News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berkah Panen Melimpah, Ratusan Warga di Madiun Berebut Gunungan Durian

Wujud syukur panen melimpah, ratusan warga di Desa Suluk Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun berebut gunungan durian yang digelar pemerintah desa setempat.
Senin, 20 Februari 2023 - 09:54 WIB
Durian lokal berbagai jenis khas asli Desa Suluk
Sumber :
  • tvOne - mifktakhul erfan

Madiun, tvOnenews.com - Sebagai wujud syukur panen melimpah, ratusan warga di Desa Suluk Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun berebut gunungan durian yang digelar pemerintah desa setempat, Minggu (19/2).

Bahkan, gunungan berisi lebih dari 500 buah durian lokal berbagai jenis khas asli Desa Suluk tersebut ludes diserbu warga tak kurang dari 1 jam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yanti (35) salah satu pengunjung dari Ngawi mengaku sengaja datang ke Madiun karena penasaran dengan rasa durian khas Desa Suluk yang rasanya memiliki khas, terlebih bisa makan ditempat secara gratis.

“Saya tadi dapat dari panitia mas, gak mau berebut takut kena durinnya. Kalau rasanya memang mantab, manis campur pahit, beda dengan yg lain,” ungkap Yanti sambil menikmati durian yang diperolehnya.

Kepala Desa Suluk, Daryono mengatakan acara gunungan durian ini sebetulnya acara warga khusus dari 2 RT saja, dimana di tempat ini setiap rumah rata-rata memiliki pohon durian dan saat ini lagi musim panen.

“Sebenarnya ini acara dadakan mas, hanya dari warga masyarakat di dua RT saja, namun alhamdulillah antusias warga begitu meriah, bahkan pengunjung yang datang itu di luar prediksi,” kata Daryono.

Daryono mengaku, sebanyak 500 lebih buah durian yang dijadikan gunungan tersebut berasal dari warga masyarakat sendiri yang nantinya akan dibagikan secara gratis.

“Acara ini hanya sebagai wujud syukur karena selain panen melimpah juga harapan desa kami bisa menjadi desa wisata khas buah durian terwujud mas, karena tanggal 19 Maret nanti desa kami terpilih mewakili Kabupaten Madiun ikut pameran durian,” imbuhnya.

Diketahui, Desa Suluk Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun merupakan salah satu desa di Madiun yang menjadi desa sentral penghasil durian. Bahkan pohon durian lokal khas Desa Suluk ini diketahui sudah berusia ratusan tahun.

Buah durian lokal khas desa suluk bermacam jenis, pembeli bisa memilih buah yang rasanya manis saja, manis pahit hingga durian yang sensasinya pahit panjang.

Warna daging buahnya pun juga ada 4 jenis, ada warna putih susu, kuning pucat, kuning hingga kuning tua, dimana semua jenis tersebut memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi dibanding durian dari luar daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau jenisnya banyak mas, soalnya beda pohon itu rasa dan warnanya bisa berbeda-beda. Ada yang manis, manis pahit dan durian dari Suluk ini memiliki kadar alkohol lebih tinggi mas, mungkin karena berada di ketinggian 450 di atas permukaan laut,” pungkasnya. 

Harganya pun relatif terjangkau antara 30 ribu hingga 100 ribu rupiah tergantung ukuran besar kecilnya durian. Rencananya melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi, tahun depan akan diadakan yang lebih meriah dan lebih banyak durian lagi yang akan dibagikan. (men/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fresh Graduate Merapat! MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Uang Saku Setara UMK hingga Sertifikat Resmi Menanti

Fresh Graduate Merapat! MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Uang Saku Setara UMK hingga Sertifikat Resmi Menanti

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Kemnaker ditutup 4 November 2026. Peserta mendapat uang saku setara UMK, BPJS Ketenagakerjaan, mentor profesional, dan
Dokter Persib Bandung Akhirnya Buka Suara soal Absen Dampingi Tim, Singgung Alasan Profesional dan Sumpah Dokter

Dokter Persib Bandung Akhirnya Buka Suara soal Absen Dampingi Tim, Singgung Alasan Profesional dan Sumpah Dokter

Dokter Persib Wira Prasetya akhirnya menjelaskan alasan absen mendampingi tim hingga berujung sanksi Komdis PSSI. Dia juga singgung sumpah profesi dan Bobotoh.
Tidak Hanya Piala Asia, Ternyata Banyak Kompetisi Bergengsi Sudah Resmi Batal Imbas Ketegangan Timur Tengah, Sisa MotoGP Qatar Masih Tanda Tanya

Tidak Hanya Piala Asia, Ternyata Banyak Kompetisi Bergengsi Sudah Resmi Batal Imbas Ketegangan Timur Tengah, Sisa MotoGP Qatar Masih Tanda Tanya

Piala Asia 2027 ternyata bukan satu-satunya agenda olahraga besar yang terdampak ketegangan di Timur Tengah.
Cara Nonton Liga Voli Korea, Saksikan Aksi Megawati Hangestri Cs Legal Tanpa Perlu VPN

Cara Nonton Liga Voli Korea, Saksikan Aksi Megawati Hangestri Cs Legal Tanpa Perlu VPN

Berikut cara nonton live streaming Liga Voli Korea 2026-2027, Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan memulai perjuangannya bersama skuad Hyundai Hillstate di liga utama.
Ngeri! Rekonstruksi Ungkap Balita 20 Bulan Diduga Ditenggelamkan Berulang Kali ke Ember hingga Muntah

Ngeri! Rekonstruksi Ungkap Balita 20 Bulan Diduga Ditenggelamkan Berulang Kali ke Ember hingga Muntah

Rekonstruksi kasus kematian bayi 20 bulan di Kebayoran Lama mengungkap dugaan aksi ayah tiri mencelupkan korban berulang kali ke ember hingga muntah.
Gunung Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Awan Panas dan Lontaran Batu Masih Jadi Ancaman

Gunung Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Awan Panas dan Lontaran Batu Masih Jadi Ancaman

Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens, pada Selasa (3/11/2026) siang.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Pesan Bijak Tokoh Agama Anwar Abbas soal Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Pesan Bijak Tokoh Agama Anwar Abbas soal Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Herri Pras di dunia maya cukup terkenal karena kontroversi. Sebelum kejadian ini, konten kreator pernah menyinggung penceramah UAS dan UAH menuai kecaman.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT