Mengenal Tradisi Jaro Rojab di Banyumas: Gotong-royong Mengganti Pagar Tanah Pemakaman
- Sonik Jatmiko
Banyumas, Jawa Tengah - Bulan Rajab atau Rojab ada tradisi yang dilakukan oleh warga di Dusun Gembrong, Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Tradisi setahun sekali sejak turun-temurun itu adalah mengganti pagar bambu tanah makam desa. Usai bergotong-royong, warga memotong kambing dan ayam untuk disantap bersama.
Sejak Minggu (20/2/2022) pagi, warga dusun, terutama kaum lelaki datang ke makam desa dengan membawa bambu dan peralatan tukang. Tanpa banyak bicara dan perintah, langsung membongkar pagar lama, terbuat dari bambu yang lapuk.
"Ini pagar bikinan tahun lalu. Karena tiap tahun di bulan Rojab selalu diganti dengan cara gotong-royong," ujar Mad Sarwan, salah seorang warga.
Bekas pagar lama biasanya dibawa pulang untuk dijadikan kayu bakar. Bambu yang dibawa warga, lalu dibelah dan dipotong, kemudian dianyam menjadi pagar baru.
Tak butuh waktu lama, hanya sekitar tuga jam, pekerjaan yang dilakukan ratusan warga ini langsung selesai.
Di lain tempat, kaum ibu sudah menyiapkan masakan gulai daging kambing dan ayam. Saat kaum bapak mulai bergotong-royong, kaum ibu menyembelih kambing dan ayam serta mengolah aneka sayuran.
"Usai gotong royong, kami langsung mengadakan doa bersama dan menyantap hidangan kambing dan ayam. Separuhnya juga dibawa pulang," ujar Kepala Dusun Gembrong, Sugiono.
Karena tradisi, tidak ada satupun warga yang absen dalam gotong-royong mengganti pagar makam. Sesuai namanya, jaro rojab dari kata jaro yang berarti pagar, dan rojab yang artinya bulan rajab dalam sistem penanggalan islam dan jawa.
Selain lahan makam desa, di situ juga ada makam leluhur desa yang masih terjaga. Dua makam itu adalah Demang Gembrong atau dikenal dengan Ki Demang, dan isterinya Nyai Kerti. (Sonik/act)
Load more