News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Maha Menteri Tedjowulan Tidak Tahu Agenda Penobatan KGPH Mangkubumi Jadi Raja

Tedjowulan memang dimintai restu oleh Gusti Mangkubumi sebagai orangtua atau sesepuh. Meski begitu dia menegaskan tidak tau jika ada acara penobatan PB XIV.
Jumat, 14 November 2025 - 14:02 WIB
Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan saat memberikan keterangan pers di Kantor Sekretariat Maha Menteri Kasunanan Surakarta.
Sumber :
  • Tim TvOne - Mahfira Putri

Surakarta, tvOnenews.com - Maha Menteri Keraton Surakarta Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan mengaku tidak mengetahui agenda penobatan KGPH Mangkubumi Kamis 13 November 2025.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penobatan yang dilakukan setelah acara rapat besar keluarga besar Keraton Surakarta yang dihadiri putra-putri dalem Pakubuwono (PB) XII maupun PB XIII.

 

"Jadi saya itu tidak tau ada agenda (penobatan) itu. Tapi sudah di depan orang banyak gitu saya disuwuni pangestu disungkemi dan sebagainya. Saya kan orangtua ya disungkemi diminta Pangestu ya sudah saya pangestuni saja," kata Tedjowulan di Kantor Sekretariat Maha Menteri Kasunanan Surakarta.

 

Pada penobatan itu, Tedjowulan memang dimintai restu oleh Gusti Mangkubumi sebagai orangtua atau sesepuh. Meski begitu dia menegaskan tidak tau jika ada acara penobatan PB XIV.

 

Adik Pakubuwono XIII, itu menyampaikan rapat tersebut mulanya membahas pengelolaan sekaligus suksesi Keraton Surakarta sesuai amanat Surat Menteri Kebudayaan.

 

Surat itu bernomor 10596/MK.L/KB.10.03/2025, tertanggal 10 November 2025, ditujukan kepada Pengageng Sasana Wilapa dan Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta.

 

Isi surat tersebut berbunyi: "Dalam hal suksesi kepemimpinan di Keraton Kasunanan, dapat mengacu pada surat dari Kementerian Dalam Negeri RI yang menyatakan bahwa Kasunanan Surakarta dipimpin oleh ISKS Paku Buwana XIII dan didampingi Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan dalam melaksanakan pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta berkoordinasi dengan pemerintah, pemerintah provinsi Jawa Tengah, dan pemerintah Kota Solo."

 

Selanjutnya disebutkan: "Kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan agar dapat menahan diri, melakukan koordinasi, rapat, dan rembuk keluarga dengan Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, sesuai dengan aturan adat dan tatanan keraton."

 

"Intinya pertemuan tadi siang itu sebetulnya saya mengundang para putra-putri dalem PB XII dan putra-putri dalem PB XIII untuk berembuk, berbicara masa depan keraton,"tegas Tedjowulan.

 

Tedjowulan meminta agar semua pihak tidak tergesa-gesa menentukan suksesi PB XIV. Dia meminta agar setidaknya menunggu 40 hari setelah wafatnya PB XIII.

 

"Mau saya tu dunungke (menjelaskan) kenapa kok harus tergesa-gesa, sudah disampaikan dari awal saya ke wali kota itu 40 hari minimal tapi mungkin tidak sabar dan sebagainya," kata dia.

 

Sementara itu, putri tertua PB XIII GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, mengatakan pihaknya tidak menerima surat dari Kementerian Kebudayaan terkait pengelolaan dan suksesi Keraton Surakarta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Tidak menerima (surat Kementerian Kebudayaan). Karena itu saya tidak datang. Karena kami merasa tidak diundang oleh kementerian," ujar dia. (uti/dan)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Persoalan memanas ketika warga meminta tiang milik Telkom Indonesia tersebut untuk direlokasi. Ia justru diminta untuk melakukan pembayaran hampir Rp3 juta.
Bisa Bantu Kerja Tanpa Sentuh HP, Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI: Bisa Terjemahkan Bahasa hingga Rangkum Rapat

Bisa Bantu Kerja Tanpa Sentuh HP, Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI: Bisa Terjemahkan Bahasa hingga Rangkum Rapat

Samsung Intelligent Eyewear dikabarkan meluncur Desember 2026. Kacamata pintar berbasis Android XR dan Gemini ini bisa menerjemahkan bahasa hingga merangkum
Media Sosial Negeri Jiran Sorot Pemain Kelahiran Bontang yang Bersinar di Kasta Teratas Liga Malaysia: Layak Dipanggil Timnas Indonesia

Media Sosial Negeri Jiran Sorot Pemain Kelahiran Bontang yang Bersinar di Kasta Teratas Liga Malaysia: Layak Dipanggil Timnas Indonesia

Tampil konsisten di Liga Malaysia membuat pemain lokal kelahiran Bontang mendapat sorotan media sosial Negeri Jiran dan dianggap layak ke Timnas Indonesia.
Tragedi LaLiga 2: Striker Tenerife Jesus de Miguel Meninggal Dunia usai Benturan Brutal di Lapangan

Tragedi LaLiga 2: Striker Tenerife Jesus de Miguel Meninggal Dunia usai Benturan Brutal di Lapangan

Penyerang CD Tenerife, Jesus de Miguel, meninggal dunia pada usia 30 tahun setelah mengalami benturan keras dengan kiper FC Andorra dalam laga LaLiga 2 itu.
Kamera 200MP dan Selfie 68MP, Bocoran vivo X500 Ultra dan X500s Bikin Penasaran!

Kamera 200MP dan Selfie 68MP, Bocoran vivo X500 Ultra dan X500s Bikin Penasaran!

vivo X500 Ultra dikabarkan membawa kamera telefoto 200MP, sedangkan vivo X500s menguji sensor selfie 68MP berbentuk persegi. Simak bocoran spesifikasinya.
Adik Pemain Timnas Indonesia Dipanggil Jerman untuk Kualifikasi Euro 2027, John Herdman Kecolongan?

Adik Pemain Timnas Indonesia Dipanggil Jerman untuk Kualifikasi Euro 2027, John Herdman Kecolongan?

Said Aalim Brkic, pemain keturunan Indonesia, kembali masuk skuad Jerman U-17 untuk kualifikasi Euro 2027 di Frankfurt, melawan tiga negara Eropa pada November.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT