Membangun Pendidikan Bermutu dari Sekolah Luar Biasa
- Istimewa
tvOnenews.com - Sebuah bangsa tidak diukur dari megahnya sekolah-sekolah terbaik yang dimilikinya. Kemajuan pendidikan justru tercermin dari cara negara memperlakukan anak-anak yang paling membutuhkan dukungan. Karena itulah, keberpihakan terhadap Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi salah satu penanda penting bahwa pendidikan bermutu bukan sekadar slogan, melainkan kebijakan yang bekerja untuk semua.
Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq di Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar meletakkan batu pertama pembangunan SLB Muhammadiyah Weleri Kendal, meninjau penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SLB Surya Bangsa Kendal, sekaligus menutup Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran bagi kepala sekolah dan guru SLB di Semarang. Rangkaian kegiatan itu menjadi satu narasi utuh tentang arah kebijakan Kemendikdasmen: menghadirkan pendidikan bermutu melalui keberpihakan kepada mereka yang selama ini menghadapi tantangan belajar paling besar.
Bagi Kemendikdasmen, pembangunan SLB bukan sekadar menambah jumlah ruang belajar. Peletakan batu pertama di Kendal merupakan simbol bahwa negara terus memperluas akses pendidikan yang layak bagi anak penyandang disabilitas. Setiap ruang kelas yang dibangun adalah ruang harapan, tempat setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya.Ā
"Ketika kita membangun SLB, sesungguhnya kita sedang membangun keadilan. Pendidikan bermutu tidak boleh hanya dinikmati oleh mereka yang berada di pusat-pusat kemajuan, tetapi harus hadir terlebih dahulu bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan layanan khusus," ujar Wamen Fajar.
Ia menegaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Dalam konteks pendidikan, keberpihakan kepada peserta didik penyandang disabilitas menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan berkualitas.
Keberpihakan itu tidak berhenti pada pembangunan fisik. Saat meninjau penyelenggaraan pendidikan di SLB, Wamen Fajar menekankan bahwa kualitas layanan ditentukan oleh ekosistem pendidikan yang utuh. Sekolah memerlukan guru yang kompeten, kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, sarana pembelajaran yang adaptif, serta teknologi yang mampu menjawab kebutuhan belajar setiap peserta didik.
Load more