News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

AJI Surabaya Sayangkan Ketua Stikosa AWS Membredel LPM Acta Surya dan Downgrade Nilai Dua Mahasiswi Jadi E

AJI Kota Surabaya menyayangkan tindakan Ketua Stikosa AWS Surabaya yang sempat membekukan aktivitas Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Acta Surya, memberikan nilai E
Rabu, 1 Maret 2023 - 17:58 WIB
LPM Acta Surya
Sumber :
  • tvOne - sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya menyayangkan tindakan Ketua Stikosa AWS Surabaya yang sempat membekukan aktivitas Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Acta Surya dan memberikan nilai E kepada Dua mahasiswi karena aktivitas jurnalistik yang mereka lakukan.

Ketua AJI Surabaya, Eben Haezer mengatakan, pihaknya mengikuti setiap perkembangan yang terjadi di kampus Stikosa AWS beberapa waktu belakangan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menilai, pembekuan terhadap pers mahasiswa bisa dianggap sebagai sebuah pembredelan.

“Apalagi pembekuan itu dilakukan tak lama setelah dua mahasiswi diberi nilai E karena dianggap melakukan perekaman wawancara diam-diam,” kata Eben Haezer.

Menurut Ketua AJI Surabaya, merekam wawancara secara diam-diam dapat dibenarkan selama isinya tidak dipublikasikan dan didistribusikan. Bisa jadi, rekaman wawancara tersebut dibutuhkan sebagai bukti bahwa perekamnya benar-benar telah melakukan tugas yang dimaksud.

“Lagipula, berdasarkan informasi yang disampaikan korban, rekaman itu sudah dihapus dan tidak sempat disimpan atau ditransmisikan,” katanya.

Karena itu, Eben menilai pemberian nilai E itu terlalu berlebihan dan dapat menyebabkan mahasiswa tak berani untuk bersikap kritis.

“Kami berharap Stikosa AWS sebagai kampus yang memang dikenal sebagai pencetak wartawan, mengembalikan nilai dua mahasiswi tersebut dan di masa mendatang tidak lagi melakukan tindakan yang melanggar prinsip-prinsip kemerdekaan pers, seperti pembredelan misalnya,” kata Eben.

Berikut adalah pernyataan sikap AJI Surabaya terkait peristiwa yang teradi di Kampus Stikosa AWS:

1. AJI Surabaya menyatakan mendukung upaya-upaya yang ditempuh LPM Acta Surya dan anggota-anggotanya untuk mewujudkan kemerdekaan pers di kampus Stikosa AWS.

2. Menyayangkan tindakan-tindakan pembredelan maupun pembungkaman terhadap pers mahasiswa. Sebab pers mahasiswa adalah ruang yang ideal bagi mahasiswa untuk menyatakan pendapat, gagasan, serta kritik terhadap lingkungan kampus. Sehingga, AJI Surabaya meminta Stikosa AWS untuk tidak lagi melakukan praktik-praktik yang dapat membungkam kemerdekaan berpikir mahasiswanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. AJI Surabaya meminta para pengurus Stikosa AWS untuk menjamin dan melindungi aktivitas Pers Mahasiswa, terutama di lingkungan kampusnya.

4. AJI Surabaya berharap Stikosa AWS yang dikenal sebagai kampus pencetak wartawan, untuk menjadi pionir perlindungan Pers Mahasiswa, yang dapat ditiru oleh kampus-kampus lainnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Penting Bagi Timnas Indonesia: Pelatih Elkan Baggott Ambil Keputusan Tegas, Ole Romeny Dapat Sinyal Positif

Kabar Penting Bagi Timnas Indonesia: Pelatih Elkan Baggott Ambil Keputusan Tegas, Ole Romeny Dapat Sinyal Positif

Kepastian masa depan Ole Romeny dan Elkan Baggott akhirnya terjawab jelang ditutupnya bursa transfer. Bagaimana nasib dua pemain Timnas Indonesia itu di Inggris
Statistik Mauro Zijlstra Sebelum Diisukan ke Persija Jakarta: Top Skor Kedua Eredivisie U-21 hingga Catat 20 gol

Statistik Mauro Zijlstra Sebelum Diisukan ke Persija Jakarta: Top Skor Kedua Eredivisie U-21 hingga Catat 20 gol

Persija Jakarta bakalan untung banyak jika benar datangkan Mauro Zijlstra. Striker Timnas Indonesia itu pernah berada di urutan kedua top skor Eredivisie U-21.
KPK Usut Sosok-Sosok yang Diduga Ikut Kegiatan Ridwan Kamil di Luar Negeri saat Masih Jadi Gubernur Jawa Barat, Jubir KPK: Benar Dibutuhkan atau Tidak?

KPK Usut Sosok-Sosok yang Diduga Ikut Kegiatan Ridwan Kamil di Luar Negeri saat Masih Jadi Gubernur Jawa Barat, Jubir KPK: Benar Dibutuhkan atau Tidak?

KPK akan mengusut sosok-sosok yang diduga ikut kegiatan Ridwan Kamil (RK) di luar negeri saat dia menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, yakni pada periode 2018–2023.
Hasil Kejuaraan Beregu Asia 2026: Ana/Trias Menang, Indonesia 1-1 Hong Kong

Hasil Kejuaraan Beregu Asia 2026: Ana/Trias Menang, Indonesia 1-1 Hong Kong

Hasil Kejuaraan Beregu Asia 2026, di mana ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhasil meraih kemenangan pertama sehingga Indonesia menyamakan kedudukan menjaid 1-1 dari Hong Kong.
Sambut Perayaan Imlek dengan Pertunjukan Seni Budaya dan Bazar Kuliner Khas Cina

Sambut Perayaan Imlek dengan Pertunjukan Seni Budaya dan Bazar Kuliner Khas Cina

Menyambut perayaan tahun baru Cina atau Imlek, sebuah sekolah di kawasan Surabaya Timur menggelar kegiatan seni budaya dan bazar kuliner khas Cina.
Duka Mendalam Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Keluarga Dapat Trauma Healing hingga Bantuan

Duka Mendalam Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Keluarga Dapat Trauma Healing hingga Bantuan

Pascakejadian tersebut, Polda NTT mengirim tim konselor psikologi untuk memberikan trauma healing serta menyalurkan bantuan kepada keluarga korban.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT