GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ajukan Banding, Kuasa Hukum Sebut Alasan Polisi Tembak Pelajar di Semarang: Beranggapan Begal

Aipda Robig Zaenudin (RZ), ditetapkan tersangka kasus penembakan pelajar di Kota Semarang. Oknum polisi Satresnarkoba Polrestabes Semarang kini diputus pecat tidak hormat dari Polri. 
Jumat, 27 Desember 2024 - 10:15 WIB
Aipda RZ saat menjalani sidang kode etik di Polda Jateng, Senin (9/12/2034).
Sumber :
  • Tim tvOne - Didiet Cordiaz

Semarang, tvOnenews.com - Aipda Robig Zaenudin (RZ), ditetapkan tersangka kasus penembakan pelajar di Kota Semarang. Oknum polisi Satresnarkoba Polrestabes Semarang kini diputus pecat tidak hormat dari Polri. 

Saat ini Aipda Robig tengah mengajukan banding atas putusan Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada Senin (9/12/2024). Polda Jateng pun menerima dan meminta Aipda Robig segera menyusun memori bandingnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Aipda Robig telah didampingi sejumlah pengacara untuk melanjutkan proses hukum ini.

Kuasa Hukum Aipda Robig mengaku akan membeberkan sejumlah fakta di persidangan. Termasuk membantah tuduhan Aipda Robig sengaja membunuh korban seorang pelajar SMKN 4 Semarang bernama Gamma dengan menembak. 

“Apa yang kami tangkap selama ini bahwa klien kami tidak punya mens rea (niat buruk) untuk melakukan penembakan terhadap almarhum Gamma. Satu bahwa beliau tidak kenal sama sekali siapa yang ditembak dan beliau tidak ada hubungan siapa yang ditembak. Jadi mens rea kami anggap tidak ada sama sekali apa yang dilakukan oleh Robig Zaenudin,” ujar Pengacara Aipda Robig, Herry Darman kepada wartawan, Kamis (26/12/2024). 

Herry menjelaskan jika Aipda Robig mengaku telah memberikan dua peringatan kepada korban yang disebut pengendara motor yang membawa senjata tajam. Dua peringatan itu adalah lisan dan tembakan ke arah jarum jam 11. 

“Kedua ingin saya sampaikan, beliau melihat didepan matanya ada orang datang mengendarai sepeda motor dengan kelajuan, kedua ada orang yang dikejar yang menggunakan sajam. Nah disinilah beliau beranggapan bahwa itu adalah begal,” katanya. 

Karena tak mengindahkan peringatan itu, Aipda Robig disebut terpaksa meletuskan tembakan. Kondisi ini disebut sudah sesuai SOP karena tak ingin ada tindak pidana atau pelanggaran hukum yang dilakukan pengendara tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nah apa yang dilakukan, pencegahan agar tidak menjdi suatu tindak pidana satu tindak pidana melukai atau membunuh. Apa yang dia lakukan setelah kami tanya bahwa klien kami mengatakan dia sudah mengatakan saya polisi artinya peringatan secara lisan sudah dia lakukan,” paparnya. 

“Kedua dia menggunakan tembakan keatas kearah jarum sebelas satu kali. Artinya ada dua peringatan. Yang dia lakukan satu peringatan lisan, kedua menggunakan senjata. Nah sudah peringatan itu dia lakukan akhirnya klien kami melakukan adalah menembakan bukan untuk membunuh, ini perlu saya luruskan. Bukan niatnya untuk membunuh siapapun, dia ingin melumpuhkan dan ingin melakukan pencegahan,” tandasnya. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Korea Soroti Efek Megatron usai Megawati Hangestri Direkrut Hyundai Hillstate: Demam Mega di V-League

Media Korea Soroti Efek Megatron usai Megawati Hangestri Direkrut Hyundai Hillstate: Demam Mega di V-League

Kepindahan Megawati Hangestri Pertiwi ke klub Korea Selatan, Hyundai Hillstate, diprediksi kembali memicu euforia “Demam Mega” di kalangan pecinta voli Korea.
Timnas Iran Masih Belum Pasti Main di Piala Dunia 2026 Gara-Gara Hal Ini, FIFA Diminta Turun Tangan

Timnas Iran Masih Belum Pasti Main di Piala Dunia 2026 Gara-Gara Hal Ini, FIFA Diminta Turun Tangan

Timnas Iran nyatanya masih memiliki masalah menjelang Piala Dunia 2026. Meski FIFA menginginkan mereka bermain, Amerika Serikat masih memberikan masalah
Dinkes Bantah Kasus Hantavirus di Jakarta dari Klaster Kapal Pesiar

Dinkes Bantah Kasus Hantavirus di Jakarta dari Klaster Kapal Pesiar

Dia menyebut pasien yang dinyatakan suspek saat ini sedang menjalani isolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Belum Juga Kuliah, Siswi SMAN 1 Pontianak Langsung Dapat Jaminan Kerja usai Jawabannya Dianggap Salah oleh Juri LCC MPR

Belum Juga Kuliah, Siswi SMAN 1 Pontianak Langsung Dapat Jaminan Kerja usai Jawabannya Dianggap Salah oleh Juri LCC MPR

Ketua Komisi II DPR langsung menawarkan beasiswa dan jaminan kerja untuk Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang jawabannya dianggap salah oleh juri LCC.
Polresta Sleman Gandeng Ikatan Bidan Indonesia Bahas Legalitas Penampungan Bayi di Pakem Sleman

Polresta Sleman Gandeng Ikatan Bidan Indonesia Bahas Legalitas Penampungan Bayi di Pakem Sleman

Polresta Sleman menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) setempat untuk membahas aspek legalitas praktik penampungan bayi yang ditemukan di wilayah Hargobinangun, Pakem. 
Efek Megawati Hangestri Mendunia, Hyundai Hillstate Kembali Cetak Rekor Mentereng di Media Sosial

Efek Megawati Hangestri Mendunia, Hyundai Hillstate Kembali Cetak Rekor Mentereng di Media Sosial

Siapa sangka Megawati Hangestri mampu memberikan efek besar setelah resmi bergabung bersama Hyundai Hillstate untuk Liga Voli Korea 2026-2027.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Al Nassr vs Al Hilal 1-1: Ronaldo Dibuat Tak Habis Pikir dengan Gol Bunuh Diri Bento di 10 Detik Terakhir Injury Time

Al Nassr vs Al Hilal 1-1: Ronaldo Dibuat Tak Habis Pikir dengan Gol Bunuh Diri Bento di 10 Detik Terakhir Injury Time

Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus menahan euforia kemenangan mereka atas Al Hilal usai Al Nassr dipaksa bermain imbang dalam laga sengit dan penuh drama.
Usai Dihujat Warganet, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Buka Suara, Tak Mengelak dari Kesalahan

Usai Dihujat Warganet, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Buka Suara, Tak Mengelak dari Kesalahan

Setelah dihujat warganet, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat buka suara, tak mengelak dari kesalahan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT