News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Insiden Gas Beracun Dieng Perlu Mitigasi, Salah Satunya Tumpang Sari

Insiden kebocoran gas di PLTP Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, perlu mitigasi massif, termasuk pola tanam lahan pertanian di sekitar lokasi rawan bencana gas.
Rabu, 16 Maret 2022 - 08:34 WIB
Pakar geologi Unsoed Purwokerto, Sachrul Iswahyudi.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sonik Jatmiko

Purwokerto, Jawa Tengah - Insiden kebocoran gas di sumur bor Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng, di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah,  Sabtu (12/3/2022) mendapat perhatian pakar geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Sachrul Iswahyudi.

Sachrul menyebut, perlu adanya mitigasi massif, termasuk pola tanam lahan pertanian masyarakat di sekitar lokasi rawan bencana gas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangan tertulis yang diterima tvonenews, Rabu (16/3/2022), dia menyebut kondisi di banyak lapangan panas bumi memang demikian. Banyak mengandung gas-gas yang bersifat racun jika melebihi ambang batas yang bisa ditoleransi tubuh manusia, 

"Seperti gas CO CO2, H2S, SO2 dan lain lain. Konsentrasi gas-gas beracun yang tinggi di Dieng mengingatkan akan Tragedi Sinila pada 1979 yang merenggut 149 korban jiwa akibat terpapar gas beracun melebihi ambang," ujar dosen Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed itu.

Gas-gas beracun tidak saja keluar pada sumur-sumur panasbumi, tapi juga bisa terjadi di kawah-kawah yang banyak terdapat di Dieng. 

Upaya mitigasi harus terus-menerus, lebih masif dan lebih luas di lokasi Dieng. Tujuannya untuk mengurangi kerugian atau resiko kemungkinan bencana alam yang timbul di masa datang, mengingat kondisi lokasi Dieng yang dinamis, padat penduduk, sentra produksi pertanian kentang, dan destinasi wisata ramai pengunjung.

"Upaya mitigasi yang akan dilakukan tergantung kondisi lokal setempat yang ada. Setiap lapangan panas bumi sendiri memiliki karakter atau keunikan tersendiri yang berbeda dengan karakter lapangan panas bumi lain. Keunikan tersebut bukan saja dari sisi teknis tapi juga dari sisi sosial budaya masyarakat setempat," ujarnya. 

Sachrul menambahkan, pola pertanian masyarakat, sebagian besar berupa tanaman kentang juga perlu dipertimbangkan untuk dilakukan pola tumpang sari atau perselingan dengan tanaman produksi lain yang lebih besar dan tinggi. Bertujuan menghambat laju alir gas jika gas keluar. 

"Hal itu pernah diupayakan beberapa tahun yang lalu, melalui upaya perselingan tanaman kentang dan kopi. Lahan juga tidak dibiarkan gundul, karena gas-gas akan mudah mengalir ke atas jika tidak ada penahan tanaman di permukaan," ujarnya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tempat-tempat yang rawan keluaran gas yang tinggi, seperti kawah, juga perlu dipertimbangkan melakukan penanaman tumbuhan penangkal polusi yang telah dikenal selama ini.

Hal ini tetap perlu dilakukan penelitian terlebih dulu, apakah tanaman-tanaman tersebut efektif untuk menangkal gas-gas beracun, atau ada jenis tanaman lain yang lebih baik untuk lokasi.(Sonik Jatmiko/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PGN-Kementerian ESDM Sinergi Perkuat Implementasi Keselamatan Migas

PGN-Kementerian ESDM Sinergi Perkuat Implementasi Keselamatan Migas

Pemerintah Indonesia melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas PT Pertamina (Persero) terus memperkuat implementasi keselamatan migas.
Bebas Biaya Sewa dan Tanpa Target, Skema Beli Putus EDC Orderkuota Untungkan Pelaku UMKM

Bebas Biaya Sewa dan Tanpa Target, Skema Beli Putus EDC Orderkuota Untungkan Pelaku UMKM

Transisi menuju era ekonomi serba cashless nyatanya belum sepenuhnya menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak warga desa hingga pinggiran kota yang sangat bergantung pada perputaran uang fisik.
Berapa Nomor Punggung Megawati di Hyundai Hillstate? Kini Bukan Lagi Nomor 8

Berapa Nomor Punggung Megawati di Hyundai Hillstate? Kini Bukan Lagi Nomor 8

Berapa nomor punggung Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate? Simak alasan di balik pergantian nomor dan jadwal kedatangannya ke Korea Selatan.
Padahal Maarten Paes Sudah Tampil Impresif, Mengapa Ajax Masih Berburu Kiper Baru? Ini Alasannya

Padahal Maarten Paes Sudah Tampil Impresif, Mengapa Ajax Masih Berburu Kiper Baru? Ini Alasannya

Sosok Maarten Paes menjadi sorotan sejak bergabung dengan Ajax dan berhasil tampil impresif. Tapi, mengapa klub raksasa Belanda itu masih berburu kiper baru?
Rencana Penyeragaman Kemasan Dinilai Bakal Matikan Industri Rokok Legal

Rencana Penyeragaman Kemasan Dinilai Bakal Matikan Industri Rokok Legal

Rancangan regulasi berupa penyeragaman kemasan rokok yang sedang digodok oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menuai sorotan publik.
11 Aset Milik Pemkot Bandarlampung Ditargetkan Rampung Akhir 2026

11 Aset Milik Pemkot Bandarlampung Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Status kepemilikan 11 aset yang sebelumnya menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, ditargetkan dapat dirampungkan pada akhir 2026.

Trending

Ternyata Bukan Hilang, Nadira Az-Zahra di Rumah Bibinya, Polisi: Masalah Keluarga

Ternyata Bukan Hilang, Nadira Az-Zahra di Rumah Bibinya, Polisi: Masalah Keluarga

Teka-teki mengenai hilangnya mahasiswi cantik asal Telkom University Nadira Az-Zahra (21) akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat dinyatakan hilang kini -
Pengungkapan 3,37 Ton Ganja Jadi Kado Besar HANI dan HUT Bhayangkara ke-80 untuk Indonesia

Pengungkapan 3,37 Ton Ganja Jadi Kado Besar HANI dan HUT Bhayangkara ke-80 untuk Indonesia

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Jawa Timur dalam menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja asal Thailand yang diperkirakan bernilai sekitar Rp4,5 triliun.
Wanita Kepergok Jual Perhiasan Emas Palsu di 20 Toko Emas Pamulang, Polisi Ungkap Motifnya

Wanita Kepergok Jual Perhiasan Emas Palsu di 20 Toko Emas Pamulang, Polisi Ungkap Motifnya

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq menerangkan, berdasarkan pengakuan pelaku, yang bersangkutan sudah beraksi ke 20 toko emas.
MUI Usulkan Pejabat yang Korupsi Dihukum Mati, Ketua Umum MUI: Berapa Orang yang Mati Karena Koruptor?

MUI Usulkan Pejabat yang Korupsi Dihukum Mati, Ketua Umum MUI: Berapa Orang yang Mati Karena Koruptor?

Baru-baru ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan agar pejabat yang korupsi atau merampok uang negara, agar dijatuhi hukuman mati. Bahkan Ketua Umum MUI,
Gebrakan Persib Bawa Berkah untuk Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Makin Pede Raih Juara

Gebrakan Persib Bawa Berkah untuk Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Makin Pede Raih Juara

Langkah agresif Persib di bursa transfer musim panas tak hanya untungkan klub. Kebijakan itu juga bawa angin segar bagi Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026.
KPK: Ada Dugaan Pungli di Kantor Imigrasi Depok

KPK: Ada Dugaan Pungli di Kantor Imigrasi Depok

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, saksi yang berasal dari Kanim Depok didalami soal dugaan penerimaan uang.
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 4 Juli 2026: Sagitarius Mendadak Tajir

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 4 Juli 2026: Sagitarius Mendadak Tajir

Keberuntungan finansial diperkirakan menghampiri sejumlah zodiak pada Sabtu, 4 Juli 2026. Berikut 6 zodiak yang diprediksi paling bercuan deras di akhir pekan!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT