News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemkab Pemalang Komitmen Berikan Perlindungan Sosial bagi Pekerja Rentan

Pemerintah Kabupaten Pemalang menunjukkan komitmennya untuk memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan di wilayahnya.
Kamis, 13 November 2025 - 11:36 WIB
Bupati Anom memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk masyarakat rentan.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Pemalang menunjukkan komitmennya untuk memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan di wilayahnya. Hal itu disampaikan Bupati Pemalang Anom Widyantoro pada kegiatan sosialisasi bantuan iuran kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan yang diadakan di Pendopo Kantor Kecamatan Watukumpul, Sabtu (8/11/2025). 

"(Kegiatan) ini bagian dari usaha kami di pemerintah daerah untuk memberikan kontribusi bagi keluarga rentan, sehingga kemanfaatannya bisa dirasakan oleh keluarga khususnya, bukan bermaksud untuk mengurangi ataupun juga membebani, tapi justru kita ingin mencegah hal-hal yang terburuk yang bisa kita antisipasi melalui kegiatan-kegiatan di APBD," ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bupati menambahkan, kegiatan itu merupakan program dari Disnaker dan Dinsos setempat yang akan memberikan kemanfaatannya bagi masyarakat rentan di usia 55 sampai 65 tahun

Pemkab Pemalang telah mengalokasikan dana bagi hasil cukai dan tembakau tahun anggaran 2025 untuk memberikan santunan kematian kepada pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Bupati berharap program tersebut dapat diperluas keanggotaannya dan kepesertaannya kepada pekerja-pekerja di home industry dan sektor lainnya di Kecamatan Watukumpul.

Pemerintah Kabupaten Pemalang menunjukkan komitmennya untuk memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan di wilayahnya.
Pemerintah Kabupaten Pemalang menunjukkan komitmennya untuk memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan di wilayahnya.
Sumber :
  • Istimewa

 


"Mudah-mudahan jaring ini bisa kita perluas lagi nanti di tahun-tahun berikutnya sehingga kemanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas," ujarnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Umroni dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pekerja rentan tentang pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan. 

"Tujuan diadakan sosialisasi ini adalah silaturahim, meningkatkan kesadaran pekerja rentan akan pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan dan juga kita ingin menyampaikan informasi mengenai bantuan iuran kepesertaan dari DBHCHT dan memperluas cakupan kepesertaan BPJS ketenagakerjaan di Kecamatan Watukumpul," paparnya. 

Dengan adanya perlindungan sosial ini, kualitas hidup dan kesejahteraan warga diharapkan dapat meningkat, serta memberikan akses pendidikan yang layak bagi keluarga yang ditinggalkan. Bupati juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci untuk keluar dari kemiskinan dan meningkatkan daya saing penduduk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemkab Pemalang berkomitmen untuk terus memberikan kemanfaatan bagi seluruh warga Kabupaten Pemalang melalui program-program perlindungan sosial. Dengan demikian, harapanya warga dapat memiliki kehidupan yang lebih sejahtera dan dapat bersaing di era global menuju Indonesia Emas 2045.

Sosialisasi tersebut dihadiri Ketua TP. PKK dr. Noor Faizah Maenofie, Forkopimcam Watukumpul, para Kades di Kecamatan Watukumpul serta narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan juga masyarakat setempat.(chm)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Mau Anggap Remeh, Pedro Acosta Tetap Yakin Marc Marquez Masih Jadi Unggulan di Perebutan Gelar Juara MotoGP 2026

Tak Mau Anggap Remeh, Pedro Acosta Tetap Yakin Marc Marquez Masih Jadi Unggulan di Perebutan Gelar Juara MotoGP 2026

Pedro Acosta menilai Marc Marquez tetap menjadi kandidat terkuat dalam perebutan gelar juara dunia pada ajang MotoGP 2026 mendatang.
178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

Sebanyak 178.897 tiket kereta api jarak jauh tercatat telah terjual selama periode menjelang Idul Fitri atau mudik Lebaran 2026 keberangkatan dari Jakarta.
Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Jepang akan menjajal kekuatan Timnas Futsal Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026). 
Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Buntuk kasus anak bunuh diri di NTT, KemenPPPA diminta segera menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T.
Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT