GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Inspirasi Menyulap Lahan Sempit di Pekarangan Rumah Jadi Kebun Anggur Produktif

Di tengah sempitnya lahan pemukiman dan maraknya isu ketahanan pangan, seorang warga di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berhasil menyulap lahan sempit di samping rumahnya menjadi kebun anggur produktif.
Selasa, 21 Oktober 2025 - 19:57 WIB
Caryadi saat memetik varietas anggur impor di kebunnya yang kini jadi wahana belajar siswa SD di Pemalang.
Sumber :
  • Tim tvOne - Mohammad Hamzah

Pemalang, tvOnenews.com – Di tengah sempitnya lahan pemukiman dan maraknya isu ketahanan pangan, seorang warga di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berhasil menyulap lahan sempit di samping rumahnya menjadi kebun anggur produktif.

Adalah Caryadi, warga Dusun Leboyo, Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, lahan sempit di samping rumahnya kini menjadi kebun anggur sekaligus tempat belajar bagi anak-anak sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di atas lahan seluas sekitar 300 meter persegi, deretan tanaman anggur dengan puluhan varietas impor tumbuh subur dan rapi di bawah para-para besi yang ditatanya sendiri.

Dari yang awalnya hanya sekadar hobi menanam, kini kebun milik Caryadi berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan, ruang hijau yang menyejukkan, dan destinasi edukatif bagi para pelajar.

Setiap minggu, kebun anggur tersebut tak pernah sepi dari kunjungan pelajar, guru, hingga warga sekitar.

Sekolah-sekolah dari berbagai wilayah di Pemalang datang silih berganti, yang menjadikan kebun itu sebagai ruang belajar alam terbuka.

Di tempat itu, anak-anak diajak untuk mengenal teknik menanam dan merawat tanaman anggur mulai dari menyiapkan media tanam — campuran tanah, sekam, dan pupuk organik — hingga proses pemindahan bibit ke polibag.

Suasana belajar terasa menyenangkan. Sambil tertawa dan berinteraksi dengan pemilik kebun, para siswa belajar langsung tentang kesabaran, ketekunan, dan pentingnya mencintai lingkungan.

“Melalui kegiatan belajar di luar kelas seperti ini, kami ingin menanamkan kesadaran pada anak-anak bahwa lahan sekecil apa pun bisa dimanfaatkan. Mereka juga jadi lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Vina Zamillatussa’adah, salah satu guru SD, Selasa (21/10/2025).

Bagi Caryadi, kebun anggur ini bukan sekadar ladang ekonomi, tetapi juga wadah berbagi pengetahuan.

Ia kerap membagikan pengalaman budidaya kepada pengunjung yang ingin belajar. Semua berawal dari rasa penasaran dan keinginan untuk memanfaatkan lahan kosong di rumahnya.

“Awalnya cuma ingin halaman terlihat hijau dan nggak nganggur. Saya coba tanam beberapa bibit anggur, ternyata tumbuh subur dan berbuah lebat. Dari situ saya mulai serius belajar budidayanya lewat komunitas online,” cerita Caryadi.

Hasilnya kini luar biasa. Dari kebun kecil di desa, Caryadi bisa memanen anggur berbagai jenis mulai dari Jupiter, Ninel, hingga Transfigurasi  yang banyak diminati pembeli lokal.

Tak hanya dijual, sebagian hasil panen juga digunakan untuk edukasi, agar anak-anak bisa melihat langsung proses tumbuh hingga panen buah.

Inovasi Caryadi pun mulai mendapat perhatian. Banyak warga dan komunitas tani datang berkunjung, menimba ilmu untuk mengembangkan pekarangan mereka sendiri.

Ia berharap gerakan sederhana ini bisa menjadi inspirasi nasional, agar masyarakat di seluruh Indonesia sadar bahwa pekarangan rumah bisa menjadi sumber pangan, edukasi, dan ekonomi keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya ingin kebun ini bisa jadi contoh. Kalau semua rumah punya tanaman produktif, selain lingkungan jadi asri, masyarakat juga bisa mandiri. Dari hal kecil bisa jadi manfaat besar,” tuturnya.

Kini kebun anggur Caryadi tak hanya menjadi kebanggaan warga Desa Losari, tapi juga simbol bahwa inovasi tak selalu butuh lahan luas, modal besar, atau teknologi canggih. Cukup niat, ketekunan, dan kemauan belajar, hasilnya bisa menginspirasi banyak orang. (mdh/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. Kehadiran
Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Berikut tiga berita terpopuler di tvOnenews.com yang sayang dilewatkan, mulai dari polemik LCC Kalbar hingga aksi gubernur Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda.
Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Dalam unggahan video terbaru di akun Instagramnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi keluhan seorang warga terkait program KWH gratis bagi jompo atau lansia

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT