyiraman air keras ke seorang warga berinisial TW (54), di Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

BGN tidak hanya melakukan koordinasi dengan Balai Karantina, tetapi juga meninjau fasilitas laboratorium serta sistem pengawasan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.
Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

PBSI ungkap alasan kembali duetkan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin di sektor ganda putra.
Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi Sani Permai RT 001 RW 014, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB.
Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Kasus paspor pemain diaspora kini merambat ke Belgia. Gyrano Kerk dicoret Antwerp, sementara nasib Joey Pelupessy di Lommel SK mulai jadi sorotan.
Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

Aktivis KontraS, Andrie Yunus memberikan pesan dari dalam kamar rumah sakit tempatnya dirawat usai peristiwa teror penyiraman air keras beberapa waktu lalu.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT