News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Hari Raya Kurban, Sejumlah Sapi di Bangkalan Terserang Penyakit LSD

Sejumlah peternak dipusingkan dengan merebaknya penyakit yang menyerang sapi peliharaanya dalam beberapa bulan terakhir. Seperti yang terlihat di salah satu peternakan Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.
  • Reporter :
  • Editor :
Minggu, 11 Juni 2023 - 13:54 WIB
Sejumlah Sapi di Bangkalan Terserang Penyakit LSD
Sumber :
  • tvOne - dimas farik

Bangkalan, tvOnenews.com - Sejumlah peternak dipusingkan dengan merebaknya penyakit yang menyerang sapi peliharaanya dalam beberapa bulan terakhir. Seperti yang terlihat di salah satu peternakan Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.

Penyakit sapi tersebut identik dengan benjolan di kulit hewan, terutama dibagian punggung dan leher atau dikenal sebagai Lumpy Skin Disease (LSD). Berbagai upaya dilakukan Pakki, salah satu peternak dengan pengobatan yang sedernana seperti badan hewan dioleskan dengan oli bekas maupun obat tradisional lainnya, namun langkah tersebut tidak membuahkan hasil. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penyakit ini sudah terjadi dalam dua bulan ini. Sapi milik tetangga saya banyak yang mati karena penyakit ini, tapi ada juga yang sembuh dari penyakit usai dirawat oleh dokter hewan," kata Pakki, Minggu (11/6).

Khawatir virus makin meraja lela, ia kemudian memanggil dokter hewan atau mantra untuk mengobati sapi miliknya. 

"Ini, udah yang kedua kalinya sapi saya disuntik vaksin sama dokter hewan. Alhamdulillah sapi saya masih sehat," tuturnya

Sementara menurut Bambang Haryanto, Mantri Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan, penyakit yang menyerang sapi berasal dari gigitan lalat, atau nyamuk, ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi. Bekas gigitan tersebut, kemudian tumbuh benjolan kecil, lalu berubah dan terlihat makin membesar, virus ini dikenal dengan Lumpy Skin Disease (LSD).

"Penyakit ini ditandai dengan adanya benjolan atau bentol, bentol kecil, lama - kelamaan akan semakin besar," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan, penyakit tersebut datang melalui gigitan lalat. Agar penyakitnya cepat mereda, sapi diberikan suntikan obat anti biotik atau parasite.

"Virus ini tidak langsung mengenai sapi, tidak seperti penyakit mulut dan kaki yang sebelumnya terjadi, tapi ia melalui gigitan lalat. Solusinya, sapi disuntik dengan obat anti biotik dan parasit serta hewan juga harus dirawat dengan rutin," pungkasnya. (fds/gol)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.
Raymond/Joaquin Dua Kali Runner-up di Awal 2026, PBSI Soroti Faktor Fisik

Raymond/Joaquin Dua Kali Runner-up di Awal 2026, PBSI Soroti Faktor Fisik

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menilai fisik masih menjadi fokus utama evaluasi bagi Raymond Indra/Nikoolaus Joaquin

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT