News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Protes Kualitas dan Nilai Gizi pada Menu MBG, Warga di Pati Geruduk SPPG Tlogowungu 1

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 01, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (27/2/2025). 
Jumat, 27 Februari 2026 - 17:21 WIB
Massa dari Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu saat demo di depan SPPG Tlogowungu 01, Pati, Jawa Tengah, Jumat (27/2/2026)
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, tvOnenews.com - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 01, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (27/2/2025). 

Mereka memprotes kualitas dan nilai gizi pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang dialokasikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti paket makanan yang dinilai tidak sesuai dengan nominal anggaran sebesar Rp8.000 per porsi. 

Koordinator aksi, Mohamad Ali Sobri, mengungkapkan berdasarkan temuan di lapangan, makanan yang diterima untuk siswa sekolah dasar (SD) kelas 1-3 disebut hanya senilai sekitar Rp5.000, terdiri dari roti kering, empat butir telur puyuh, serta jeruk yang dalam beberapa kasus ditemukan dalam kondisi busuk.

”Menu yang dibagikan ke anak-anak yang katanya Rp 8 ribu. Tapi pihak Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu membuktikan di lapangan (pasaran) sendiri, harga itu cuma Rp 5 ribu. Sisa yang Rp 3 ribu itu kemana,” kata Mohamad Ali Sobri. 

Ali Sobri mempertanyakan selisih anggaran sebesar Rp3.000 per porsi yang dinilai tidak terealisasi dalam bentuk tambahan gizi pada makanan anak-anak.

Selain itu, pihaknya juga menemukan jeruk busuk di sejumlah menu MBG yang dibagikan. Hal ini membuat masyarakat semakin mempertanyakan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini.

”Bahan yang dipakai, yang dibagikan saya dapat konfirmasi dari anak-anak itu ada jeruk yang busuk. Ketika kita minta dihadirkan ahli gizinya kenapa kok tidak ada. padahal seharusnya ahli gizi stanby di sini. Untuk menyampaikan makanan itu layak atau tidak,” ungkap dia. 

Massa menuntut adanya perbaikan pelayanan gizi di SPPG Tlogowungu 1. Bila tidak ada perbaikan, mereka menuntut SPPG tersebut dibubarkan.

”Kami harapkan ada perbaikan di SPPG Tlogowungu 01 ini, kalau tidak ada perbaikan kita bubarkan saja SPPG. Kasihan, kita meminta hak untuk anak-anak. Lima ribu itu dapat jeruk 1 kecil, roti 1 dan telur puyuh isi 4. Itu Rp 5 ribu sudah termasuk mahal. Sedangkan sisanya kemana itu,” ujarnya. 

Massa mengancam akan kembali menggelar demo dengan massa yang lebih besar bila tidak ada kejelasan dan tuntutan mereka tidak dipenuhi. 

"Kalau tidak ada titik kejelasan akan kita hadirkan massa lebih besar, bisa 3 kali lipat,” tandas dia.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala SPPG Tlogowungu 01, Viki Ardiyan Listiyanto, menjelaskan bahwa pihaknya menyuplai makanan untuk 35 sekolah di Kecamatan Tlogowungu. 

Ia menyebut nominal yang digunakan sebesar Rp7.900 per porsi dan telah disesuaikan dengan harga eceran tertinggi (HET) sesuai pagu dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdaperin) Kabupaten Pati.

"Semuanya sudah sesuai, pertanggungjawaban kita juga sudah sesuai aturan. Itu paguan itu 7.900. Kita tidak meninggikan HET (Harga Eceran Tertinggi), kita ada pagu. Disperindag itu sudah ada, kita tidak bisa melebihi harga Disperindag, seperti itu,” beber dia.

Menurutnya, komponen menu telah dirancang sesuai standar yang berlaku dan tetap mempertimbangkan kecukupan gizi bagi siswa penerima manfaat.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi ke depan.

"Saya berterima kasih ada masyarakat yang sudah mengkritik, usul, dan saran. Saran dan kritikan saya terima. Sebagai kepala SPPG, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, ini akan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan ke depan semakin baik,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya meminta permohonan maaf apabila ada tutur kata saya yang kurang berkenan di hati masyarakat dan juga teman-teman media,” pungkas Viki. 

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan kondusif. Massa berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis di wilayah tersebut guna memastikan kualitas dan transparansi anggaran tetap terjaga. (arm/buz) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mana yang Didahulukan, Daftar Haji atau Menolong Orang Lain? Buya Yahya Jelaskan Sikap yang Tepat

Mana yang Didahulukan, Daftar Haji atau Menolong Orang Lain? Buya Yahya Jelaskan Sikap yang Tepat

Sudah mampu berhaji tapi masih menunda karena sering membantu orang lain? Begini pandangan Buya Yahya tentang mana yang harus didahulukan.
Viral Ceramah Jusuf Kalla, Ustadz Abdul Somad Unggah Pesan Sarat Makna: Saat Sultan Malaka diusik Portugis

Viral Ceramah Jusuf Kalla, Ustadz Abdul Somad Unggah Pesan Sarat Makna: Saat Sultan Malaka diusik Portugis

Di tengah polemik yang berkembang, Ustadz Abdul Somad mengunggah momen pertemuannya dengan Jusuf Kalla melalui akun Instagram resminya. Peristiwa ini menunjukkan
Cocok dengan Skema 3-4-2-1 Cristian Chivu, Inter Milan Gerak Cepat Bajak Bintang Gratisan Dortmund Musim Panas Nanti

Cocok dengan Skema 3-4-2-1 Cristian Chivu, Inter Milan Gerak Cepat Bajak Bintang Gratisan Dortmund Musim Panas Nanti

Inter Milan kembali tunjukkan keseriusannya di bursa transfer dengan menghidupkan minat terhadap gelandang Borussia Dortmund, Julian Brandt, musim panas nanti.
Tinju Dunia: Janji Dmitry Bivol Jelang Lawan Michael Eifert Diperebutan Gelar Juara Kelas Berat Ringan IBF

Tinju Dunia: Janji Dmitry Bivol Jelang Lawan Michael Eifert Diperebutan Gelar Juara Kelas Berat Ringan IBF

Dmitry Bivol (24-1,12 KO) akan berusaha mempertahankan gelar juaranya saat berhadapan dengan Michael Eifert (13-1, 5 KO) di UGMK Arena di Ekaterina, Rusia pada 30 Mei 2026 mendatang
20 Mahasiswa dan 7 Dosen FH UI Jadi Korban Kasus Pelecehan Seksual, Kuasa Hukum: Stop Cari Tahu Siapa Korbannya

20 Mahasiswa dan 7 Dosen FH UI Jadi Korban Kasus Pelecehan Seksual, Kuasa Hukum: Stop Cari Tahu Siapa Korbannya

Publik menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Kuasa hukum korban angkat bicara
Akomodasi Haji Berantakan, DPR: Jangan-jangan Ada ‘Main Mata’ di Tim Pengadaan

Akomodasi Haji Berantakan, DPR: Jangan-jangan Ada ‘Main Mata’ di Tim Pengadaan

Polemik pengadaan akomodasi haji kembali memanas.

Trending

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Hitung-hitungan Jakarta Pertamina Enduro Rebut Tiket Grand Final Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Cuma Butuh Sekali Menang Lagi

Hitung-hitungan Jakarta Pertamina Enduro Rebut Tiket Grand Final Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Cuma Butuh Sekali Menang Lagi

Jakarta Pertamina Enduro hanya butuh satu kemenangan di pekan ketiga final four Proliga 2026 untuk merebut tiket grand final.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Semarang: Megawati Hangestri Cs Berebut Tiket ke Grand Final, Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Semarang: Megawati Hangestri Cs Berebut Tiket ke Grand Final, Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal final four Proliga 2026 seri Semarang pekan ini, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan bakal berebut tiket ke grand final termasuk menjalani big match termasuk Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska.
Media Italia Jelaskan Alasan FIFA Tak Pilih Timnas Indonesia untuk Playoff Dadakan Piala Dunia 2026

Media Italia Jelaskan Alasan FIFA Tak Pilih Timnas Indonesia untuk Playoff Dadakan Piala Dunia 2026

Media Italia menjelaskan alasan FIFA tak pilih Timnas Indonesia untuk ikut playoff dadakan Piala Dunia 2026. Turnamen tersebut bisa terselenggara jika Iran dicoret.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT