News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Video Mesum, RSUD Kudus Bebastugaskan Dua Pegawai yang Diduga Terlibat

Pasca beredar potongan video CCTV yang memperlihatkan perbuatan mesum yang diduga dilakukan oknum pegawai RSUD Loekmono Hadi Kudus yang kini tengah viral, manajemen pun angkat bicara.
Selasa, 6 Januari 2026 - 11:44 WIB
Direktur Utama RSUD Loekmono Hadi Kudus (kanan) didampingi wadir keuangan edi susanto saat menggelar konferensi pers dengan awak media terkait kasus video viral mesum.
Sumber :
  • Tim tvOne - Galih Manunggal

Kudus, tvOnenews.com - Pasca beredar potongan video CCTV yang memperlihatkan perbuatan mesum yang diduga dilakukan oknum pegawai RSUD Loekmono Hadi Kudus yang kini tengah viral, manajemen pun angkat bicara.

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Dokter Abdul Hakam membenarkan kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebuah potongan video mesum yang diduga melibatkan oknum pegawai RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah,viral di media sosial.

Direktur utama RSUD menyatakan oknum pegawai terduga pelaku telah dibebaskan dari tugasnya di rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Per hari ini, senin (5/1/2026) sudah kami keluarkan surat keputusan pembebastugasan dan sudah saya tandatangani. Keduanya dibebastugaskan sampai nanti ada keputusan lebih lanjut," kata Abdul Hakam di sela-sela konferensi pers di RSUD Loekmono Hadi Kudus, pada Senin (5/1/2026) kemarin.

Hakam mengungkapkan kedua oknum pegawai tersebut telah dibebastugaskan sementara guna kepentingan pemeriksaan internal.

Lima orang termasuk terduga pelaku telah diperiksa terkait aksi mesum tersebut. Hasil pemeriksaan, nantinya akan dilaporkan kepada Pemkab Kudus dan Inspektorat guna menentukan sanksi kepada yang bersangkutan.

"hingga saat ini, kami sudah memanggil lima orang saksi dan pihak yang diduga terlibat. Semua akan dibuatkan berita acara sebagai dasar laporan ke Pemkab Kudus dan Inspektorat untuk tindak lanjut," ujarnya.

Ia menjelaskan, video yang beredar merupakan rekaman lama karena peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2020. Namun, pihak manajemen saat ini tetap bertanggung jawab untuk menindaklanjuti kejadian tersebut secara profesional.

"video itu direkam tahun 2020 sebelum Oktober. Meski kejadiannya lama, kami sebagai manajemen sekarang tetap harus bertanggung jawab," lanjut Hakam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Manajemen RSUD menyayangkan karena video viral tersebut telah mencoreng citra serta mengganggu pelayanan Rumah Sakit. Manajemen menegaskan kasus ini harus ditangani dengan tegas sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.

"kalau memang secara regulasi kepegawaian terbukti melanggar, tentu akan ada sanksi. Sanksinya bisa ringan, sedang, atau berat," pungkas Hakam. (gml/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Awali Musim F1 2026 dengan hasil Buruk, Fernando Alonso Akhirnya ungkap Masa Depannya di Formula 1

Awali Musim F1 2026 dengan hasil Buruk, Fernando Alonso Akhirnya ungkap Masa Depannya di Formula 1

Pembalap Aston Martin, Fernando Alonso, akhirnya memberi isyarat kuat soal masa depan kariernya di F1 setelah musim 2026 ini.
Heboh Anggaran Sepatu Siswa Sekolah Rakyat Capai Rp27 Miliar, Per Pasang Dipatok Rp700 Ribu

Heboh Anggaran Sepatu Siswa Sekolah Rakyat Capai Rp27 Miliar, Per Pasang Dipatok Rp700 Ribu

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menegaskan seluruh anggaran dalam program tersebut ditujukan untuk kebutuhan siswa.
Rekor Buruk Kurniawan Dwi Yulianto Jelang Timnas Indonesia U-17 Tampil di Piala Asia U-17 2026

Rekor Buruk Kurniawan Dwi Yulianto Jelang Timnas Indonesia U-17 Tampil di Piala Asia U-17 2026

Kurniawan Dwi Yulianto dibayangi rekor buruk jelang Timnas Indonesia U-17 tampil di Piala Asia U-17 2026. Mereka kembali meraih hasil minor dalam laga uji coba terbaru pada Selasa (28/4/2026) kemarin.
Lima Perjalanan Kereta di Daop 8 Dibatalkan Dampak Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Lima Perjalanan Kereta di Daop 8 Dibatalkan Dampak Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Pasca insiden yang dialami kereta api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam lalu, sejumlah perjalanan kereta api dari wilayah Daop 8 Surabaya terpaksa dibatalkan dan mengalami keterlambatan.
Sambil Menahan Tangis, Kepala SAR Ungkap Situasi Mencekam Evakuasi Korban KA vs KRL: Rintihan itu Kami Dengar

Sambil Menahan Tangis, Kepala SAR Ungkap Situasi Mencekam Evakuasi Korban KA vs KRL: Rintihan itu Kami Dengar

Insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur ternyata menyisakan kisah pilu yang tak mudah dilupakan. Kepala SAR ungkap situasi mencekam saat evakuasi korban.
Berkali-kali Abaikan Ajakan Naturalisasi Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Selangkah Lagi Gabung Raksasa Serie A dengan Transfer Rp303 Miliar

Berkali-kali Abaikan Ajakan Naturalisasi Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Selangkah Lagi Gabung Raksasa Serie A dengan Transfer Rp303 Miliar

Roma siapkan tawaran Rp303 miliar untuk Jayden Oosterwolde dari Fenerbahçe. Pemain keturunan Indonesia ini sempat tegas menolak naturalisasi Timnas Indonesia

Trending

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Menilik jadwal Megawati Hangestri setelah tampil di Proliga 2026. Atlet yang akrab disapa Megatron itu akan kembali turun gunung untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia.
Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim putra dan putri bulu tangkis Indonesia meraih hasil berbeda di ajang bergengsi ini.
Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Mantan Menteri KKP menerima tawaran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Komisaris Utama Independen ini langsung mau Bank BJB berantas pinjol di Jabar.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Suporter Timnas Indonesia menerima kabar buruk menjelang pagelaran Piala Asia U-17 2026. Sebab, tim U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto kembali meraih hasil minor.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT