News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemprov Jateng Imbau Waspada Siklus Gelombang Pasang di Pesisir Pantura

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta, Pemda di pesisir Pantura untuk tingkatkan kewaspadaan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi siklus gelombang pasang.
Minggu, 29 Mei 2022 - 12:40 WIB
Tim SAR gabungan saat evakuasi salah seorang warga di kawasan banjir rob
Sumber :
  • Tim tvOne - Edi Mustofa

Pekalongan, Jawa Tengah - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta pemimpin daerah Kabupaten - Kota di sepanjang Jalur Pantura, Jawa Tengah, untuk kembali meningkatkan kewaspadaan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi siklus gelombang pasang yang dipredikasi akan kembali tinggi di bulan Juni - Juli 2022.

Peringatan dini yang disampaikan BMKG agar disikapi oleh pemerintah daerah terkait dengan melakukan audit mitigasi bencana dan patroli kawasan yang memerlukan penanganan khusus di pesisir Pantura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat meninjau lokasi pengungsian di aula kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan dan Masjid Khusnul Khuluk, mengatakan, jika percepatan pembangunan tanggul raksasa yang melintang sepanjang 6,5 kilometer di pesisir Kabupaten dan Kota Pekalongan masih berlanjut menjadi harapan dua wilayah tersebut untuk mengurangi dampak gelombang pasang yang menjadi pemicu banjir rob.

Demikian juga proyek nasional penanganan banjir rob senilai 1,4 triliun yang sedang dikerjakan di wilayah utara Kota Pekalongan ke depannya juga akan mengurangi banjir di kawasan tersebut. 

" Penanganan banjir air rob di Pekalongan, sebenarnya Semarang Pekalongan ini sangat mirip, ada tanggul jebol juga , tadi sudah disampaikan pak Wali Kota tanggul yang jebol sudah tertutup. Sekarang tinggal proses pemompaan mungkin perlu kita bantu adalah percepatan pemompaan, kalau kita lihat data dari BMKG, sekarang tidak sedikit ekstrem," kata Ganjar Pranowo, Sabtu (28/5/2022)

Kondisi banjir rob di wilayah kota Pekalongan masih terdapat genangan air yang merendam rumah warga, dengan ketinggian hingga 30 centimeter. Sehingga sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian. 

" Untuk pengungsi Alhamdulillah sudah bisa di handle, untuk soal logistik cukup, bantuan dari rekan rekan juga banyak. Kondisi kesehatan warga juga baik," lanjutnya.

Ganjar Pranowo meminta pada pemerintah Kota Pekalongan untuk melakukan patroli rutin pada bagian-bagian tanggul yang potensial jebol, sehingga bisa langsung melakukan tindakan kedaruratan.

" Saya meminta Bupati dan Walikota di wilayah pantura untuk kembali waspada dan melakukan berbagai persiapan menghadapi siklus gelombang pasang yang akan kembali tinggi di juni - juli sesuai dengan laporan badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG)," ungkapnya. 

Ganjar melanjutkan, demi kedaruratan ia mengajak masalah ini segera diselesaikan.

"Memang untuk Semarang sampai perbatasan Demak dan Pekalongan, butuh prioritas. Klau daerah ini ada tanggul yang jebol justru di wilayah utara tanggulnya belum jadi. Proses nya jalan terus." jelasnya.

"Maka kemarin saya laporkan sama pak Presiden, dan Menteri PUPR langsung merespon itu dengan baik. Tidak boleh ada iri iri nan, gak boleh ada sektor setoran, biar cepat ditangani," imbuhnya.

Pada saat kunjungan Gubernur Jawa Tengah, ada salah satu warga yang dievakuasi ke rumah sakit, karena tadi terpeleset dan jatuh. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tadi ada ibu ibu yang karena lantai nya agak licin, tadi terpeleset jadi tadi sudah beresin sama kawan kawan dari BPBD, SAR sudah membantu, tadi ada dokter langsung datang cepet juga, penanganan responsip nya jalan. Mudah mudahan segera surut," lanjutnya. (Hhm/Buz)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Polisi mengungkap motif tiga orang pelaku lakukan penyiraman air keras ke seorang warga berinisial TW (54), di Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

BGN tidak hanya melakukan koordinasi dengan Balai Karantina, tetapi juga meninjau fasilitas laboratorium serta sistem pengawasan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.
Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

PBSI ungkap alasan kembali duetkan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin di sektor ganda putra.
Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi Sani Permai RT 001 RW 014, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB.
Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Kasus paspor pemain diaspora kini merambat ke Belgia. Gyrano Kerk dicoret Antwerp, sementara nasib Joey Pelupessy di Lommel SK mulai jadi sorotan.
Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

Aktivis KontraS, Andrie Yunus memberikan pesan dari dalam kamar rumah sakit tempatnya dirawat usai peristiwa teror penyiraman air keras beberapa waktu lalu.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT