News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Demo Tuntut Komisioner KPU Brebes Dipecat Berakhir Bentrok

Reribuan pengunjuk rasa dari Koalisi Masyarakat Peduli Demokrasi Brebes Bersatu Untuk Maju, yang menggelar aksi di depan kantor KPU setempat, Senin (25/11/2024) berujung ricuh.
Senin, 25 November 2024 - 15:48 WIB
Bentrok saat unjuk rasa di depan KPU Brebes, Senin (25/11/2024) siang.
Sumber :
  • Tim tvOne - Tri Handoko

Brebes, tvOnenews.com - Suhu politik dihari tenang menjelang pencoblosan Pilkada serentak di Brebes Jawa Tengah, memanas. Dimana seribuan pengunjuk rasa dari Koalisi Masyarakat Peduli Demokrasi Brebes Bersatu Untuk Maju, menggelar aksi demo di depan kantor KPU setempat, Senin (25/11/2024) siang.

Massa pengunjuk rasa mendatangi KPU Brebes dengan mengusung keranda mayat yang dibawa dari halaman Islamic Center menuju kantor KPU Brebes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sempat terjadi dorong-dorongan keranda mayat yang terpampang foto-foto Komisioner KPU Brebes, antara pendemo dengan pihak aparat yang berjaga. 

Massa mencoba merangsek masuk ke halaman kantor KPU untuk membawa keranda mayat sebagai tanda matinya demokrasi di Kabupaten Brebes. Namun, aksi mereka dihadang polisi yang berjaga di depan pintu gerbang masuk kantor KPU Brebes.

Massa kemudian berorasi menuntut kepada KPU RI dan KPUD Jawa Tengah, untuk memberhentikan dan memecat para komisioner KPU Brebes. 

Mereka beralasan karena penyelengara pemilu tersebut,.kini tengah menjalani sidang kode etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) , terkait dugaan penyuapan oleh oknum Komisioner KPU Brebes kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK),  untuk melakukan penggelembungan suara kepada salah satu caleg DPR RI di Pemilu yang lalu.

Apalagi dalam orasinya,. pendemo menyebut bahwa sebelumnya KPU RI telah mengeluarkan surat peringatan kepada penyelenggara Pemilu di Brebes tesebut.

Dangan dasar itulah, pendemo kahwatir sikap netral KPU Brebes dalam penyelenggaraan Pilkada yang akan digelar Rabu, 27 November 2024 mendatang, dipertanyakan.

Suasana demo memanas, setelah tiba-tiba sekelompok massa lainnya mendatangi aksi demo dan menuntut  demo dibubarkan karena saat ini, memasuki masa tenang kampanye.

Bahkan, kedua kubu yang bersitegang akhirnya terlibat bentrok. Beruntung aparat keamanan berhasil memisahkan kedua kubu melakukan benturan saat demo berlangsung.

Kapolres Brebes AKBP Achmad Oka Mahendra mengatakan,  adanya sedikit peristiwa benturan antara kelompok pendemo dengan kelompok salah satu pasangan calon, berhasil diarahkan untuk bisa diselesaikan baik-baik.

"Kami mohon kepada masyarakat di Kabupaten Brebes, untuk menciptakan Pilkada nanti berjalan senyaman mungkin, sedamai mungkin, apalagi konflik jangan sampai berujung dengan kegiatan-kegiatan fisik," kata Oka Mahendra.

Polisi meminta kepada semua pihak yang mempunyai kepentingan untuk dilakukan dengan cara yang benar dan jangan sampai menimbulkan konflik antar sesama warga di Kabupaten Brebes.

"Kami minta penyelengaraan Pilkada Brebes bisa berjalan aman dan lancar tanpa adanya konflik ditengah masyarakat," pungkas Oka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, bahwa KPU Brebes yang sebentar lagi akan menggelar Pilkada Brebes dengan hanya ada satu pasangan calon tunggal yakni Paramitha Widya Kusuma dan Wurja, tengah menjalani proses sidang kode etik pelanggaran Pemilu oleh DKPP terkait dugaan penyuapan dan penggelembungan suara untuk salah satu caleg DPR RI.

Bahkan, sidang pertama DKPP, telah digelar di KPU Provinsi Jawa Tengah di Semarang, pada Kamis (14/11/2024) pekan lalu. (tho/buz).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT