GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluhkan Mahalnya Biaya Seragam yang Dijual SMP Negeri di Brebes, Orang Tua Siswa: Harus Berhutang Jutaan Rupiah

Orang tua siswa di Brebes, Jawa Tengah, mengeluhkan mahalnya biaya seragam sekolah yang harus dibeli orang tua siswa di sekolah.
Senin, 28 Juli 2025 - 19:50 WIB
Ilustrasi siswa SMP Negeri di Brebes berseragam OSIS saat pulang sekolah.
Sumber :
  • Tim tvOne - Tri Handoko

Brebes, tvOnenews.com -  Meski berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 17 Tahun 2010 pasal 181 dan 198, baik pendidikan, tenaga pendidik, dewan pendidikan, maupun komite sekolah/madrasah dilarang untuk menjual bahan atau baju seragam. Namun, seolah-olah aturan tersebut banyak yang tidak diindahkan di sejumlah sekolah negeri di daerah.

Salah satunya di Brebes Jawa Tengah, dimana pada tahun ajaran baru tahun 2025, disinyalir banyak SMP Negeri di Brebes yang menjual bahan seragam sekolah yang diduga menjual diatas harga dipasaran (mark up).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi ini dikeluhkan para orang tua/ wali murid, khususnya dari kalangan tidak mampu, yang terpaksa harus membeli bahan seragam di sekolah negeri.

Salah seorang wali murid SMP Negeri di Brebes, AM (45) mengaku, bahwa dirinya yang hanya berprofesi sebagai buruh bangunan harus memutar otak dan tenaga untuk membayar biaya bahan seragam beserta atribut untuk anaknya yang masuk SMP Negeri. 

Tak tanggung-tanggung, harga satu paket bahan seragam (bahan seragam OSIS Biru, pramuka, batik dan baju olahraga) mencapai Rp 1,2 juta, ditambah harus membayar ongkos jahit hingga Rp 450 ribu untuk tiga stel.

Semua ini demi memenuhi arahan pihak sekolah, apalagi ia takut jika membeli di luar sekolah akan membuat anaknya “bermasalah dalam pendataan”.

“Katanya nanti enggak dicatat, beda kelas sendiri. Saya takut anak jadi malu. Tapi kenapa harus semahal itu, padahal saya tahu harga pasaran jauh lebih murah? Padahal saya sudah beli seragam OSIS biru putih di toko seragam di sini, harganya Rp 150 ribuan satu stel sudah jadi. Tapi tetap diarahkan harus dari pihak sekolah. Katanya biar seragam biar enggak beda. Tapi apa harus semahal itu?” kata AM kepada awak media, Senin (28/07/2025) siang.

Ia pun menambahkan bahwa banyak orang tua lain dari sekolah negeri berbeda juga menyuarakan kekhawatiran yang sama. 

Meski tidak ada aturan tertulis yang mewajibkan pembelian lewat sekolah, tekanan moral dan sosial membuat mereka merasa tidak punya pilihan lain.

Bahkan, disebut-sebut diduga ada rekanan dari luar kota yang menjadi pemasok utama bahan seragam tersebut.

"Karena biaya mahal sampai Rp 1,2 juta dan harus beli di sekolah. Saya terpaksa beli dengan uang yang saya pinjam dari majikan di tempat saya bekerja," jelas AM.

Tidak hanya itu, banyak wali murid meminta kwitansi pembelian bahan seragam sekolah saat daftar ulang di sekolah. Pihak sekolah tidak memberikan kwitansi pembelian.

"Saat daftar ulang, katanya kwitansinya nanti mau dikasih. Tapi sampai sekarang tidak pernah kami terima," ungkap AM.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes Caridah mengatakan, bahwa pembelian seragam di sekolah tidak ada kewajiban membeli dari koperasi.

Dindikpora Brebes, menurut Caridah pun tidak mengetahui bahwa ada rekanan penyedia bahan seragam di sekolah - sekolah negeri. Dirinya hanya mengetahui, sekolah menyediakan seragam sekolah melalui koperasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekolah memang ada yang menyediakan seragam melalui koperasi, tapi tidak wajib, dikarenakan seragam diserahkan sepenuhnya ke masyarakat. Namun ada sekolah yang menyiapkan di koperasi sekolah atau pihak lain, monggo jika masyarakat mau pesan. Dalam aturan juga tidak ada pemaksaan pembelian seragam di sekolah, jadi itu sekali lagi tergantung kebutuhan wali murid," kata Caridah kepada awak media.

Seperti diketahui di Brebes saat ini ada 77 SMP Negeri milik pemerintah. Namun,  tidak semua sekolah SMP Negeri di Brebes berani menjual bahan seragam sekolah dikarenakan belum adanya payung hukum, sekolah berbisnis seragam sekolah. (tho/buz).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Comeback Gila Ronda Rousey: Menang 17 Detik, Cuan Rp35 Miliar!

Comeback Gila Ronda Rousey: Menang 17 Detik, Cuan Rp35 Miliar!

Comeback sensasional Ronda Rousey berakhir luar biasa setelah menang hanya dalam 17 detik, sekaligus mengantarkannya meraih bayaran fantastis setara miliaran.
Rupiah Hari Ini 18 Mei 2026 Bergerak Melemah Jadi Rp17.630 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 18 Mei 2026 Bergerak Melemah Jadi Rp17.630 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pada pagi hari ini 18 Mei 2026 bergerak melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 dolar AS.
Demi Bertemu Dedi Mulyadi dan Curhat soal Utang Rp100 Juta, Pedagang Ini Sengaja Mangkal di Jalur Clear Area

Demi Bertemu Dedi Mulyadi dan Curhat soal Utang Rp100 Juta, Pedagang Ini Sengaja Mangkal di Jalur Clear Area

Pedagang ini sengaja mangkal di jalur clear area demi bertemu Dedi Mulyadi dan curhat soal utang bank Rp100 juta yang belum lunas. Simak berita lengkapnya!
Muhammadiyah Games 2026 Resmi Dibuka, Enam Cabang Olahraga Siap Dipertandingkan 

Muhammadiyah Games 2026 Resmi Dibuka, Enam Cabang Olahraga Siap Dipertandingkan 

Pembukaan ajang olahraga nasional perdana Muhammadiyah bertajuk The 1st Muhammadiyah Games digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan
Jordan Wilson Yakin Bisa Jadi Tandem Ideal bagi Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate: Saya Harap Mega

Jordan Wilson Yakin Bisa Jadi Tandem Ideal bagi Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate: Saya Harap Mega

Hyundai Hillstate menyambut musim baru dengan optimisme tinggi setelah merekrut Megawati Hangestri dan Jordan Wilson. Duet ini diyakini mampu menjadi kekuatan.
Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar Berhasil Diringkus Polisi, Terancam 17 Tahun Penjara

Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar Berhasil Diringkus Polisi, Terancam 17 Tahun Penjara

Pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap mahasiswi rantau asal Kalimantan berinisial MR (20) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil diringkus polisi.

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Gubernur Sherly Tjoanda ungkap alasan selalu tampil cantik di hadapan publik, bahkan katanya almarhum suaminya suka menanyakan soal itu.
LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

Publik masih memberi perhatian pada polemik Lomba Cerdas Cermat diselenggarakan oleh MPR RI. Amarah publik meluap saat Dewan Juri tidak memberi permohonan maaf
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT