Pergelaran Dieng Caldera Rase 2026, Diperkirakan Mengahsilkan Perputaran Uang Sebesar Rp 20 Miliar
- Antara
tvOnenews.com - Ajang Dieng Caldera Race (DCR) 2026 pada Minggu (21/6) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, diperkirakan menghasilkan perputaran uang sebesar Rp20 miliar.
Direktur Dieng Caldera Race 2026 Ade Hendrik Saputra saat dihubungi di Wonosobo, Senin mengatakan, perubahan rute menjadi salah satu daya tarik utama DCR tahun ini. Khusus kategori 25K, peserta diajak melewati jalur Gunung Sindoro yang sebelumnya belum menjadi bagian dari lintasan.
“Untuk kategori 25K tahun ini 100 persen berubah. Kita naik Sindoro. Ini yang menjadi daya tarik DCR 2026, karena peserta terbanyak tahun ini ada di kategori 25K,” jelasnya.
Ia menuturkan, secara keseluruhan DCR 2026 diikuti sekitar 2.000 peserta dengan peningkatan jumlah peserta asing yang cukup signifikan. Tahun ini tercatat lebih dari 150 peserta asing ambil bagian, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 44 orang.
Ia menyebut, tingginya minat peserta memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata. Sejumlah penginapan di sekitar kawasan Tambi hingga Dieng mengalami peningkatan okupansi selama pelaksanaan kegiatan.
“Dari sisi penginapan radius sekitar 15 Km dari Tambi sampai Wonosobo maupun ke arah Dieng penuh. Perputarannya mungkin di atas Rp20 miliar dengan adanya Dieng Caldera Race 2026 ini,” katanya.
Sementara Sekda Jawa Tengah Sumarno menambahkan, DCR yang digelar di kawasan Dieng ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah melalui konsep wisata olahraga.
“Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, trail run ini adalah salah satu pintu kita untuk pengembangan wisata. Olahraga bisa dikaitkan dengan pariwisata, menjadi sport tourism,” katanya.
Menurut dia, kehadiran para peserta tidak hanya memberikan dampak saat mengikuti perlombaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Para peserta dan pendamping diharapkan turut menikmati berbagai potensi wisata, menggunakan jasa penginapan, membeli produk lokal, hingga menikmati kuliner khas daerah.
“Kami berharap yang hadir di sini tidak hanya lari, tetapi juga bisa menikmati pariwisatanya, bisa berbelanja, makan, dan minimal menginap di sini. Ini menjadi bagian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Wonosobo khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya,” katanya.
Load more