Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Tebing di Lereng Gunung Kelir Longsor
- Tim tvOne - Aditya Bayu
Semarang, Jawa Tengah - Hujan deras yang mengguyur kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Senin (6/6/2022) menyebabkan longsor di sejumlah titik lereng gunung Kelir yang berada di desa Wirogomo, Kabupaten Semarang.
Meski longsor tak sampai menimbulkan kerugian materiil maupun korban, namun hal ini membuat masyarakat resah jika suatu saat terjadi longsor susulan.
Warga dusun Kendal Ngisor, desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Asroni, mengatakan longsor terjadi saat hujan deras mengguyur. Ada beberapa titik longsor yang terjadi di desa Wirogomo.
" Kemarin (Senin, 6/6/2022) longsor terjadi sekira pukul 14.00 wib hingga pukul 15.00 wib. Longsor yang terjadi di beberapa titik di lereng gunung Kelir ini terjadi hampir bersamaan saat hujan deras turun," jelas Asroni, Selasa ( 7/6/2022).
Ditambahkan Kapolsek Banyubiru Iptu Subhan, Desa Wirogomo masuk dalam salah satu daerah di Kabupaten Semarang yang rawan bencana.
" Alhamdulilah meski kemarin sempat ada bencana ( longsor ), namun kapasitasnya kecil atau sedang sehingga tidak menimbulkan kerugian materiil warga ataupun korban," imbuh Kapolsek.
Meski demikian Kapolisian dalam hal ini Polsek Banyubiru tetap menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada karena hingga saat ini curah hujan masih tinggi.
" Saat ini kami bersama masyarakat desa mengadakan selamatan. Agar seluruh warga desa diberikan keselamatan dan dihindarkan dari bencana," lanjutnya.
Dari pengecekan Polsek Banyubiru ada 7 titik longsor yang terjadi di Desa Wirogomo, akibat hujan deras yang mengguyur kawasan lereng gunung Kelir.
" Yang terbesar longsor terjadi Wirogomo Krajan dan Kendal Ngosor," ujarnya.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Moh. Maskuri mengungkapkan penanganan longsor di desa Wirogomo terus dilakukan baik secara manual maupun dengan menggunakan alat berat.
" Upaya pembersihan material longsor sejak kemarin hingga saat ini terus kami lakukan bersama dengan TNI/Polri dan masyarakat. Meski tak sampai menimbulkan kerugian bagi masyarakat namun kami tetap menghimbau agar masyarakat waspada," jelasnya.
BPBD melihat ada satu titik longsor yang berpotensi membahayakan masyarakat karena longsor mencapai di salah satu halaman tempat ibadah.
" Ada satu titik longsor yang berasal dari tebing setinggi 15 meter dan material longsor sampai di halaman masjid desa setempat. Ini kami khawatirkan bisa mengganggu dan mengancam masyarakat. Untuk itu kami himbau kepada masyarakat agar saat hujan bisa waspada dan menghindari daerah daerah rawan longsor," tegasnya. (Abc/Buz)
Load more