GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Duel Gladiator Bocah SD di Pemalang, Disaksikan dan Direkam Temannya

Warga Pemalang, Jawa Tengah dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan aksi perkelahian dua bocah sekolah dasar (SD) di perkebunan tebu di desa Pamutih, Kecamatan Ulujami. 
Senin, 14 Oktober 2024 - 22:06 WIB
Viral duel bocah SD yang direkam temannya di Pemalang, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Tim tvOne - Mohammad Hamzah

Pemalang, tvOnenews.com - Warga Pemalang, Jawa Tengah dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan aksi perkelahian dua bocah sekolah dasar (SD) di perkebunan tebu di desa Pamutih, Kecamatan Ulujami. 

Aksi perkelahian ini disaksikan dan direkam oleh teman mereka. Mirisnya, Dalam video terdengar narasi tak senonoh yang berbunyi "Disini ada anjing yang berkelahi,".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui dua bocah yang berkelahi yakni AB (10) dan AD (11). AB yang kalah besar badannya tampak terjatuh dan di pukuli bertubi-tubi hingga tak berdaya.

Tanpa sebab yang jelas, Diduga AB dipaksa untuk berkelahi dengan AD hingga digiring ke perkebunan tebu. Akibatnya AB menderita beberapa luka dibagian kepala, leher, punggung, dan perut.

Sementara itu, orang tua korban AB baru mengetahui perkelahian setelah videonya viral di media sosial.

"Pertama kali tahu hancur hati saya, perasaan seorang ibu terus syok ngelihat anak saya dipukuli seperti itu dan tidak ada yang berusaha melerai," kata orang tua AB, Windy Putri Utami, Senin (14/10/2023).

Orang tua korban, juga menyayangkan tidak adanya itikad baik dari keluarga pelaku, bahkan keluarga pelaku terkesan enggan bertanggung jawab dan terkesan lepas tangan.

"Saya tunggu itikad baiknya, satu dua hari tetapi tidak omongnya dan tidak ada kata minta maaf," ujar Windy.

Terlebih, AB diketahui memiliki riwayat operasi di kepalanya setelah mengalami insiden kecelakaan beberapa tahun silam. AB juga sempat mengeluhkan rasa sakit dikepalanya setelah perkelahian namun kondisinya berangsur membaik.

"Kepalanya itu juga pernah operasi dan operasinya itu parah, sampai tempurung kepalanya pecah," jelas Windy.

Dirinya berharap keadilan dari aparat penegak hukum, untuk menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan yang dialami anaknya tersebut.

"Saya berharap pihak kepolisian menindaklanjuti kasus ini, saya berharap keadilan," harap Windy.

Sementara itu kuasa hukum keluarga AB, Jimmy Muslimin mengaku, telah melaporkan dugaan kekerasan yang menimpa klientnya tersebut ke Unit PPA Polres Pemalang.

"Saya menerima kuasa dari ibu korban per tanggal 11 oktober 2024, saya telah melaporkan dugaan tindakan kekerasan terhadap anak atau penganiayaan anak ke Polres Pemalang," kata Jimmy.

Jimmy, turut menceritakan kondisi korban yang mengalami trauma hingga takut keluar rumah dan mengeluhkan kondisi sakit dibagian kepala, leher, punggung, dan perut.

"Korban sendiri mengalami trauma hingga jarang keluar rumah dan mengeluhkan rasa sakit dibagian tubuhnya," ujar Jimmy.

Selain melaporkan pelaku pemukulan, Jimmy juga melaporkan perekam video yang turut mengeluarkan narasi yang tidak senonoh.

"Sementara ini yang kita laporkan yakni pemukul dan perekam video karena ada kata-kata "Dua Anjing Sedang Berkelahi" saya serahkan ke Unit PPA Polres Pemalang," terang Jimmy.

Pihaknya tidak menutup kemungkinan akan melaporkan beberapa orang yang turut serta menonton aksi perkelahian dan terkesan tidak melerai.

"Nanti kita kembangkan karena kejadian tersebut dari keterangan ibu korban ada sejumlah 17 anak yang terlibat," ungkap Jimmy.

Pihaknya berharap, polisi dapat secepatnya melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan yang menimpa klientnya tersebut.

"Saya akan kawal kasus ini sampai tuntas di Unit PPA Polres Pemalang," Pungkas Jimmy.

Terpisah, Kasi Humas Polres Pemalang, Iptu Anjar Lindu Wijayadi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan kekerasan yang melibatkan siswa SD tersebut.

"Iya benar Polres Pemalang melalui SPKT telah menerima aduan dari masyarakat mengenai kasus perkelahian antar siswa di Desa Pamutih ulujami, saat ini perkara masih dalam proses penyelidikan Unit PPA," kata Lindu.

Lindu menambahkan, pihaknya telah memintai keterangan orang tua korban. Selanjutnya Unit PPA dijadwalkan akan melakukan pemanggilan kepada terlapor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sementara yang kita mintai keterangan dari ibu korban, saat ini masih kita dalami masih penyelidikan," imbuh Lindu. (mdh/buz)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT