News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan Tradisional di Rembang Berhenti Melaut

Cuaca buruk yang melanda perairan utara Jawa dalam beberapa hari terakhir membuat ratusan nelayan tradisional di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memilih untuk tidak melaut.
Rabu, 17 Desember 2025 - 13:09 WIB
Ratusan perahu nelayan terparkir di muara Sungai Karanggeneng, Desa Tasikagung, Rembang, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Rembang, tvOnenews.com Cuaca buruk yang melanda perairan utara Jawa dalam beberapa hari terakhir membuat ratusan nelayan tradisional di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memilih untuk tidak melaut.

Gelombang tinggi yang mencapai 4 meter di tengah laut dinilai sangat membahayakan keselamatan, terutama bagi kapal-kapal berukuran kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

​Salah satu nelayan tradisional warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Rembang Kota, Jono, mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak melaut selama empat hari terakhir. Menurutnya, ketinggian ombak di wilayah pinggir pantai saja sudah mencapai sekitar 2 meter.

​"Sudah empat hari ini tidak melaut. Kalau di pinggiran sini ombaknya sekitar 2 meter, tapi kalau sudah sampai tengah bisa mencapai 3,5 hingga 4 meter," kata Jono, Rabu (17/12/2025).

Hal senada juga disampaikan oleh nelayan tradisional lainnya, Karmidi, yang sehari-hari mencari rajungan. Ia menyebutkan bahwa ombak setinggi setengah meter saja sudah cukup membuat perahu kecil riskan terbalik.

"Kalau perahu kecil, ombak setengah meter saja sudah tidak berani berangkat," tuturnya.

​Berhentinya aktivitas melaut ini berdampak langsung pada kondisi ekonomi keluarga nelayan. Tanpa ada tangkapan ikan, praktis tidak ada pemasukan harian. Banyak nelayan terpaksa mencari pinjaman untuk menyambung hidup.

​"Ya sekarang menganggur, tidak ada penghasilan sama sekali. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ya terpaksa lewat Bank Titil (pinjaman harian) atau Bank Reboan," ungkap Karmidi dengan nada pasrah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi gelombang tinggi di laut utara jawa, masih akan berlangsung hingga satu pekan kedepan.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dipicu oleh angin kencang dan keberadaan awan Cumulonimbus. (arm/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Striker Timnas Indonesia Mitchell Baker Dapat Julukan "Haaland-nya Indonesia" dari Media Vietnam, Kenapa?

Striker Timnas Indonesia Mitchell Baker Dapat Julukan "Haaland-nya Indonesia" dari Media Vietnam, Kenapa?

Salah satu sosok kunci di balik hasil manis Timnas Indonesia adalah striker andalan, Mitchell Baker, yang kembali berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Tips Tetap Sehat di Musim Kemarau 2026, Diprediksi Puncaknya pada Agustus Ini

Tips Tetap Sehat di Musim Kemarau 2026, Diprediksi Puncaknya pada Agustus Ini

El Nino berpotensi membuat musim kemarau datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan terasa jauh lebih menyengat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Bumi Resources Umumkan Kinerja Keuangan Semester I 2026 

Bumi Resources Umumkan Kinerja Keuangan Semester I 2026 

PT Bumi Resources Tbk ("Perseroan" atau "Bumi Resources"), eksportir batu bara termal terbesar di dunia dan salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan tidak diaudit untuk semester pertama tahun 2026 .
Timnas Indonesia Kian Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026 usai Singapura Tahan Imbang Vietnam

Timnas Indonesia Kian Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026 usai Singapura Tahan Imbang Vietnam

Timnas Indonesia sukses menundukkan Timor Leste dengan 3 gol. Sementara di pertandingan lainnya, Singapura berhasil menahan imbang tim kuat Vietnam tanpa gol.
Kepala BSKDN Ajak Bantul Bangun Ekosistem Inovasi dari Sekolah hingga Perguruan Tinggi

Kepala BSKDN Ajak Bantul Bangun Ekosistem Inovasi dari Sekolah hingga Perguruan Tinggi

Kepala BSKDN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Bikin Konten Gagah-gagahan Acungkan Celurit Lalu Diposting di Medsos, Siswa Sekolah Rakyat di Sleman Ditangkap Polisi

Bikin Konten Gagah-gagahan Acungkan Celurit Lalu Diposting di Medsos, Siswa Sekolah Rakyat di Sleman Ditangkap Polisi

Seorang siswa sekolah rakyat di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta diamankan oleh aparat kepolisian setelah membuat konten video dengan mengacungkan senjata tajam jenis celurit lalu mengunggahnya di media sosial pada Selasa (7/7/2026) dini hari.

Trending

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Ustaz Dasad Latif menyampaikan apresiasi terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk membiayai
Dana Rp227 Juta Hasil Penjualan Tanah Eks Juru Kunci Raib, Warga Dusun Tanjangrono Minta Dibawa ke Jalur Hukum

Dana Rp227 Juta Hasil Penjualan Tanah Eks Juru Kunci Raib, Warga Dusun Tanjangrono Minta Dibawa ke Jalur Hukum

Polemik dugaan tidak transparannya pengelolaan dana hasil penjualan tanah eks juru kunci kembali mencuat di Dusun Tanjangrono, Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. 
Viral Wanita Muda Digerebek dalam Kamar Kalapas Waingapu, Mengaku "Adik Angkat"

Viral Wanita Muda Digerebek dalam Kamar Kalapas Waingapu, Mengaku "Adik Angkat"

Dalam video penggerebekan tersebut petugas mendapati seorang wanita belia berusia 19 tahun di dalam kamar diduga milik Kalapas Waingapu yang mengaku Adik Angkat
Piala AFF 2026: Media Vietnam Nyinyir Soal Pemain Naturalisasi, Netizen ASEAN Pasang Badan Bela Timnas Indonesia

Piala AFF 2026: Media Vietnam Nyinyir Soal Pemain Naturalisasi, Netizen ASEAN Pasang Badan Bela Timnas Indonesia

Keberhasilan Timnas Indonesia membantai Kamboja dengan skor telak 5-1 pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari terus menyita perhatian ... -
Kondisi Finansial Zodiak 1 Agustus 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Kondisi Finansial Zodiak 1 Agustus 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak 1 Agustus 2026 untuk enam zodiak pertama, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Belimpah Cuan di 1 Agustus 2026: Gemini Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Belimpah Cuan di 1 Agustus 2026: Gemini Panen Uang Kaget

Pada 1 Agustus 2026, pergerakan astrologi diperkirakan membawa angin segar bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa yang bercuan deras di awal bulan?
Musim Kemarau Sebabkan 6 Kecamatan di Lumajang Krisis Air Bersih

Musim Kemarau Sebabkan 6 Kecamatan di Lumajang Krisis Air Bersih

Adapun 6 titik terdampak krisis air bersih tersebut berada di Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT