News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kue Lebaran Produksi Napi di Lapas Pati Laris Terjual, Omzet Puluhan Juta

Kue kering lebaran produksi warga binaan Lapas Kelas IIB Pati, seperti nastar, pastel dan stik bawang banjir pesanan jelang lebaran. Omzetnya mencapai Rp40 juta
Jumat, 29 April 2022 - 11:37 WIB
Warga binaan Lapas Kelas IIB Pati memproduksi kue kering lebaran.
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, Jawa Tengah - Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati, Jawa Tengah, bisa tersenyum bahagia pada lebaran kali ini. Pasalnya, kue kering khas lebaran produksi mereka, seperti nastar, pastel dan stik bawang banjir pesanan jelang lebaran.

Tak tanggung-tanggung, selama bulan Ramadhan ini kue kering hasil produksi mereka mencapai omset Rp 40 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama bulan Ramadhan ada pemandangan berbeda di Lapas Kelas IIB Pati, Jawa Tengah. Di ruang sub seksi kegiatan kerja Lapas Pati, sejumlah warga binaan tampak cekatan memproduksi kue-kue kering.

Mereka punya tugas masing-masing, ada yang membuat adonan nastar dan pastel, serta memasukkan isian selai dalam adonan nastar dan isian abon dalam adonan pastel.

Ada pula yang bertugas melakukan pengemasan kue dalam toples bening yang diberi label "Pasti SAE cake & bakery". Pasti sae merupakan singkatan dari " Lapas Pati Sarana Asimilasi dan Edukasi".

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati, Febie Dwi Hartanto mengatakan, selama bulan Ramadhan ini omzet penjualan kue kering hasil produksi warga binaan sudah mencapai Rp 40 juta.

Foto: Produksi kue kering lebaran warga binaan Lapas Kelas IIB Pati (Abdul Rohim)

“Setelah mengikuti pelatihan tata boga selama dua minggu yang dilaksanakan 3 bulan lalu, warga binaan ini langsung berproduksi dan hasilnya mendapat sambutan yang baik dari warga msyarakat. Itu bisa dilihat dari omzet penjualan selama bulan puasa saja itu hampir Rp 40 juta untuk omzet penjualan kue kering,” kata Febie Dwi Hartanto, Kamis (28/4/2022).

“Sementara ini ada 15 orang warga binaan yang terlibat dalam produksi kue kering. Nantinya mereka berhak mendapatkan premi atau upah dari sebagian hasil penjualan. Sebagian hasil penjualan lainnya diperuntukkan pula untuk setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” imbuhnya.

Progam pelatihan tata boga ini disambut positif warga binaan Lapas Kelas IIB Pati.

“Alhamdulillah respon teman-teman warga binaan bagus sekali. Dari pelatihan tata boga, ada tindak lanjutnya dengan memproduksi kue kering, berupa nastar, pastel, dan stik,” kata Sukarji, Narapidana Pemuka Kegiatan Kerja di Lapas Pati.

“Selama puasa kue kering hasil produksi kami rata-rata per hari bisa terjual antara 50 sampai 70 toples, dengan omset mencapai Rp 1,1 juta sampai Rp 1,5 juta setiap hari,” tambahnya.

Salah seorang pembeli produk kue kering produksi warga binaan Lapas Kelas IIB Pati, Nanik, mengaku tahu di Lapas Pati menjual kue lebaran dari temannya. Menurutnya selain rasanya sama seperti yang dijual di toko atau pasar, harganya juga lebih murah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya tahunya dari teman. Ternyata rasanya sama dengan yang dijual di luaran bikinan UMKM, terus hargaya lebih murah. Saya sudah tiga kali beli disini (Lapas Pati). Beli kue kering bikinan warga binaan untuk saya bagikan kepada tetangga, teman dan karyawan untuk parcel lebaran,” ujarnya.

Rencana setelah lebaran, Lapas Kelas IIB Pati akan kembali melakukan pelatihan tata boga untuk meningkatkan kualitas produk kue kering. Diharapkan keterampilan produksi kue kering yang didapat para warga binaan di Lapas Pati, nantinya bisa menjadi modal berharga bagi warga binaan untuk berwirausaha setelah selesai menjalani masa tahanan di Lapas Pati. (Arm/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bidik Investasi Strategis dari China, RI Dorong UMKM Tembus Rantai Pasok Global

Bidik Investasi Strategis dari China, RI Dorong UMKM Tembus Rantai Pasok Global

Indonesia-China Investment Forum di Beijing beberapa waktu lalu berupaya mendorong peningkatan investasi, memperluas akses pasar bagi UMKM, serta memperkuat kemitraan bilateral.
Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Polisi mengungkap motif tiga orang pelaku lakukan penyiraman air keras ke seorang warga berinisial TW (54), di Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

BGN tidak hanya melakukan koordinasi dengan Balai Karantina, tetapi juga meninjau fasilitas laboratorium serta sistem pengawasan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.
Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

PBSI ungkap alasan kembali duetkan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin di sektor ganda putra.
Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi Sani Permai RT 001 RW 014, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB.
Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Kasus paspor pemain diaspora kini merambat ke Belgia. Gyrano Kerk dicoret Antwerp, sementara nasib Joey Pelupessy di Lommel SK mulai jadi sorotan.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT